Bravo Satria Perkasa
31 Oct 2019

BSP Support Kegiatan Rakernas dan Seminar APSI

KSATRIA| Batam–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar Rakernas dan Seminar Security Nasional di Batam pada 30-31 Oktober 2019. Seminar diikuti oleh para pengurus BPP, ketua-ketua BPD, anggota BUJP yang ada di Batam.

Ketua Umum APSI A Azis Said mengatakan diadakannya seminar ini, bisa menambah wawasan insan security di Indonesia. Sehingga para pemangku kepentingann bisa memahami perannya masing-masing. “APSI dituntut agar berperan aktif dalam mendukung pemuliaan satpam di Indonesia,” ujarnya.

Azis juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah ikut aktif dalam penyelenggaraan acara seminar dan rakernas APSI di Batam. Azis menyebut sepuluh perusahaan yang ikut berpartisipasi adalah Astra Internastional, Napinod Asiatama, Bravo Satria Perkasa, Panglima Siaga Bangsa, Elang Cakra Securitndo, Sigap Prima Astrea, Kompas Gramedia, Braga Mandiri Sentosa, Siap Andalan Paramitra, dan Porfestama Development.

Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang juga Sekjen APSI H. Djarot Soeprianto yang menghadiri acara Rakernas dan seminar security nasional APSI di Batam mengatakan pihaknya selalu support agenda asosiasi security APSI .

“Kami berharap peran serta BSP dalam acara-acara asosiasi satpam bisa bermanfaat untuk pengembangan asosiasi ke depannya,” ujarnya. [roj]

31 Oct 2019

Rakernas APSI di Batam Dihadiri 15 DPD APSI

KSATRIA| Batam–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pertama di Batam pada 30 Oktober 2019 di Hotel Golden View Hotel. Rakernas diikuti oleh 15 Dewan Pimpinan Daerah. Rakernas dibuka oleh Penasehat APSI, Irjen Pol (Purn) Prof.DR.dr. Hadiman, Sp KO, SH, MBA, MSc.

Dalam sambutannya, Hadiman mengatakan bahwa APSI merupakan asosiasi profesi satpam, untuk itu anggotanya harus terus dididik sesuai dengan profesinya. Karena itu, organisasi ini harus ada pemikirnya, program dan yang melaksanakan tugas. “Jika tidak ada tiga unsur ini tidak akan bagus sebuah organisasi,” ungkapnya di depan peserta rakernas, Rabu (30/10).

Hadiman menambahkan, profesi harus memiliki payung hukum, kode etik, pendidikan, bekerja sesuai prosedur dan bermanfaat untuk masyarakat. APSI telah memenuhi syarat itu. “Tidak mungkin seorang profesional tanpa pendidikan,” ujarnya dilansir jurnalsecurity.com.

Sebagai profesi, satpam juga harus memiliki integritas, kompetensi, moral baik, dan mau membantu orang tanpa pamrih. “Maka anda harus bangga menjadi seorang sekuriti,” katanya.

Untuk menjadi APSI sebagai organisasi yang focus pada pengembangan SDM satpam, maka Hadiman akan terus mengawal agar APSI berkembang lebih baik lagi. “Saya akan terus mengawal rekomendasi dari rakernas ini,” tuturnya. ‘

Sementara itu Ketua Umum APSI A Azis Said mengucapkan terima kasih atas soliditas BPD yang telah hadir di acara rakernas di Batam ini. “Rakernas ini kita akan agendakan membuat beberapa rekomendasi untuk pengembangan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Azis juga menambahkan bahwa rakernas APSI tahun ini difokuskan pada pembahasan tentang keanggotaan dan program kerja selama setahun. “Adanya Perpol dan Perkaba yang baru menuntut kita untuk menyesuaikan agenda kerja ke depan,” ujarnya. [roj]

28 Oct 2019

Agus Salim, Satpam BSP Raih Hadiah Rumah dari Lomba Fun Walk

KSATRIA| Makassar–Agus Salim ketiban rezeki dari acara Expo Literasi dan Inklusi Keuangan Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan di Anjungan City of Makassar, Minggu (27/10/2019). Tak disangka, Agus mendapatkan hadiah rumah di event fun walk tersebut.

Agus yang juga satpam dari PT Bravo Satria Perkasa (BSP) yang ditugaskan di Maybank ini merasa kaget dengan pengumuman yang disiarkan oleh panitia. Dirinya juga tidak menyangka kalau mendapatkan hadiah rumah. “Tidak terasa air mata saya menetes di pipi saya karena senang, alhamdulillah” ungkapnya dilansir JurnalSecurity, Senin (28/10)

Suami dari Nurkaya ini sudah lama ingin memiliki rumah, namun belum terwujud. “Saya sangat senang sekali karena sudah lama saya ingin punya rumah sendiri akhirnya doa saya didengar oleh Allah swt melalui acara fun walk ini,” kata bapak dua anak ini.

Selain lelaki kelahiran Pangkep 27 Agustus 1985 yang mendapatkan rumah, panitia dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulam Papua juga memberikan hadiah kepada 10 peserta senam yang gerakannya paling heboh dan paling bersemangat.

Selain senam bersama, OJK juga menggelar three fun, yakni fun bike, fun run, dan fun walk yang diikuti anggota OJK dan warga Makassar. Juga digelar kompetisi senam Fighting X yang diikuti anggota OJK, Perum Pegadaian, dan Bank Sulselbar.

Panitia dari OJK memberikan pula hadiah kepada masyarakat berupa door prize yakni tabungan haji senilai Rp1 juta, tabungan siswa senilai Rp250 ribu. Sedangkan lomba booth terbaik diraih BPR Hasamitra.

Penarikan grand prize dengan hadiah satu unit rumah diserahkan Kepala Kantor BTN Edward kepada peserta fun walk Agus Salim. Penyerahan hadiah secara simbolis disaksikan Ketua OJK Wilayah VI Sulam Papua, Zulmi bersama penjabat Wali kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Menurut Head of Area PT. Bravo Satria Perkasa Indonesia Timur Sarwo Hadi, anggota kami atas nama Agus Salim ini memang anggota yang disiplin dan baik menurut klien. “Alhamdulillah rejeki yang Allah berikan padanya sangat menggembirakan keluarga dan kami selaku pimpinan BSP Area Indonesia Timur karena Agus secara tidak langsung membawa nama baik BSP khususnya di mata Klien Maybank Makassar,” ungkapnya.

Harapan Sarwo semoga banyak lagi para Ksatria Angsapati Area Indonesia Timur membawa nama harum perusahaan lewat event apapun demi kepercayaan klien pada BSP Area Indonesia Timur khususnya dan BSP seluruh Indonesia pada umumnya. [roj]

 

19 Oct 2019

Musda ABUJAPI Kaltim Tetapkan Abriantinus Jadi Ketua  

KSATRIA| Balikpapan—Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) wilayah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Daerah pertama di Hotel Platinum Balikpapan, Sabtu (19/10/2019).

Musda pertama ini dihadiri oleh Walikota Balikpapan H.M.Rizal Effendi SE, Kasatpol PP Prov Kaltim Kombes (Pol) Gede Yusa, Ketua DPRD kota diwakili anggota komisi 2 Mieke Henny, Ketua DPP Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo ST, Ketua PHRI kota Sahmal, Dirbinpotmas diwakili Kasubdit Satpam polsus AKBP Minto Dinoto, KaPolres Balikpapan diwakili AKP Sisyono, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Sekjen BPP ABUJAPI Suryawisesa Karang dan BUJP di Kaltim.

Musda ABUJAPI Kaltim ini mengambil tema ‘Memperkuat Sinergitas dan Peran BUJP Menyongsong Ibu Kota Negara yang Baru di Kalimantan Timur’. Salah satu agenda dari Musda ini adalah pemilihan ketua umum.  Hasil dari Musda pertama ABUJAPI Kaltim ini menetapkan Dr. Abriantinus, MA menjadi ketua umum BPD ABUJAPI Kaltim periode 2019-2024.

Abriantinus merupakan pemilik BUJP PT Mandau Pusaka Nansarunai yang juga bergerak di usaha jaga pengamanan. Sebelumnya Abriantinus sudah diberi mandat oleh ketua umum BPP ABUJAPI. Namun walau begitu ia tetep ingin proses pemilihan ketua ini berjalan dengan proses aklamasi yang sesuai dengan AD/ART organisasi.

“Sudah diberi mandat, tapi saya tetap ingin dipilih sesuai dengan prosedur AD/ART,” ujar lelaki yang juga sebagai Wakil Ketua APINDO DPP Kalimantan Timur.

Hal itu lantaran dirinya ingin jika BUJP yang lain mengetahui calon ketuanya dan dapat memilih langsung.

Sebelum disahkan, Abriantinus juga diminta oleh anggota BUJP yang hadir agar menyampaikan visi dan misi untuk lima tahun ke depan.

Rencana pria yang akrab disapa Abri itu akan memperkuat dan meningkatkan kompetensi security agar nanti dapat diandalkan dalam tugas dan tanggung jawab. Ia mengaku, rencana tersebut untuk mewujudkan program pemerintah yaitu memfokuskan sumber daya manusia (SDM).

“Sesuai dengan program pemerintah ya, SDM unggul. Kami nantinya akan memperkuat dan meningkatkan kompetensi security,” katanya seperti dilansir jurnalsecurity.com.

Mengingat satpam di Kaltim ini belum semuanya tersertifikasi, rencananya ia juga akan bersinergi dengan kepolisian agar satpam mempunyai skill yang mumpuni. “Jadi satpam nanti harus mengikuti pendidikan baik gada pratama, madya maupun utama,” katanya.

Ia juga berharap nantinya satpam akan menjadi profesi dan yang punya nilai jual sehingga mampu menyejahterakan kehidupannya.

“Harapannya kalau mereka mengikuti pendidikan kan jadi punya harga, misal gada pratama gajinya sekian,” tandasnya.

Selain itu, ia juga akan membangun sinergitas dengan asosiasi-asosiasi yang lain karena ia menilai Abujapi tidak bisa berdiri sendiri.

“Untuk mewujudkan semua itu kita perlu sinergi dengan yang lain, karena kita tidak bisa berdiri sendiri,” tutupnya. [roj]

 

 

 

15 Oct 2019

Ratusan Chief Security Ikuti Arahan Kapolda Metro Jaya

KSATRIA | Jakarta–Sebanyak 400 chief security di wilayah Jakarta menghadiri undangan Polda Metro Jaya untuk mendengarkan arahan dari pihak kepolisian yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Dr Gatot Eddy Pramono, MSi yang diwakili oleh Dirbinmas Polda Metro, Kombes Pol. Drs. Umar Dani, M.Si.

Dalam sambutannya, Umardani menjelaskan bahwa baru-baru ini banyak permasalahan Kamtibmas yang meluas, oleh karena itu Polri dan komponen Pam Swakarsa khususnya satpam bisa mengantisipasi sehingga mampu melakukan langkah preemtif dan preventif terhadap ancaman tersebut.

“Disadari bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri oleh karena itu perlu dukungan dari elemen masyarakat melalui jalinan kemitraan yang kokoh dan bersinergi, demi terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya di Jakarta, Senin (14/10).

Dalam konteks ini, hadirnya satpam diharapkan mampu mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama era tugasnya yang meliputi aspek pengamanan fisik personil, informasi serta pengamanan teknis lainnya.

“Dengan mencermati situasi dan kondisi tersebut, chief security menyikapi hal ini kiranya dapat memberikan pemahaman kepada anggotanya jangan sampai satpam terprovokasi dan dapat mengambil langkah-langkah awal melakukan antisipasi dengan penebalan  dan penambahan anggota pada titik-titik rawan di lingkungan kerja,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan dari Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Jaya menyampaikan agar lebih waspada terkait dinamika yang ada saat ini. “Kami meminta agar para chief security yang bertugas di mall, supermarket, apartemen, BUMN, kementerian, hotel, pertokoan dan yang bertugas di wilayah DKI Jakarta mempersiapkan pengamanan dengan sebaik-baiknya,” jelas Wakil Ketua DPD APSI Jaya, Susi Rai Azizi.

Susi menambahkan, Ibukota Jakarta harus menjadi kota aman bagi semua karena  Jakarta adalah ujung tombak keamanan di Indonesia.

“Untuk itu satuan pengamanan harus bersama-sama membantu tugas kepolisian sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity. [roj]

09 Oct 2019

Dirbinpotmas Polri Mengukuhkan Pengurus ABUJAPI 2019-2024

KSATRIA| Jakarta–Pelantikan dan pengukuhan pengurus Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) berlangsung lancar. Hadir dalam acara pelantikan dan pengukuhan ini Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky F. Wakanno sekaligus melantik pengurus baru ABUJAPI periode 2019-2024.

Dalam sambutannya, Ricky menjelaskan terwujudnya keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja satpam merupakan modal berharga untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif guna mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional dan mempunyai peran penting dalam mendukung tereselenggaranya pembangunan nasional.

Joko PN Utomo saat menandatangani janji ikrar sebagai pengurus ABUJAPI

Oleh karenanya, tambah Ricky, susunan kepengurusan ABUJAPI periode 2019-2024 yang melibatkan para ketua lintas asosiasi sebagai dewan pembina dan unsur teknisnya dalam pengurus ini sangatlah tepat dalam rangka untuk dapat saling sinergi memperkuat hubungan kelembagaan dalam upaya pengembangan industrial security di Indonesia dan menjadikan ABUJAPI sebagai rumah besar bagi BUJP di seluruh Indoneisa.

“Saya berharap agar ketum dan seluruh pengurus ABUJAPI dapat bersinergi dengan seluruh stake holder baik kepolisiam, ketengakerjaan maupun instansi terkait lainnya dalam rangka meningkatkan profesionalisme BUJP dalam rangka mensejahterakan dan memuliakan satpam,” ungkapnya di Union Space GKM Green Tower, Jakarta, Rabu (9/10).

Selaku pimpinan Polri menyatakan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada pengurus ABUJAPI yang telah menyelenggarakan pelantikan ini. “Semoga kepengurusan yang baru ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya.

Hadir dalam pengukuhan pengurus ABUJAPI ini Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo. Joko mendapatkan amanah menjabat sebagai Ketua 1 Bidang Organisasi ABUJAPI. [roj]

09 Oct 2019

ABUJAPI Kritisi Kenaikan BPJS Kesehatan Bagi BUJP

KSATRIA| Jakarta–Salah satu agenda besar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) adalah menjadikan ABUJAPI sebagai rumah besar bagi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di Indonesia sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para anggota.

Hari ini, Rabu 9 Oktober 2019 segenap pengurus baru ABUJAPI periode 2019-2024 dilantik oleh Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan dikukuhkan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky F. Wakanno di Union Space GKM Green Tower Lantai 20, Jakarta.

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan bahwa ABUJAPI ke depan akan menjadi rumah besar bagi BUJP. “Kembali saya gaungkan lagi bahwa ABUJAPI menjadi rumah besar BUJP, karena kami juga melibatkan lintas asosiasi sebagi dewan pembinaannya,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity, Rabu (9/10).

Agoes berharap kepengurusan yang ini bisa benar-benar menjalankan fungsinya dengan maksimal, sehingga apa yang menjadi program ABUJAPI bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi anggota dan para satpam.

“Kepengurusan ke depan ABUJAPI harus semakin kuat, semakin peduli dan semakin cerdas sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk para anggota dan para satpam umumnya,” jelasnya.

Dalam Pelantikan Pengurus ABUJAPI ini tag line yang diusung adalah ABUJAPI Rumah Besar BUJP. Kaitannya bagaimanan kontribusi usaha jasa pengamanan terhadap pembangunan nasional. Agoes menjelaskan, keberadaan ABUJAPI sangat signifikan dalam pembangunan nasional, pasalnya saat ini diperkirakan ada lebih dari 1.6 juta tenaga kerja anggota satpam di Indonesia.

“Jumlah yang besar ini tentunya mempunyai pengaruh sosial ekonomis yang besar terhadap pembangunan nasional, baik sebagai obyek maupun subyek pembangunan,” ungkapnya dalam jumpa pers usai Pelantikan Pengurus ABUJAPI di Jakarta, Rabu (9/10).

Agoes menambahkan, dengan asumsi 50 persen saja dari total tenaga kerja satpam, maka business turn over jasa pengamanan lebih kurang 43 Triliun rupiah per tahun, dengan kontribusi kepada penerimaan pajak APBN 2019 sebesar 4,3 Triliun rupiah per tahun atau sebesar 0.24 persennya.

Selain itu para BUJP yang terhimpun di ABUJAPI juga menjadi peserta aktif dalam memberikan kontribusi yang signifikan kepada Badan Penyeleggara Jaminan Sosial dan Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan). Sesuai peraturan kewajiban BUJP untuk membayarkan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebesar 9,34 persen. Di mana BUJP 6.24 persen dan Pekerja 3 persen. Sementara untuk BPJS Kesehatan, BUJP membayarkan sebesar 5 persen, dimana BUJP 4 persen dan pekerja 1 persen.

“Dengan asumsi 50 persen dari total tenaga kerja satpam yang dipekerjakan oleh BUJP maka diperkirakan BUJP telah memberikan kontribusi sebesar 2 Triliun rupiah per tahun untuk penerimaan BPJS Kesehatan dan 4,1 Triliun rupiah per tahun kepada Penerimaan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang menambahkan terkait dengan pemerintah yang memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen mulai 1 Januari 2020 akan berdampak pada banyaknya peserta BPJS Kesehatan menunggak bayar iuran, kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan, peserta BPJS Kesehatan akan beralih ke asuransi swasta dan peserta BPJS Kesehatan akan turun ke kelas yang lebih rendah.

“Saat ini ada karyawan outsourcing yang lebih memilih PPU BPJS Mandiri dan tidak ikut PPU BPJS Badan Usaha di tempat bekerjanya, dimana akibat kenaikan ini para pekerjalah yang terkena dampak langsung seperti kemampuan dayabeli, penambahan anggaran jaminan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, kewajiban BUJP yang diatur UU dan PP terkait iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dirasa telah memberatkan pengusaha karena tidak adanya alternatif lain terkait jaminan atau asuransi pekerja, dimana angka total keduanya adalah sebesar 14,24 persen dari upah.

Menurut Suryawisesa, adanya kenaikan BPJS Kesehatan pada tahun 2020 nanti pasti akan membebani dan meningkatkan biaya operasional perusahaan yang hampir 80 persennya merupakan biaya tenaga kerja, belum lagi pada awal tahun 2020 terjadi kenaikan UMK yang merupakan dasar pengenaan iuran BPJS.

“Berangkat dari masalah ini, maka pengusaha outsourcing dibidang BUJP menyampaikan keberatan terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini tak tepat waktu. Karena kondisi perekonomian saat ini, perusahaan tengah memikirkan untuk bisa survive, sehingga berharap tidak dibebani lagi dengan beban-beban untuk menyelamatkan institusi BPJS Kesehatan, tetapi mengorbankan usaha atau perusahaan yang sedang berusaha untuk survive,” tegasnya.

Suryawisesa berharap, BPJS Kesehatan lebih memperbaiki internal manajemen untuk meningkatkan kepesertaan, pembinaan, pemberian insentif, updating jutaan data kepesertaan yang tumpang tindih, “Penertiban peserta pasif yang tidak membayar iuran dan pemberian sanksi tenaga kerja patuh membayar iuran agar defisit BPJS Kesehatan dapat ditekan,” tuturnya.

ABUJAPI tidak hanya sendiri dalam menyuarakan keberatan terkait kenaikan BPJS Kesehatan ini, ada tiga asosiasi lain yang ikut menyuarakan hal yang sama. Yaitu Asosiasi Perusahaan Klining Indonesia (APKLINDO), Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) dan Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI). “Semoga keberatan kami ini bisa didengar oleh pemangku kebijakan sehingga bisa megurangi beban permasalahan yang ada di seluruh anggota asosiasi yang tergabung ini,” ungkapnya. [fr]

Sekilas ABUJAPI

Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) didirikan pada tanggal 14 Februari 2006. Pendirian organisasi khusus ini dilandasi semangat untuk menumbuh kembangkan wirausaha khususnya jasa pengamanan, sebagai pengemban fungsi Kepolisian terbatas tentang PAM SWAKARSA sesuai pasal 3 UU No. 2 Th. 2002 tentang Kepolisian.

ABUJAPI merupakan “MITRA POLRI” yang bertujuan menghimpun, membina, mengembangkan kemampuan Badan Usaha Jasa Pengamanan yang tangguh dan profesional dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tertib.

ABUJAPI saat ini telah memiliki 26 Badan Pengurus Daerah (BPD) meliputi seluruh provinsi dengan jumlah anggta 2.609 Badan Usaha dan mengelola lebih dari 1,6 Juta PAM SWAKARSA, lebih dikenal dengan Tenaga Satuan Pengamanan (SATPAM).

07 Oct 2019

ABUJAPI Jabar Adakan Gada Utama Angkatan XIII

KSATRIA| Bandung–Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Jawa Barat bersama PT Prima Handanu Bhakti menyelenggarakan Pelatihan Security Manager tingkat Gada Utama Angkatan XIII di Bandung.

Menurut Ketua Umum BPD ABUJAPI Jawa Barat Agus Vickram, SH.,MM kegiatan pelatihan Gada Utama ini sebagai upaya meningkatkan kualitas manager security di wilayah Jawa Barat. “Kegiatan Gada Utama ini mengambil tema ‘Meningkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Security Manager Menuju Pemuliaan Profesi Satpam,” ungkap Agus disela-sela pembukaan pelatihan pada Senin 7 Oktober 2019 di Hotel Asrilia – Bandung.

Menurut Agus, peserta yang mengikuti Gada Utama jumlah 50 orang, dari berbagai latar belakang peserta, antara lain dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), pengguna jasa keamanan dan profesional (umum).

Pelaksanan Gada Utama dibuka oleh Kakor Binmas Baharkam Polri yang diwakili oleh Kasubdit Binkamsa Dit Binpotmas Korbinmas Baharkam Polri Kombes Pol Drs.Sutrisno Dewo Gono Murti. MM dan juga dihadiri oleh Direktur PT. Prima Handanu Bhakti Dra. Tanti Ariyanti, Kasubdit Satpam/Polsus DIT Binmas Polda Jabar AKBP Sunarya, dan jajaran pengurus BPD ABUJAPI Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Kasubdit Binkamsa Dit Binpotmas Korbinmas Baharkam Polri Kombes Pol Drs.Sutrisno Dewo Gono Murti. MM mengatakan pelatihan Gada Utama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Manager Security dalam melaksanakan fungsi sebagai pengemban Kepolisian Terbatas pada level manajerial. [roj]

05 Oct 2019

5 Tips Aman Saat Terjadi Gempa di Ruang Kerja

KSATRIA| Gempa bumi bisa datang kapan saja, tanpa kita tahu kejadiannya. Meskipun jika di daerah tidak rawan bencana alam, jangan pernah mengabaikan gempa bumi. Gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, karena itu tetap waspada.

Bahaya yang mungkin dialami oleh para pekerja ketika gempa bumi terjadi adalah tertimpa komponen struktural bangunan, perabotan, atau barang yang disimpan dengan cara yang salah. Atau bisa saja terbakar oleh api akibat kebocoran gas atau aliran pendek listrik, dan terkena bahan kimia yang berbahaya.

Dilansir dari safetyandhealthmagazine.com, kita bisa mengurangi berbagai risiko di atas jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi di tempat kerja dengan beberapa langkah di bawah ini;

1. Pastikan bangunan tersebut memiliki tempat aman yang bisa didatangi ketika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi. Misalnya di bawah meja yang kokoh atau dinding bagian dalam yang jauh dari jendela.

2. Menjaga agar jarak yang harus ditempuh seseorang untuk berlindung saat gempa bumi terjadi, sesingkat mungkin. Statistik menunjukkan bahwa seseorang yang bergerak setidaknya 10 langkah saat terjadi gempa bumi, kemungkinan besar akan terluka.

3. Berpartisipasi dalam latihan kesiapsiagaan bencana alam. Setiap tempat kerja, terutama jika kamu bekerja di sebuah bangunan yang tinggi, berlantai tinggi, cenderung akan mengadakan latihan kesiapsiagaan bagi para pegawai yang setiap hari datang ke tempat tersebut.

4. Jika memungkinkan, secara teratur latihlah “Jatuhkan, Tutupi, dan Tahan” di area-area yang aman di tempat kerja. Instruksinya berlutut dan jatuhkan diri, lindungi kepala, dan menunggu hingga guncangan berhenti.

5. Membahas tentang berbagai topik umum terkait bencana alam, seperti cara memberikan pertolongan pertama dan cara memadamkan api.

Jika terjadi gempa bumi, sebaiknya tetap berada di tempat yang aman sampai guncangan berhenti dan berhati-hatilah terhadap gempa susulan. Kamu juga harus mengantisipasi terjadi kebakaran, gunakan tangga, bukan lift, dan tetaplah berada di luar bangunan jika kamu sedang berada di luar ruangan saat gempa bumi terjadi, berjongkok, dan tutupi kepala.[roj]

05 Oct 2019

APSI Aceh akan Gelar Rakerda Perdana

KSATRIA| Aceh–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Aceh akan menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang pertama. Hal ini sebagai bentuk dari perintah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi untuk berperan serta dalam Rapat Kerja Nasional yang akan digelar di Batam pada 29-30 Oktober 2019 nanti.

Menurut Ketua APSI Aceh Zuhaimi Agam, pihaknya tengah bersiap untuk menyelenggarakan Rakerda pada 15 Oktober 2019. “Ini merupakan Rakerda APSI Aceh pertama, semoga berjalan dengan lancar,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity.com, Jumat (04/10).

Rencananya, Rakerda akan diikuti oleh seluruh pengurus, utusan anggota satpam dan pengguna jasa satpan dan pihak kepolisian dan dari pihak Pemda Provinsi Aceh. Acara akan dilangsungkan di kantor DPD APSI Aceh.

Sementara itu , Ketua Panitia Rakerda Astoni mengatakan dalam acara Rakerda ini juga akan diselenggarakan seminar dengan pembicara dari Dir Bimas Polda Aceh, Disnaker, Kadin dan dari DPP APSI pusat.

“Dari Rakerda ini kita harapkan dapat beberapa keputusan strategis untuk memajukan APSI dan bahan untuk Rakernas di Batam,” tambah Astoni.

Astoni menambahkan, persiapan terus dilakukan sehingga acara ini mendapat hasil yang maksimal untuk APSI Aceh. Kami berharap semua pengurus dapat menggunakan momen ini  dengan baik, untuk memuliakan satpam dan BUJP di Aceh menuju ke arah proporsianal di era digital ini,” ujarnya. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!