Bravo Satria Perkasa
20 Sep 2019

Agus Nurwijanarko Terpilih jadi Ketua ABUJAPI Jateng

KSATRIA| Semarang–Dalam rangka memperkuat kelembagaan, Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II pada Rabu, 18 September 2019 di Semarang.

Kegiatan Musda ini dibuka langsung oleh Ketua Umum BPP-ABUJAPI Agoes Dermawan, serta dihadiri oleh pengurus pusat ABUJAPI salah satunya Ketua 1 Joko PN Utomo yang sekaligus sebagai Presiden Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP), Ketua Umum BPD-ABUJAPI Jateng  Toes Adi Widaningrat, SH, MM, Ketua DPD APSI Jateng Heru Wibowo, S.Sos, MM, para perwakilan lintas organisasi, dan para direktur BUJP se- Jawa Tengah.

Musda ini digelar untuk memilih ketua umum BPD-ABUJAPI Jawa Tengah yang baru. Untuk memperebutkan kursi ketua ini, ada dua kandidat yang mengajukan diri untuk menjadi ketua ABUJAPI Jateng. Mereka adalah Biter Derivah dan Agus Nurwijanarko, ST.

Setelah melalui proses pemungutan suara yang dipimpin oleh ketua sidang Wintono, S.Pd, akhirnya terpilihlah ketua yang baru yaitu Agus Nurwijanarko, ST dengan perolehan 29 suara, sementara Biter Derivah memperoleh 11 suara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan merasa bersyukur karena acara Musda berjalan dengan lancer. “Kepada ketua yang lama aterima kasih atas peran sertanya selama ini, dan kepada ketua baru, ayo kita jalankan organisasi ini dengan lebih baik lagi. Semoga dengan terpilihnya ketua yang baru ABUJAPI Jateng tambah berkembang lebih baik lagi,” ungkapnya dilansir jurnalsecurity.com.

Agoes menambahkan, ke depan ABUJAPI akan terus bersinergi dengan lintas asosiasi dalam rangka memuliakan profesi satpam ini. Ia berharap, ABUJAPI menjadi rumah besar organisasi security di Indonesia.

Kegiatan Musda berjalan dengan lancer hingga akhir Musda ditutup oleh Kapolda Jateng  yang diwakili oleh Dirbinmas Polda Jateng Drs. Budi Utomo, SH,MH. [roj]

16 Sep 2019

Kabut Asap, BSP Riau dan Kalimantan Kenakan Masker Saat Berjaga

KSATRIA| Riau–Dalam beberapa pekan ini, wilayah Riau dan Kalimantan diselimuti oleh pekatnya kabut asap. Asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan ini telah mengganggu aktivitas warga. Update perkembangan terbaru tanggal 16 September 2019, kabut asap di wilayah Riau dan Kalimantan sudah mulai berkurang.

Meskipun kondisi berkabut asap, tim satuan pengamanan (Satpam) PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Sumatera tetap bertugas menjaga kondisi tetap aman dan terkendali. “Pagi ini kabut asap agak berkurang dibandingkan dengan dua hari lalu, dan untuk operasional alhamdulillah berjalan seperti biasa,” jelas Sutara Komandan Wilayah Sumbangteng (Riau, Sumbar dan Kepri).

Sementara itu Head of Area BSP Kalimantan Aris Wahyono menjelaskan, kondisi di wilayah Kalimantan terpantau mulai normal. Kabut asap yang beberapa hari menyelimuti wilayah Kalimantan berangsur berkurang.

“Secara umum masalah kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kalimantan terpantau normal hanya menggunakan masker untuk kesehatan, sampai pukul 09.30 wita udara di Balikpapan sudah terang dan penerbangan normal,” jelasnya.

Kedua wilayah, baik di Sumbangteng dan Kalimantan tetap menghimbau kepada seluruh anggotanya agar menggunakan masker untuk menghindari asap yang bisa mengganggu kesehatan. Sehingga operasional BSP dalam melayani pengguna jasa dapat berjalan dengan normal. [far]

15 Sep 2019

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

13 Sep 2019

Satpam BSP Nobar Film Gundala Bersama ABUJAPI

KSATRIA| Jakarta– Tidak seperti biasanya, Senayan Plaza XXI berseliweran orang-orang berbaju biru putih dan biru. Mereka adalah para satpam yang sedang menunggu jam tayang film Gundala. Ada sekitar seratus satpam dari berbagai BUJP siap nobar film Gundala.

Kegiatan nobar film Gundala ini diselenggarakan oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) di bioskop Senayan Plaza XXI pada Kamis, 12 September 2019 pukul 16.30 bersama sekitar seratus petugas satuan pengamanan (Satpam).

Di antara ratusan satpam yang hadir, sebagian adalah satpam PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang berjumlah 12 orang. Keberadaan satpam BSP ini langsung dikomandoi oleh Presiden Direktur BSP, Joko PN Utomo.

Menurut Joko yang juga Ketua 1 Bidang Organisasi di ABUJAPI ini, kegiatan ini untuk mengambil intisari dari film yang menggambarkan tugas seorang security yang ternyata juga sebagai Gundala. Kisah-kisah heroik sang lakon harus menjadi inspirasi para satpam yang melihatnya.

“Kami bersama 12 satpam hadir bersama satpam-satpam dari BUJP lain, keakraban ini bisa memberikan rasa kebersamaan antar satpam,” katanya.

Nobar film Gundala ini juga mengundang personil dari Mabes Polri, lintas asosiasi security dan pemilik BUJP. Hadir Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Ricky F Wakanno, Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto, Asia Pacific Security Association ( APSA) Abraham Soedira dan pengurus BPP ABUJAPI.

Sebelum acara nobar, para pemeran di film Gundala menyampaikan terimakasih kepada ABUJAPI karena telah mengajak para satpam untuk ikut menonton film yang memang sosok Sancaka yang berjuluk Gundala ini adalah berprofesi sebagai satpam di perusahaan media.

Sementara itu, Drs Ricky F Wakanno memberikan apresiasi atas ditayangkannya film Gundala ini, ia berharap film ini memberikan pesan kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap tindak kejahatan di sekitarnya.

Ricky juga berharap film Gundala ini bisa menjadi inspirasi bagi para satpam dalam menjalankan tugasnya. Pesan dalam film Gundala ini, bahwa sebagai satpam harus peduli dengan lingkungan sekitarnya. “Kalau di luar ada Avanger, maka di sini ada Gundala,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity.com. [roj]

 

 

 

 

 

 

11 Sep 2019

ABUJAPI akan Adakan Nobar Film Gundala Bersama Satpam

KSATRIA| Tangerang–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) akan menggelar nonton bareng (Nobar) film nasional berjudul ‘Gundala’ bersama ratusan satuan pengamanan (Satpam) di  Bioskop Plasa Senayan XXI Jakarta, Kamis (12/9) sore.

Menurut Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Dermawan, kegiatan hiburan ini dalam rangka branding dan sosialisasi keberadaan ABUJAPI kepada para satpam dan masyarakat umum. “Kami akan terus bangun komunikasi untuk sosialisasi ABUJAPI kepada masyarakat agar semakin mengenal organisasi ini,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity.

Kegiatan Nobar film Gundala ini bukan tanpa sebab, tambah Agoes, karena pemeran utama bernama Sancaka atau sang Gundala adalah seorang satpam yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

“Karenanya kami tidak salah memilih film Gundala pada kegiatan nonton bareng ini, karena banyak pelajaran yang bisa diambil oleh para satpam dalam adegan film yang menonjolkan sosok satpam pembela kebenaran ini,” katanya.

Sementara itu Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang mengatakan, sebagai apresiasi atas tayangnya film Gundala yang berlatar belakang seorang satpam ini, ABUJAPI telah memesan 100 kursi yang akan diisi oleh para satpam di Bioskop Plasa Senayan XXI Jakarta. “Semoga film ini bisa memberi inspirasi bagi para satpam dalam menjalankan tugas-tugasnya di lapangan,” ujarnya.

Nobar film besutan Joko Anwar ini juga dihadiri oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Ricky F Wakanno, segenap pengurus ABUJAPI, BUJP dan para satpam dari berbagai BUJP di Jakarta.

Sebelum acara nobar digelar, ada penyerahan cindera mata dari PH Gundala kepada pihak ABUJAPI, begitu juga foto bersama pemeran utama Gundala yang diperankan oleh Abimana Aryasatya. Selamat Nobar! [fro]

 

 

03 Sep 2019
evakuasi-bsp

Konflik Papua, BSP Bersinergi dengan TNI & Polri Jaga Aset Klien  

KSATRIA| Makassar–Papua sempat memanas dalam sepekan terakhir, berbagai demonstrasi terjadi di beberapa kota seperti di Jayapura, Manokwari, Sorong dan lain sebagainya. Beberapa asset Negara juga menjadi amuk massa yang menyebabkan kerugian tidak sedikit.

Menyikapi demonstrasi yang terjadi di beberapa kota di Papua, Head of Area Indonesia Timur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Sarwo Hadi menjelaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan keamanan di Papua ini. “Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak TNI dan Polri sebagai mitra kami dalam pengamanan ini,” ungkapnya.

BSP Indonesia Timur, tambah Sarwo, sebagai perusahaan jasa pengamanan ini akan tetap menjalankan tugas-tugasnya dalam menjaga asset perusahaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena itu, BSP selalu berkoodinasi dengan pihak keamanan untuk mengupdate situasi yang ada.

Bahkan untuk menjaga kondusivitas area klien, para petugas satpam BSP masih tetap berjaga mengamankan asset perusahaan. Tak hanya itu, anggota TNI yang bermitra dengan BSP juga mendistribusikan sembako untuk para satpam BSP yang sedang bertugas.

Sarwo Hadi juga menambahkan, pihaknya juga turut mengevakuasi beberapa klien BSP yang ingin ke bandara Sentani menuju ke Makassar. “Kami selalu berjaga untuk keamanan para klien dalam situasi apapun, karena itu komitmen,” tegasnya.

“Berita hoax banyak menyelimuti dunia medsos yang memprovokasi saudara-saudara di Papua sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi di beberapa kota besar di Papua dan Papua Barat,” kata salah satu Pengurus Asosiasi Profesi Satpam Indoneisa (APSI) ini.

Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi sudah hampir tidak terjadi karena ajakan atau himbauan dari beberapa orang, setelah melihat apel siaga yang dilakukan oleh pasukan Brimob dan TNI dengan jumlah besar, “Kelompok-kelompok kecil dibeberapa titik yang biasa menjadi titik kumpul pendemo, akhirnya bubar pelan-pelan,” terangnya.

Sarwo Hadi berharap kejadian yang merugikan banyak pihak ini dan kejadian anarkis di tanah Papua dan Papua Barat karena akibatnya sangat merugikan bagi semua pihak semoga tidak akan terjadi lagi. “Jangan ada lagi yang mudah terprovokasi dengan adanya berita-berita hoax di medsos sehingga tidak menyulut emosi golongan tertentu,” tegasnya. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!