Bravo Satria Perkasa
21 Aug 2019

ABUJAPI Gagas Sinergi Asosiasi Security di Indonesia    

KSATRIA| Jakarta–Tema besar dalam Munas ke-3 Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) di Semarang beberapa waktu lalu adalah memperkuat hubungan kelembagaan dalam upaya pengembangan Industrial Security di Indonesia.

Untuk mewujudkan penguatan kelembagaan ini, ABUJAPI mengundang asosiasi-asosiasi security dalam Rapat & Silaturahim Kepengurusan BPP ABUJAPI masa bakti 2019-2024 di Kantor BPP ABUJAPI, Rabu (21/8/2019).

Nampak hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto, Asia Pacific Security Association ( APSA) Abraham Soedira, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) Inne Yuanizza, dan Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) Sanny Suharly.

Menurut Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan sudah saatnya asosiasi-asosiasi security bisa duduk bersama untuk bersinergi. “Industrial security tidak bisa jalan sendiri-sendiri, tetapi salaing bersinergi,” ungkap Agoes Dermawan membuka rapat dan silaturahim di Jakarta seperti dilansir Jurnalsecurity.com.

Agoes memberikan contoh, misalnya APSI memiliki program nasional bisa bersinergi dengan asosiasi lain untuk saling menguatkan, baik itu yang ada di pusat maupun di daerah. “BPD ABUJAPI di daerah siap bekerjasama untuk program kegiatan,” ujarnya.

Ada tiga di ABUJAPI yang akan dikembangkan dalam waktu dekat. Pertama, kekuatan kelembagaan. “Kami akan memperkuat dengan stakeholder terkait seperti dengan Polri, Kadin atau Apindao. Jadi kami akan memperkuat hubungan ini,” tegasnya.

Kedua, kerjasama dengan hubungan ketenaga kerjaan di Kemenaker, misalnya mempertegas  persoalan bisnis outsourcing yang selama ini belum banyak mengerti bagaimana hubungan kerja ini. Selain itu, ABUJAPI telah menjadi anggota luar biasa Kadin, di mana Kadin akan memfasilitasi yang berhubungan dengan pengembangan ABUJAPI ke depan.

Ketiga, menjalin kerjasama dengan BPJS tenaga kerja. Kerjasama ini kita jalankan program dengan melibatkan BPD dan BUJP.

Agoes juga menambahkan bahwa ABUJAPI bisa menjadi rumah besar bagi asosiasi-asosiasi security di Indonesia. Bahkan ABUJAPI juga akan membuat program pendidikan bernama ABUJAPI Learning Center.

“Learning center ini penting untuk memberikan pencerahan kepada BUJP-BUJP yang masih belum maksimal mengelola BUJP, karena banyak di daerah yang tidak memahami mengelola BUJP, mereka harus diberdayakan, sehingga anggota ABUJAPI mendapatkan manfaat daro program ini,” jelasnya.

Program lainnya adalah pemuliaan profesi satpam, salah satunya dengan memberikan jalan untuk para satpam yang belum mengikuti pelatihan gada pratama dengan cara dibiayai oleh bantuan vokasi dari BPJS tenaga kerja.

“Kalau satpam ikut gada pratama biaya sendiri cukup memberatkan. Kami sudah memberikan peluang BPJS untuk memberikan vokasi sampai akhir tahun sebanyak 20.000 personil, karenanya gada pratama nantinya bisa dicover oleh BPJS,” tegasnya.

Bukan hanya dari vokasi BPJS, tapi juga ada peluang lain dari Kementerian Tenaga Kerja, di mana ada bantuan vokasi sebesar 14 juta per orang. Dana bantuan ini nantinya bisa digunakan untuk pendidikan anggota satpm yang belum ikut gada pratama.

ABUJAPI ke depan juga akan menjajaki dengan dunia pendidikan. Salah satunya dengan Akademi Ilmu Kepolisian untuk membuat prodi kajian manajemen security. “Program ini tidak bisa berjalan sendiri tapi harus sinergi semua asosiasi kesatpaman.  Kita bisa saling menguatkan untuk pemuliaan satpam ke depan,” tuturnya. [roj]

 

 

20 Aug 2019

Ksatria dari Makassar Peraih Best Excellence 2018

KSATRIA| Jakarta–Nada biacaranya jelas, tegas dan mudah dipahami, saat tim media BSP menghubungi pria yang baru saja meraih penghargaan sebagai sekuriti terbaik 2018. Ya, anggota sekuriti BSP wilayah Makassar, ini baru saja menyabet gelar prestasi sebagai sekuriti terbaik tahun 2018 dalam ajang penghargaan BRI Excellence  Award Tahun 2018 kategori Satpam.

“Iya Pak, maaf saya lagi di Malaysia mengikuti public course sama teman-teman pemenang BRI Excellence Awards 2018,” paparnya melalui sambungan teleponnya belum lama ini.

Saat itu Ahmad tengah berada di negeri Jiran Malaysia. Ia baru saja mendapatkan kesempatan mengikuti public course dan branchmark ke beberapa instansi perbankan di Malaysia bersama pemenang BRI Excellence Award 2018. Kegiatan bertajuk BRI Excellence Award kategori Employee Non Marketing dan Best Culture, tersebut berlangsung pada tanggal 5 – 9 Agustus 2019. Ahmad belajar tentang komunikasi skill, branchmarking, dan tak ketinggalan agenda city tour ke beberapa kota favorit di Malaysia.

PT Bravo Satria Perkasa (BSP) tak pernah kehabisan para ksatria penjaga dengan berbagai talentanya di bidang pengamanan. Disela-sela makan malam di restoran favorit Malaysia, Ahmad menjelaskan sejak hari pertama ia melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan bidang financial yang cukup maju. Dilanjutkan ke Maybank, untuk branchmar lalu ke kota Penang dan Kuala Lumpur.

Pria kelahiran Makassar, 5 September 1985 ini belajar tentang financial teknologi yang menjadi tambahana wawasan keilmuan bertugas sebagai sekuriti di perbankan, selain komunikasi skill. Acara ini diikuti 13 orang yang semuanya adalah pemenang lomba dalam beberapa kategori dari beberapa wilayah di Indonesia.

Seperti diketahui, tahun 2018 Ahmad mengikuti kompetisi sekuriti terbaik dari beberapa  anggota sekuriti yang bertugas di BRI. Dimulai dari tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) mereka yang lolos akan masuk tingkat nasional. Kriteria peserta lomba pun cukup ketat. Diantaranya, pernah terpilih sebagai the best frontline dalam dua tahun terakhir, menjadi peserta smart competition minimal tingkat Kanwil, tidak sedang terindikasi kasus dan memiliki masa kerja minimal 2 tahun. Semua kriteria itu ada pada sososk Ahmad yang memang sering dipercaya untuk  mewakili cabang dalam beberapa kompetisi.

Dalam ajang Best Excellence BRI 2018, lanjutnya, masing-masing peserta sekuriti diuji penguasaan tentang produk knowledge dan komunikasi skill. Konsep perlombaannya, menurut Ahmad dilakukan dengan format cerdas cermat yang diikuti 19 kanwil seluruh Indonesia.

“Anggota akan diuji kecepatan menjawab pertanyaan dari panitia lomba. Sangat seru sekali dan lomba finalnya di JCC (Jakarta Conventional Center),” paparnya.

Untuk itu sejak jauh-jauh hari, Ahmad mempersiapkan khusus tentang produk knowledge dan komunikasi skill. Kompetisi paling menantang, lanjutnya, semua peserta akan dnilai kinerjanya sehari-hari. Nantinya peserta kompetisi ini akan dipantau oleh tim pemantau khusus selama beberapa waktu, yang tidak diketahui keberadaan penilainya dan kapan peninjauannya. Sehingga semua peserta benar-benar harus selalu siap bertugas setiap harinya dengan kedisiplinan dan memaksimalkan skill.

Suami dari Madina, ini mengaku bangga bisa bekerja dengan baik, sampai bisa mengalahkan peserta dari beberapa wilayah termasuk dari Jakarta. Baginya, pengalaman ini setidaknya menjadi pelajaran  berharga bahwa, anggota sekuriti harus selalu bekerja sebaik-baiknya dimana saja dan kapan saja.

Kuncinya, lanjut ahmad, mencintai dan menyukai pekerjaan yang diterima, kalau bisa nasabah selalu mendapatkan pelayanan maksimal agar merasa terlayani dan mencari-cari pelayanan seperti yang mereka inginkan.

Disamping itu juga harus terus mengupdate ilmu pengetahuan, skill komunikasi dan kesopanan. Menurutnya, sertiap orang memiliki cara bemaca-macam, tapi yang penting bangga dan senang dengan pekerjaan yang diterimanya.

Salah satu yang membanggakannya, selain bisa melayani nasabah yang berdampak pada kemajuan pelayanan, juga bisa meraih prestasi dari BRI Excellence. Apalagi melayani dan berkomukasi dengan nasabah merupakan hobinya.

Ahmad tak menampik sebagai anggota sekuriti dirinya dituntut juga memberikan rasa aman kepada siapa saja yang berada di wilayahnya. Terkadang ancaman itu bisa muncul dari luar, yang jelas, menurutnya, sebelum mengemban tugas kerja harus memiliki persiapan matang baik skill individu, usaha persuasive dan preentif agar semuanya terciptakan situasi aman dan nyaman.

Apalagi menurutnya, BRI Makassar termasuk kantor pelayanan yang sibuk. Sehingga seorang sekuriti tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan tapi juga memberikan pelayanan yang menyenangkan.  Menurutnya, anggota sekuriti yang ditugaskan di perbankan harus mengedepankan kesabaran sebab setiap nasabah memiliki karakter berbeda-beda. Dengan kesabaran, tambahnya, anggota sekuriti akan bisa lebih maksimal menjalankan tugasnya sekaligus mengurangi risiko kekecewaan pelanggan.

“Semua pekerjaan ada resikonya, kalau kita sudah punya persiapan Insya Allah semua tantangan bisa dilewati,” paparnya.

Ayah dari Muh Dzakir Rizkullah dan Muh Fahmi Dzikrullah ini dulunya tak terfikir menjadi sekuriti. Sejak lulus SMA, cita-citanya ingin menjadi polisi. Tahun 2005, Ahmad mengikuti seleksi polri tapi tidak lolos. Karena harus menunggu 1 tahun yang terlalu lama, lanjutnya, Ahmad memilih bekerja di perusahaan sekuriti di PT Cindi yang bertugas di Bank NISP.

Profesi ini ia tekuni sampai pada tahun 2010 menjadi anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa (BSP). Berbekal sertifikat gada pratama yang dimilikinya, Ahmad menjalani tugas sebaik-baiknya.

Tentu ia merasakan adanya perbedaan di perusahaan sekuriti tersebut. Diantaranya, Ahmad mengakui bahwa kerja di BSP yang berkantor pusat di Jakarta Timur tersebut, ada hubungan keakraban antara anggota dan pimpinan sekuriti. Dengan atasan seperti keluarga sendiri, namun tetap menjaga profesionalitas.

Selain itu, lanjutnya, di BSP selalu terbuka kesempatan bagi anggota sekuriti meningkatkan talentanya dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan instansi dan mitra kerjasama. Tak heran jika Ahmad sudah mengikuti perlombaan sampai meraih 6 penghargaan diantaranya  berhasil meraih Best Excellence tahun 2018.

Tentu dengan prestasi yang diraihnya tidak membuat dirinya jumawa. Pria yang hobi berolahraga main bola dan tenis meja, ini hanya berusaha menjalani tugas terbaik dari BSP dan ingin menjadi kebanggaan keluarganya.

Baginya, sekuriti adalah pekerjaan mulia. Dari tugas yang diembannya, selalu berkaitan dengan pelayanan, keamanan dan kenyamanan, ketika bisa melayani orang lain dengan baik, dan bisa menjaga kemananannya, disitulah wujud kemanfaatannya.

“Profesi sekuriti juga tak kalah dengan profesi lainnya, meraih juara dan bisa jalan-jalan ke luar negeri serta hadiah uang tunainya,”akunya bangga.

Ia berpesan kepada anggota lainnya, cintailah pekerjaaan itu, jalani dengan suka cita, dan berprestasi dimana saja dan kapan saja selama kesempatan itu ada kesempatan. Disamping itu, sekuriti juga harus terus belajar agar bisa meningkatkan diri ke jenjang lebih baik dan memaksimalkan diri berperan sebagai ksatria penjaga untuk semua orang yang membutuhkannya.

“Semoga kedepannya bisa lebih baik, BSP bisa terus maju dan kompak, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.[muh]

Translate »
error: Content is protected !!