Bravo Satria Perkasa
24 Jul 2019

Perpol dan Perkaba tentang Satpam akan Segera Terbit

KSATRIA| Jakarta–Untuk disebut sebagai profesi yang mulia dan membanggakan, satuan pengamanan (Satpam) menurut Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno agar satpam terus meningkatkan profesionalismenya.

Ricky menyebut setidaknya ada tujuh karakter satpam yang professional. Ketujuh karakter itu adalah: kompeten di bidang keamanan; mengikuti asosiasi profesi keamanan; bekerja sesuai kode etik satpam; memiliki sertifikasi kompetensi satpam; bekerja secara penuh; mengetahui secara detail cara terbaik tentang security; dan mampu mengambil keputusan yang mandiri dan independen.

Dalam kaitannya dengan upaya memuliakan profesi satpam dan menegaskan posisi satpam sebagai sebuah profesi, maka Polri akan menerbitkan Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Sistem Pengamanan Swakarsa 2019 dan Peraturan Kabaharkam (Perkaba) tahun 2019 tentang Satuan Pengamanan, Badan Usaha Jasa Pengamanan, Pengguna Jasa Satuan Pengamanan dan Asosiasi.

“Saat ini draft Perpol memasuki tahap akhir yaitu pengharmonisan oleh Kemenkumham RI yang ditargetkan paling lambat Agustus 2019 sudah diundangkan,” ungkap Ricky dalam seminar yang digelar Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) tentang pemuliaan satpam di arena Indo Security 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (18/07) lalu.

Ricky menyebutkan, Perpol dan Perkaba itu dibuat agar anggota Satpam diakui sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang security. Aturan baru itu juga dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan martabat Satpam agar lebih percaya diri.

Dalam hubunganya dengan kesejahteraan satpam, Perpol dan perkaba itu juga dapat dijadikan sebagai acuan yang obyektif untuk menentukan reward dan punishment; promosi/demosi dan PHK; dan memperjelas sistem upah dan remunerasi. Sehingga diharapkan profesi satpam bukan lagi sebagai obyek melainkan subyek dalam industrial security. [roj]

24 Jul 2019

Konsekuensi Ketika Satpam menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Ardi Rudanto sepakat profesi Satpam harus dimuliakan. Mulia yang dimaksud Ardi adalah dengan cara mengangkat derajat Satpam dan menjadikan lebih terhormat. Selain itu Satpam juga harus mempunyai nilai lebih tinggi.

“Kemuliaan adalah mengangkat derajat lebih tinggi. Menempatkan profesi Satpam ke derajatnya yang lebih tinggi,” ungkap Rudanto dalam seminar tentang pemuliaan profesi Satpam yang digelar APSI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis sore 18 Juli 2019.

Menurut Rudanto, Satpam tergolong sebagai profesi. Sebab pekerjaan seorang Satpam dilakukan secara profesional dan merupakan sumber penghasilan.

“Kalau segala sesuatu yang dilakukan secara profesional pasti ada value (nilai) di situ. Value itu macam-macam. Kalau jadi Satpam, jadilah yang terbaik,” ungkap Anggota Tim Perumus Revisi Perkap 24 Tahun 2007 itu.

Ardi juga menegaskan, setidaknya ada empat konsekuensi menjadikan Satpam sebagai profesi yang mulia. Keempatnya adalah harus ada jenjang peningkatan karier, remunerasi yang memadai sesuai tingkatannya, memiliki jaminan untuk hari tua dan memiliki kesetaraan hak sesama profesinya.

“Saya agak tertegun sedikit dengan yang akan dilakukan Polri dan asosiasi pengguna Satpam, asosiasi profesi Satpam dan Kemenaker yang akan berembug untuk menentukan profesi Satpam ke depan. Kalau itu bisa terjadi ‘this right’, akan mengejutkan betul di dunia sekuriti,” katanya.

Selain Ardi Rudanto, bertindak sebagai narasumber seminar APSI tentang pemuliaan Satpam adalah Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno dan Ketua Umum DPP APSI HA Azis Said.

21 Jul 2019

Mendesain Sistem Keamanan Gedung Perkantoran

KSATRIA| Ketersediaan ruang kantor di Jakarta makin tahun makin banyak jumlahnya. Tingkat okupasi terus mengalami penurunan. Tingkat persaingan antar gedung makin kompetitif. Masing-masing pengelola gedung menetapkan strategi untuk menarik perhatian penyewa. Mulai dari pemberian harga sewa miring, fasilitas lengkap hingga jaminan keamanan yang baik.

Khusus untuk bagian yang terakhir sering kali dilupakan, padahal jaminan keamanan gedung sama artinya dengan jaminan ketenangan saat bekerja dan meninggalkan aset di kantor. Untuk itu Robert Thomas, Direktur Keamanan Harbor East Management Group, LLC yang berada di Baltimore, Maryland, AS seperti yang diunggah oleh sewakantorcbd.com pernah memberikan sejumlah tips bagaimana menciptakan sistem keamanan gedung yang baik.

Berikut sistem keamanan yang diterapkan oleh perusahaan di luar negeri, yang juga menjadi standard international di gedung perkantoran Jakarta. Mari simak ulasannya!

  1. Buat perencanaan program keamanan gedung

Setiap gedung perkantoran harus memiliki perencanaan program keamanan. Yang menjadi hal utama dalam perencanaan program keamanan adalah segala sesuatu yang menjadi prioritas penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas keamanan di dalam gedung.

Bila masalah keamanan yang menjadi prioritas utamanya adalah sumber daya manusia maka yang harus mendapat perhatian adalah jumlah dan kualitas tenaga keamanannya. Kemudian untuk di beberapa titik didukung oleh alat teknologi sebagai bantuan. Walaupun memang hal ini sangat tergantung dari dana yang tersedia.

  1. Tetapkan dari mana sumber daya manusia berasal

Setiap pengelola gedung perlu dipertimbangkan dari mana sumber tenaga keamanan didapatkan. Apakah diperlukan untuk menyewa tenaga kontrak seperti outsourcing ataukah merekrut karyawan sendiri? Masing-masing memiliki sisi kelebihan dan kekurangan sendiri.

Bila merekrut karyawan secara swadaya akan diperlukan tenaga ekstra untuk melatih dan mendidiknya. Belum lagi bila ada masalah yang berurusan dengan ijin, cuti dan lain sebagainya.

Namun bila memutuskan bekerja sama dengan perusahaan penyedia tenaga kerja untuk keamanan, perlu diperhatikan apakah ada jaminan bahwa tenaga keamanan yang kita inginkan dapat memberikan loyalitas optimal terhadap kondisi keamanan yang kita harapkan atau tidak.

  1. Menetapkan tugas dan tanggung jawab seorang petugas keamanan

Baik itu karyawan sendiri ataupun tenaga outsourcing, yang perlu diperhatikan adalah apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab. Pastikan bahwa tanggung jawab dan tugas setiap petugas keamanan tidak melebihi apa yang mampu dilakukan. Misalnya Anda memaksakan seorang petugas keamanan berjaga selama 24 jam tanpa ada pergantian.

Perhatikan pula, bagaimana cara mengenali seorang petugas keamanan. Apakah seragam yang dipakainya sudah mematuhi aturan atau belum?

Apa saja peralatan yang wajib menjadi dikenakannya selagi bertugas. Misalnya perlukah tongkat, pluit, atau semacam senjata guna melindungi diri dan aset perusahaan. Termasuk juga melindungi pegawai perusahaan lain.

  1. Menetapkan tugas jaga

Perlu diperhatikan pula terhadap reaksi seorang petugas keamanan dalam menginspeksi ruangan kantor dan sekitarnya. Apakah telah ditetapkan aturan jaga keliling ataukah ada jam-jam tertentu dimana seorang petugas keamanan wajib mengisi data dan menandatangani formulir khusus saat memasuki area wilayah tertentu.

Tugas jaga tiap petugas keamanan harus dibuat secara bergantian. Jangan sampai melebihi batas kemampuan petugas keamanan. Pergantian jaga antar petugas juga harus ditetapkan secara ketat.

  1. Akses keluar masuk ke dalam kantor

Demi menjamin tingkat keamanan yang tinggi diperlukan adanya satu peraturan untuk menentukan jalan keluar masuknya setiap karyawan atau pengunjung. Jangan sampai gedung perkantoran memiliki banyak akses masuk. Jika hal demikian terjadi, bisa dipastikan tingkat keamanan kantor sangat buruk.

Mendesain pintu dengan tingkat keamanan yang tinggi diperlukan cara tersendiri. Apakah pintu keluar masuk hanya menggunakan satu arah atau bisa bolak balik.

Bagaimana dengan desain pintu? Apakah pintu besar dengan kunci ditengah atau menggunakan pintu besar yang berputar seperti di gedung pada umumnya? Yang jelas, model dan desain pintu juga jadi poin penting dalam keamanan gedung.

  1. Peraturan terhadap tamu kantor

Setiap tamu yang hendak memasuki ruangan kantor perlu diperhatikan dengan seksama. Bagaimana cara pengaturan yang sesuai terhadap tamu.

Apakah perlu dilakukan secara aturan yang baku ataukah cukup dengan lisan saja. Ini semua tergantung dari tingkat keamanan di luar lingkungan kantor, lalu kemudian ditetapkan dan dibakukan dengan aturan kantor.

Bila dirasa memang diperlukan, maka akses setiap tamupun perlu dibatasi. Apakah diperlukan adanya penahanan kartu identitas selama berada dalam kantor. Apakah perlu petugas keamanan mendampingi tamu yang diberi akses masuk ruangan atau tidak. Semua tergantung dengan kebijakan dan lingkungan kantor.

  1. Fungsi lift dan tangga

Lift dan tangga merupakan jalan masuknya seseorang menuju ruangan di lantai yang lain. Apakah semua orang mempunyai akses ke setiap lantai? Apakah ada peraturan yang tertulis bahwa tidak semua orang bahkan karyawan sekalipun boleh memasuki sebuah lantai yang diberi tanda private?

 

Terkadang masalah timbul apabila peraturan tidak atau belum tertulis dengan jelas. Sehingga tidak mustahil apabila timbul kesalahpahaman di kemudian hari. Alangkah baiknya bila semua penyewa kantor mengetahui bagaimana aturan kantor ditetapkan.

  1. Pintu dalam ruangan kantor

Bahkan untuk sebuah kantor yang sudah diberi label aman sekalipun, semua pintu keluar masuk belum tentu benar-benar aman.

Perhatikan akses keluar ruangan, apakah diperlukan sebuah cara khusus untuk menutup pintu. Terkadang karyawan agak sedikit terburu-buru sehingga pintu tidak tertutup dengan sempurna.

Perhatikan potensi kerawanan apabila hal itu terjadi. Akan lebih baik setiap petugas keamanan memastikan semua pintu tertutup dengan benar setelah semua pegawai kantor meninggalkan gedung.

  1. Akses lahan parkir

Keamanan tidak hanya meliputi ruangan dalam saja. Lahan parkirpun perlu mendapat perhatian yang sama besarnya.

Perlu diperhatikan berapa kapasitas kendaraan yang dapat tertampung. Lalu apakah ada lahan yang berbeda antara motor dan mobil?

Sebagai faktor terpenting dalam kenyamanan penyewa gedung, sistem pendataan kendaraan yang memasuki wilayah kantor. juga harus terorganisir dengan baik. Terapkan sistem mengindentifikasi pengemudi yang membawa kendaraan masuk dan pengemudi yang membawa kendaraan keluar.

Akhirnya, apa yang paparkan oleh Robert Thomas di atas sebenarnya hanyalah hal mendasar yang seharusnya ada pada setiap kantor. Anda bisa menambahkannya sendiri misalnya dengan memasang CCTV dan lain sebagainya. Namun setidaknya sistem keamanan gedung kantor yang sangat mendasar ini sudah sepatutnya diterapkan oleh setiap gedung di Jakarta, agar tingkat keamanan tak perlu diragukan lagi. []

21 Jul 2019

APSI Komitmen Jadikan Satpam sebagai Profesi

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar seminar tentang profesi satuan pengamanan (Satpam) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.

Seminar dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono yang diwakili oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. A Azis Said mengatakan, seminar APSI ini merupakan bagian dari pelaksanaan Indosecurity 2019 Expo and Forum yang dilaksanakan di JCC Senayan, pada 17-19 Juli 2019.

Garis besar pelaksanaan seminar ini, kata Azis, adalah keinginan untuk menjadikan Satpam sebagai profesi yang membanggakan.

“Satpam bagi sebagian orang masih menjadi pekerjaan yang kurang membanggakan. Oleh karena itu Polri dan Asosiasi bertekad menjadikan pekerjaan satpam ini sebagai profesi Satpam, dimana diperlukan pendidikan dan latihan yang lebih profesional dan dapat di-upgrade,” kata Azis saat memyampaikan sambutan.

Selain itu, lanjut Azis, pihaknya juga mengusulkan agar ada pembedaan antara satpam modern atau industri dengan satpam tradisional atau lingkungan. “Baik nama, seragam dan pendidikannya,” kata dia seperti dilansir Jurnal Security.

Terkait dengan regulasi yang memayungi profesi Satpam, Azis juga menyampaikan bila seminar ini untuk mendorong lahirnya aturan baru di bidang industri pengamanan (security industries). Sebab aturan yang saat ini dimiliki, yakni Perkap No. 24 Tahun 2007 sudah lama direncanakan diganti.

“Kami berharap Peraturan Kepolisian (Perpol) dan Perkaba itu bisa terbit tahun ini,” harapnya. [[roj]

19 Jul 2019

Agoes Dermawan Terpilih sebagai Ketua Umum ABUJAPI

KSATRIA| Semarang–Musyawarah Nasional Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) yang berlangsung selama dua hari, 17-18 Juli 2019 di Semarang menetapkan Agoes Dermawan sebagai Ketua Umum ABUJAPI periode 2019-2024 menggantikan ketua sebelumnya, Budi Rianto.

Keputusan ini diambil setelah pemilihan yang dilakukan secara demokratis menghasilkan suara terbanyak yakni 12 suara atas nama Agoes Dermawan, sedangkan 10 suara atas nama Budi Rianto dan Joko Utomo tidak ada suara.

Dalam kata sambutannya, Agoes mengajak kepada seluruh pengurus baik yang ada di BPP dan BPD untuk lebih menguatkan sinergi guna membangun BUJP yang terus berkembang.

“ABUJAPI harus kuat dan bermartabat, itulah moto saya. Kalau kita kuat dan bermartabat maka satpam akan sejahtera,” ungkapnya, Kamis (18/7) malam.

Dalam tiga puluh hari pertama, Agoes akan membentuk kepengurusan yang melibatkan BPD sehingga menjadi kekuatan yang bisa menjalankan roda kepengurusan. “Jika dalam pengurusan saya ada kesalahan, dengan senang hati langsung diingatkan. Berilah kekuatan dari kebersamaan ini, lupakan kubu-kubu kemarin. Sekarang kita BUJP yang satu bersinergi,” ujarnya.

Agoes menambahkan hubungan emosional BPP dan BPD harus lebih ditingkatkan sehingga melahirkan kekuatan atas sinergi tersebut. “Disinilah kita berkembang disinilah BUJP menyejahterakan satpam,” tuturnya. [roj]

19 Jul 2019

Kabaharkam Condro Kirono: Keamanan bukanlah Cost tapi Investasi

KSATRIA| Semarang- Musyawarah Nasional Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) ke-3 di Hotel Gumaya Tower Semarang pada 17-18 Juli 2019 ini mengusung tema “Melalui Munas ke-3 ABUJAPI, Kita Perkuat Hubungan Kelembagaan dalam Upaya Pengembangan Industrial Security di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Drs. Condro Kirono MM, M.Hum, berharap agar Munas ke-3 ini bisa saling memberikan penguatan kepada asosiasi, kepolisian dan ketenagakerjaan sehingga upaya memuliakan profesi satpam bisa terwujud. “Inilah sinergi penguatan kelembagaan sehingga satpam menjadi profesi yang mulia,” kata Condro Kirono, Kamis (18/7).

Condro juga menambahkan bahwa keamanan bukanlah cost bagi perusahaan melainkan investasi. Pihak kepolisian juga akan terus menyosialisasikan akan pentingnya keamanan bagi investor, sehingga mereka merasakan keamanan dalam berinvestasi.

“Saya baru dua bulan di Kabaharkam, saya ingin mendaptkan masukan dari Abujapi termasuk asosiasi lain di bidang security. Sinergi kepolisian, asosiasi security bisa memuliakan profesi satpam,” ungkapnya seperti dilansir Jurnal Security.

Salah satu agenda utama dari Munas ke-3 ini adalah pemilihan ketua umum Abujapi, karena itu Condro berharap, pengurus yang baru nanti adalah sosok yang punya visi dan misi yang bisa memuliakan profesi satpam, sosok yang bisa mengangkat profesi ini sehingga diakui di kalangan perusahaan multinasional. “Sosok yang bisa memiliki human relation yang kuat dengan kepolisian, ketenagakerjaan, baik dengan anggota-anggota DPD juga,” tuturnya.

Condro juga berharap, ketua terpilih nanti bisa menjadikan anggota atau ketua bidang masing-masing bisa memiliki kompetensi, tidak harus orang dalam, bisa orang luar yang memiliki keilmusn soal keamanan, misalnya dari UI, PTIK atau perguruan tinggi lain.

“Untuk kita ajak menularkan ilmunya. Jadi punya kompetensi yang baik, dan jika ada kegiatan ke luar negeri ketua-ketua daerah bisa diberangkatkan sehingga yang punya wawasan tentang keamanan tidak hanya di Jakarta, tapai juga yang di daerah-daerah,” jelasnya. [roj]

18 Jul 2019

Munas ABUJAPI III Perkuat Kelembagaan untuk Industri Keamanan

KSATRIA| Semarang- Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 di Hotel Gumaya Tower Semarang di Semarang pada 17-18 Juli 2019. Munas kali ini mengusung tema “Melalui Munas ke-3 ABUJAPI, Kita Perkuat Hubungan Kelembagaan dalam Upaya Pengembangan Industrial Security di Indonesia” .

Ketua Pelaksana Munas ABUJAPI  Suryawisesa Karang mengatakan, Munas merupakan perangkat organisasi ABUJAPI sebagai lembaga perwakilan anggota dan merupakan lembaga kekuasaan tertinggi organisasi. Karenanya, Munas ke-3 ini memiliki posisi strategis untuk mempersiapkan penyusunan garis-garis besar kebijakan organisasi dalam periode lima tahunan 2019-2024.

Munas ke-3 dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Drs. Condro Kirono MM, M.Hum, dan sambutan dan pengarahan dari Dewan Pendiri ABUJAPI Irjen Pol ( Purn) Drs. H.M. Hindarto, M. Si. Sedangkan penutupan akan diisi oleh Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan, Adriani SE, MA.

Surya menambahkan, dalam Munas ini ada beberapa agenda kegiatan yang akan diselenggarakan, yaitu laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2014-2019, mereview anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ABUJAPI, penyusunan pokok pokok program kerja periode 2019 – 2024 dan pemilihan ketua umum ABUJAPI periode 2019-2024.

Munas ketiga ini rencananya akan dihadiri oleh pengurus Badan Pengurus Pusat ( BPP ) dan Badan Pengurus Daerah (BPD). Adapun dari jumlah keseluruhan 32 wilayah BPD di propinsi yang akan hadir sebagai peserta dalam Munas ketiga ini sebanyak 22 BPD yang telah Musda  dan 4 BPD sebagai Peninjau.   “Semoga acara Munas ketiga ABUJAPI ini berjalan sesuai rencana dan menghasilkan yang terbaik untuk ABUJAPI ke depan,” tegasnya, Kamis (18/7).

Sementara itu Ketua Umum BPP ABUJAPI Budi Rianto menjelaskan Munas ke-3 ABUJAPI ini memiliki posisi strategis untuk mempersiapkan penyusunan garis-garis besar kebijakan organisasi dalam periode lima tahunan ke depan.

Budi mengatakan, untuk terus memajukan Industri jasa pengamanan di tanah air, ABUJAPI selalu mendorong peningkatan kompetensi insan pengamanan maupun kompetensi BUJP sebagai pelaku usaha bidang Jasa Pengamanan yang didukung penuh oleh Polri dan Kementrian Tenaga Kerja RI.

 

Profil Singkat ABUJAPI 

Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) didirikan pada tanggal 14 Februari 2006. Pendirian organisasi khusus ini dilandasi semangat untuk menumbuh kembangkan wirausaha khususnya jasa pengamanan, sebagai pengemban fungsi Kepolisian terbatas tentang PAM SWAKARSA sesuai pasal 3 UU No. 2 Th. 2002 tentang Kepolisian.

ABUJAPI merupakan Mitra Polri yang bertujuan menghimpun, membina, mengembangkan kemampuan Badan Usaha Jasa Pengamanan yang tangguh dan profesional dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tertib.

ABUJAPI saat ini telah memiliki 26 Badan Pengurus Daerah (BPD) meliputi seluruh provinsi dengan jumlah anggota 2.609 Badan Usaha dan mengelola lebih dari 1,6 Juta PAM SWAKARSA, lebih dikenal dengan Tenaga Satuan Pengamanan (SATPAM). [roj]

18 Jul 2019

APSI Ingin Satpam menjadi Profesi yang Membanggakan

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar seminar tentang profesi satuan pengamanan (Satpam) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.

Seminar dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono yang diwakili oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. A Azis Said mengatakan, seminar APSI ini merupakan bagian dari pelaksanaan Indosecurity 2019 Expo and Forum yang dilaksanakan di JCC Senayan, pada 17-19 Juli 2019.

Garis besar pelaksanaan seminar ini, kata Azis, adalah keinginan untuk menjadikan Satpam sebagai profesi yang membanggakan.

“Satpam bagi sebagian orang masih menjadi pekerjaan yang kurang membanggakan. Oleh karena itu Polri dan Asosiasi bertekad menjadikan pekerjaan satpam ini sebagai profesi Satpam, dimana diperlukan pendidikan dan latihan yang lebih profesional dan dapat di-upgrade,” kata Azis saat memyampaikan sambutan.

Selain itu, lanjut Azis, pihaknya juga mengusulkan agar ada pembedaan antara satpam modern atau industri dengan satpam tradisional atau lingkungan. “Baik nama, seragam dan pendidikannya,” kata dia.

Terkait dengan regulasi yang memayungi profesi Satpam, Azis juga menyampaikan bila seminar ini untuk mendorong lahirnya aturan baru di bidang industri pengamanan (security industries). Sebab aturan yang saat ini dimiliki, yakni Perkap No. 24 Tahun 2007 sudah lama direncanakan diganti.

“Kami berharap Peraturan Kepolisian (Perpol) dan Perkaba itu bisa terbit tahun ini,” harapnya. [roj]

12 Jul 2019

HUT BSP ke-17 Jadi Momentum Tingkatkan Etos Kerja

KSATRIA| Jakarta—Syukuran Hari Ulang Tahun PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ke-17 dan HUT Koperasi Security BSP yang ke-11 berlangsung cukup meriah dalam suasana kekeluargaan. Gelaran tahunan ini berlangsung di hotel Swiss-Belresidences Kalibata, Jumat 12 Juli 2019.

Dalam sambutannya, Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) H. Djarot Soeprianto menjelaskan, usia ke-17 tahun BSP harus menjadi momentum dalam upaya mewujudkan visi dan misi BSP, untuk itu hendaknya kita senantiasa bekerja berdasarkan prinsip profesionalisme  dan berorientasi pada pencapaian service excellent. “Ulang tahun ini merupakan momentum meningkatkan etos kerja dalam menjalankan tugas demi tercapainya cita-cita,” ungkapnya.

Djarot menambahkan, untuk dapat terus berkembang dan berinovasi dalam memajukan pencapaian ini dibutuhkan kerjasama yang baik, antara karyawan sehingga tercipta kenyamana kerja, kepastian peningkatan usaha dan akhirnya akan meningkatkan kepercayaan penggunan jasa kepada BSP.

“Untuk itu harus selalu bahu membahu dan mengubah pola kerja dari kerja biasa menjadi kerja luar biasa.  Semua jajaran bisa saling menghargai memahami tugas dan tanggungjawan masing- masing dan berkontribusi maksimal untuk kemajuan BSP,” tuturnya.

Kontribusi maksimal  terus harus didukung oleh kesejahtaraan yang memadai, dan keberadaan Koperasi Security BSP telah berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan karyawan dan sekuriti BSP. Sinergi dan kolaborasi antara antara BSP dan Koperasi Sekuriti  adalah keniscayaan untuk mencapai kesejahtaraan sehingga penuh loyalitas dan berdedikasi dalam bekerja.

Djarot mengatakan, 17 tahun merupakan usia matang untuk membenahi etos kerja yang kurang baik, memberikan  kontribusi yang positif dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, etos kerja yang baik bisa diresapi dan digunakan sebagai landasan berperilaku dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

“Marilah kita wujudkan rasa syukur dalam menyambut ulang tahun BSP dan Koeprasi Security dengan bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas untuk kejayaan BSP yang kita cintai ini,” tuturnya. [roj]

 

12 Jul 2019

HUT BSP ke-17 Semakin Maju dan Berkembang

KSATRIA| Jakarta–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar syukuran hari ulang tahun BSP yang ke-17 dan ulang tahun Koperasi Security BSP yang ke-11 di hotel Swiss-Belresidences Kalibata, Jumat 12 Juli 2019 siang.

Ratusan karyawan, staf, manajer dan direksi berkumpul untuk menggelar potong tumpeng dan bagi-bagi doorprize untuk para peserta yang hadir. Setelah potong tumpeng, panitia menayangkan video-video hasil karya karyawan BSP, temanya tentang HUT BSP.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo merasa bersyukur dan bangga akan keberadaan perusahaan yang ia kelola ini hingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“17 tahun BSP berdiri dan hadir sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan. Perjalanan panjang ini semakin mengokohkan keberadaan BSP untuk semakin maju, tumbuh, dan berkembang di Indonesia,” ungkapnya dalam sebuah video pendek yang ditayangkan saat acara berlangsung.

Joko menegaskan, bahwa kehadiran BSP bercita-cita memuliakan profesi Satpam. Sebuah profesi mulia yang membuat seseorang mampu terus mendedikasikan dirinya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain. “Oleh karena itu, BSP bukan hanya sebuah bisnis, melainkan juga sebagai ladang ibadah untuk menjadi berguna bagi masyarakat secara luas dan keluarga besar BSP secara khusus,” terangnya.

Joko menambahkan berkat dedikasi maksimal seluruh jajaran yang ada, BSP kini dapat menjadi Badan Usaha Jasa Pengamanan terbaik dengan jumlah personil terbanyak dan cakupan wilayah terluas yang tersebar di seluruh nusantara.

“Masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi. Semoga di usia ini dapat dijadikan momentum untuk melepaskan energi positif sehingga dapat mewujudkan spirit kebersamaan agar kinerja menjadi lebih optimal dan professional,” jelasnya.

Joko berharap agar seluruh jajaran dapat terus berupaya merealisasikan visi dan misi perusahaan dengan energi dan semangat yang besar dalam berkarya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam membesarkan BSP selama ini,” tuturnya.

Terima kasih juga ia sampaikan untuk para pengguna jasa BSP yang terus mempercayai BSP dalam mewujudkan komitmen sebagai BUJP yang handal dan profesional. Begitu juga seluruh instansi pemerintahan yang bekerja sama dalam membantu BSP agar terus sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Terakhir, tentu saja, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit satuan pengamanan BSP dari Sabang sampai Merauke, yang bersungguh – sungguh dalam menjalankan tugas di bawah naungan bendera Angsa Pati, Bravo..Bravo..Bravo..! Semakin Luar Biasa!” tegasnya. [roj]

 

Translate »
error: Content is protected !!