Bravo Satria Perkasa
19 Feb 2019

Widiyarso Gantikan Arkian Lubis sebagai Kakorbinmas Baharkam

KSATRIA| Jakarta–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, pimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri, bertempat di Wisma Bhayangkari Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

Sertijab Kakorbinmas Baharkam Polri ini dilakukan dari pejabat lama Irjen Pol Drs Arkian Lubis SH, kepada pejabat baru Brigjen Pol Drs Widiyarso Herry Wibowo MH.

Kepada Irjen Pol Arkian Lubis, Kabaharkam Polri mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini. Sementara kepada pejabat yang baru, Kabaharkam Polri mengucapkan selamat bergabung dan bertugas untuk membawa Korbinmas Baharkam Polri ke arah yang lebih baik lagi.

Upacara Serijab tersebut dihadiri seluruh Pejabat Utama Baharkam Polri, para Kakor, para Karo, dan para Direktur jajaran Baharkam Polri.

Selain itu hadir pula para Dirbinmas jajaran kewilayahan dari 34 Polda, serta turut diundang para pemangku asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) kewilayahan. [roj]

11 Feb 2019

Ketua Abujapi Lantik Pengurus BPD Abujapi Sulawesi Selatan

KSATRIA| Makassar–Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) tetapkan Wawan Hendrawan, SE selaku ketua terpilih BPD Abujapi Sulsel masa bakti 2019/2024 setelah melalui pemilihan.

Ketua Umum Abujapi, Budi Rianto meminta seluruh pengurus BPD Abujapi Sulsel yang akan dibentuk usai terpilihnya ketua BPD Sulsel masa bakti 2019/2024 untuk dapat menjaga Independensi organisasi.

“Kepengurusan terpilih sesegera mungkin berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk menjalankan program kerja, sehingga kemitraan dengan Polda semakin erat, tapi tentu independensi harus dijaga, karena kita organisasi independen dan kita ini mitra bukan kepanjangan atau bagian tubuhnya Polda,” ungkap Budi dalam sambutannya di Makassar dilansir mediasulsel.com Minggu (10/2).

Selain itu Budi juga berharap, kehadiran Abujapi Sulsel dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggota, terlebih keberadaan Sulsel sebagai barometernya Indonesia Timur, apalagi saat ini merupakan momen yang tepat untuk kebangkitan Abujapi, karena menurutnya saat ini Abujapi sedang menyusun Peraturan Polisi (Perpol).

“Abujapi saat ini oleh Polri dianggap sebagai mitra utama, khususnya dalam mengatur industri jasa keamanan ke depan, bahkan dalam Peraturan Kapolri dan Perpol yang baru ini, kita merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari Polri, sehingga keberadaan kita dalam setiap proses pengambilan keputusan menyangkut badan usaha Jasa pengamanan, industri pengamanan itu sangat diperhatikan oleh Polri,” lanjut Budi.

Untuk mengantisipasi persaingan ke depan, Budi juga menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018, telah dirumuskan sejumlah langkah strategis yang mengatur operasional anggota Abujapi.

Langkah stategis tersebut adalah, perlunya komitmen bersama seluruh stakeholder, khususnya dalam menentukan besaran managemen fee, perlunya komitmen untuk tidak membuat penawaran di bawah Upah Minimum Profinsi atau upah minum regional, dan yang terakhir adalah komitmen untuk menggunakan Satpam hanya yang ber KTA resmi.

“Karena kita ini BUJP resmi, jadi kita harus menggunakan Satpam yang resmi yang memiliki sertifikat, jadi kalo ada Satpam kita yang belum bersertifikat, segera ikutkan pendidikan biar mereka segera menjadi Satpam yang resmi,” pungkasnya.

Dalam acara Musda 1 ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda Abujapi Sulsel dengan mengirimkan rangkaian bunga yang diletakkan di depan lobi hotel tempat berlangsungnya Musda. [roj]

07 Feb 2019

Polri Ingin Angkat Derajat Satpam dari Keahlian Menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian mengatakan Satpam adalah produk pengamanan yang fenomenal karena telah diakui oleh negara pada UU no.2 tahun 2002 pasal 3 poin C.

“Penyelenggaraan keamanan dan ketertiban Indonesia salah satu unsurnya yaitu bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Termasuk dalam undang-undang No 8 tahun 1981,” kata Kapolri saat memberikan sambutan di HUT Satpam ke-38 di PTIK Jakarta, Rabu (6/2).

Dengan jumlah Satpam yang mencapai 525.000 personel ditambah satu juta lebih yang tidak memiliki sertifikat tapi sudah bertugas kata Tito sangat membantu kinerja baik Polri maupun TNI dalam pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya yakin rekan-rekan Satpam sudah melaksanakan pengamanan tanpa diketahui publik. Otoritas pengamanan dan masyarakat sangat terbantu. Ini sebuah kebanggaan dan juga berpotensi bagi kita. Tapi kalau tidak hati-hati akan jadi ancaman,” tutur Jenderal Tito.

Seragam yang dimiliki, tambah Kapolri, kartu pengenal atau ucapan salah satu bentuk kewenangan pengamanan. Maka latihan fisik dan kemampuan tangan kosong harus terlatih, agar jika ada pelaku kejahatan bisa ditangani.

“Selain kemampuan fisik, Satpam juga dituntut untuk memiliki disiplin ilmu pengetahuan. Sebab, keahlian tidak bisa mengalahkan profesi. Saat ini Satpam masih dikategorikan keahlian, maka harus kita jadikan sebagai profesi,” kata Kapolri.

Profesi lanjut Kapolri, bidang pekerjaan yang memiliki ilmu pengetahuan, pelatihan yang panjang, kode etik dan jiwa pengabdian. Satpam bisa menjadi profesi yang berawal dari keahlian.

“Polri ingin sekali mengangkat derajat satpam bukan hanya sebagai craft/keahlian tapi profesi. Keamanan sepertinya tidak begitu penting, tapi akan penting jika ada ancaman,” katanya lagi.

Kapolri menuturkan ada 4 syarat untuk menjadikan Satpam sebagai profesi, satu diantaranya kode etik yang sudah dimiliki. Kedepan harus ada majelis kode etik, karena hal ini akan memperkuat respek masyarakat terhadap Satpam.

“Kedua, harus ada jiwa pengabdian. Mungkin yang belum ada bidang keilmuan. Saya berpikir kenapa tidak diadakan sendiri. Selama ini manajer sekuriti sekolah ke luar negeri ada kelemahannya, belum tentu sama kondisinya dan network yang belum terjalin.” papar Kapolri.

Kedepan lanjut Kapolri, Indonesia akan menghadapi dan menggelar pesta demokrasi di bulan April 2019. Kapolri berharap Satpam turut berkontribusi untuk mendukung demokrasi damai aman dan tenang.

“Menjelang awal April saya berharap ada apel besar khusus Satpam didampingi oleh TNI dan Polri. Ini tidak ada maksud berpolitik praktis, kita hanya untuk menjaga pemilu yang aman dan damai,” ungkapnya. [roj]

06 Feb 2019

Upacara HUT Satam ke-38 Dipimpin Kapolri

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D pimpin upacara dalam rangka HUT Satpam ke-38 Tahun 2018 yang dilaksanakan di Auditorium PTIK Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.
Mengawali Upacara dilaksanakan kegiatan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Kapolri atas meninggalnya Jenderal Pol (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., pada hari Kamis 31 Januari 2019 di RS Medistra. “Beliau merupakan bapak pendiri Satuan Pengamanan Indonesia, dan guna mengenang segala jasa-jasa beliau yang telah membentuk dan mengembangkan Satpam marilah kita Bersama-sama mengheningkan cipta,” ucap Kapolri.
Dalam amanatnya Kapolri menyampaikan bahwa satpam bukanlah profesi biasa, namun sebuah profesi mulia dan luhur yang turut andil membantu Polri dalam menjaga keamanan negara. Selama 38 tahun berdiri, satpam telah banyak melakukan aksi-aksi nyata dibidang keamanan, namun seringkali luput dari perhatian publik maupun perhatian kita.
“Mereka bagaikan ‘The Silents warrior’ yaitu pendekar-pendekar yang sunyi. Memang terkadang profesi keamanan seringkali dianggap sebagai ‘Second Class’ dan situasi aman juga masih dianggap sebagai ‘take it for granted’ yang seakan-akan bisa terjadi begitu saja tanpa harus diupayakan, padahal keamanan adalah sebuah situasi yang harus diupayakan,” jelasnya.
Kapolri menyampaikan bahwa menciptakan atau menjaga situasi keamanan sama seperti menjaga kesehatan, ketika penyakit belum datang, kondisi kesehatan sering diabaikan namun ketika penyakit telah datang maka segala cara dilakukan untuk segera sembuh sampai rela mengeluarkan biaya banyak.
Kapolri berharap bahwa satpam harus bisa turut serta dalam menjaga situasi kondusif dalam pengamanan pemilu tahun 2019, bersama-sama dengan TNI-Polri menciptakan pemilu yang aman dan damai.
Di akhir amanatnya Kapolri menyampaikan, bahwa sektor keamanan sangatlah penting, hampir semua instansi atau perusahaan membutuhkan jasa pengamanan namun ilmu maupun pengetahuan khusus tentang keamanan masih banyak diperoleh diluar negeri, Kapolri berpendapat sudah saatnya kita membangun sendiri Universitas Keamanan.
Pada kegiatan Upacara tersebut Kapolri juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada 9 anggota satpam yang berprestasi. [roj]
03 Feb 2019

BSP Ikut Meriahkan Jalan Sehat APSI di Monas

KSATRIA| Jakarta –Asosiasi Profesi Satpam Indonesia atau yang biasa disingkat APSI menggelar jalan sehat di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Minggu, 3 Februari 2019 pagi.

Jalan sehat ini merupakan bagian rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-38, yang merupakan program tahunan yang diselenggarakan APSI untuk memeriahkan HUT Satpam.

Menurut Ketua Umum APSI Abdul Azis Said, peserta Jalan Sehat Satpam ini terdiri dari 116 regu, setiap regu terdiri dari 11 satpam dan peserta perorangan 490 orang. Jumlah total dari satpam yang ikut adalah sekitar 1.800 satpam.

Sementara salah satu dari peserta yang hadir adalah Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo bersama istri yang mengikuti jalan sehat dan Direktur BSP yang juga Sekjen APSI H. Djarot Soeprianto sebagai panitia penyelenggara .

Jajaran pimpinan BSP menjadi contoh bagi anggotanya yang ikut juga sebagai peserta Jalan Sehat Satpam. Adapun jumlah anggota satpam BSP yang hadir mengikuti Jalan Sehat adalah sebanyak 3 regu atau 33 anggota satpam ditambah peserta perorangan sebanyak 23 orang. Jadi total ada 56 peserta.

Kegiatan Jalan Sehat ini juga menyediakan berragam Door Prize yang jumlahnya sampai 141 barang, diantaranya adalah 3 motor.

Sementara itu sebagai pengibar bendera start jalan sehat dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Sadono, dilanjutkan oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Arkian Lubis, Dirbinpotmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Syaiful Zahri, Ketua Umum APSI, para ketua asosiasi bidang sekuriti dan para pejabat lainnya. [roj]

01 Feb 2019

Bendera Setengah Tiang untuk Penghormatan Bapak Satpam Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin meninggal dunia pada Kamis, 31 Januari 2019. Sebagai bentuk duka yang mendalam atas meninggalnya Awaloedin, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang.

Perintah itu tertuang dalam surat telegram nomor ST/317/PAM.1./2019 yang diterbitkan pada 31 Januari 2019 dan diteken Kepala Pelayanan Markas Mabes Polri Kombes, Apriastini Bakti.

Dalam perintah tersebut, kapolri meminta seluruh jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang di kantor dan kediaman dinas Polri. Dalam surat tersebut juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang dilakukan hingga Minggu, 3 Februari 2019.

Begitu juga Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Abdul Azis Said menghimbau kepada seluruh dewan pengurus daerah (DPD) APSI agar mengibarkan bendera setengah tiang di kantor sekretariat masing-masing sebagai penghormatan untuk kepergian Bapak Satpam Indonesia.

Awaloedin meninggal dunia pada Kamis, 31 Januari kemarin pukul 14.45 WIB di RS Medistra. Awaloedin yang juga dikenal sebagai Bapak Satpam ini meninggal dunia di usia 91 tahun karena sakit. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jumat (1/2/2019).

Kapolri Tito Karnavian memimpin langsung upacara penghormatan terakhir bagi pendahulunya itu. Awaloedin merupakan kapolri periode 1978-1982. [roj]

01 Feb 2019

Kapolri Pimpin Upacara Pemakaman Bapak Satpam Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara pemakaman mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin. Upacara pemakaman tersebut digelar di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

“Hari ini kita berkumpul untuk melaksanakan upacara pemakaman almarhum Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin. Upacara ini diselenggarakan sebagai penghormatan kepada almarhum yang meninggalkan kita,” kata Tito, Jumat, 1 Februari 2019.

Tito, dalam sambutannya, mengaku sangat kehilangan atas kepergian almarhum Awaloedin. Tak terkecuali institusi Polri yang turut berduka, dan mengapresiasi almarhum atas dedikasinya selama menjadi anggota Polri.

“Selaku Kapolri, saya turut berduka cita serta menyertakan doa untuk keluarga yang ditinggalkan. Keluarga besar Polri sangat kehilangan sosok almarhum. Almarhum hingga akhir hayatnya tetap berbakti kepada Polri. Almarhum merupakan suritauladan bagi seluruh insan Bhayangkara,” ucap Tito.

Almarhum Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin meninggal dunia pada pukul 14.55 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta pada 31 Januari 2019. Awaludin merupakan mantan Kapolri yang menjabat pada 1978 hingga 1982. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!