KSATRIA| Jakarta–Menjelang hari ulang tahun ke-38 Satuan Pengamanan (Satpam) mendapat kado istimewa karena sejumlah perwakilan satpam bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) bisa bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 12 bulan 12, setelah 38 tahun satpam dilahirkan.

Kehadiran para satpam dan pengurus Abujapi ini dalam rangka menghadiri pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP Abujapi), Budi Rianto, mengatakan pihaknya membawa 300 personel di acara ini. Mereka mewakili jutaan Satpam yang ada di seluruh Indonesia.

“Mungkin ini pertama kalinya Satpam masuk Istana. Jadi ini Satpam geruduk Istana,” kata dia dalam sambutannya, Rabu, 12 Desember 2018.

Dalam acara itu, Jokowi mengatakan jika Satpam bukan semata-mata satuan pengamanan melainkan wajah paling depan dari sebuah perusahaan atau lembaga. Pasalnya, setiap pengunjung yang ingin masuk ke suatu kompleks, kantor, atau mal, yang ditemui pertama kali adalah Satpam.

“Makanya jadi anggota satpam itu tidak mudah, saya tahu. Satu sisi harus siap melakukan pengamanan setiap saat, di sisi yang lain harus bisa tampil, ramah, menjelaskan,” ucapnya.

Jokowi menuturkan jumlah kantor, pertokoan, dan mal semakin lama bertambah banyak. Karena itu, kehadiran satpam sangat diperlukan karena polisi tidak bisa berada di semua tempat untuk menjaga keamanan.

“Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan, yaitu satpam,” ujarnya.[Roj]