Bravo Satria Perkasa
31 Dec 2018

Amanat Kapolri di HUT Satpam ke-38

KSATRIA| Jakarta–Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dalam amanatnya memperingati Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-38 mengajak momentum ini sebagai evaluasi terhadap kinerja satpam.

“Momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satuan Pengamanan, guna pembenahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang,” papar Tito dalam amanatnya (30/12/2018).

Menurut Tito, bangsa Indonesia tengah menyambut agenda Pemilu 2019, sebagai wujud dari pesta demokrasi. Jika ditinjau dari perspektif keamanan, agenda tersebut memiliki karakteristik potensi kerawanan yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan digelar secara serentak pada tanggal 17 April 2019.

Kondisi tersebut, tambah Tito, memunculkan beberapa potensi kerawanan yang harus diantisipasi, baik dalam tahap kampanye, pemungutan, penghitungan, maupun rekapitulasi suara, di antaranya potensi pemanfaatan isu SARA dan politik identitas, serta penyebaran hoax dan hatespeech yang berpotensi terhadap timbulnya konflik sosial.

Dalam menghadapi kompleksitas tantangan tersebut, Polri memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk Satuan Pengamanan sebagai profesi yang luhur dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian secara terbatas pada lingkungan kerjanya.

Sehubungan dengan konteks tersebut, peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan tahun 2018 ini mengangkat tema ”Pemuliaan Profesi Satpam Indonesia guna Mendukung Polri dalam Pengamanan Pemilu Tahun 2019”.

Tito menegaskan, Satuan Pengamanan memiliki peran strategis, baik dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas di lingkungan kerja, maupun dalam mendukung iklim investasi yang kondusif sebagai salah satu perhatian pemerintah guna memacu pertumbuhan ekonomi.

“Jaminan keamanan pada lingkungan badan usaha dan sektor industri, akan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap negara yang pada akhirnya bisa berdampak positif bagi iklim berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, kehadiran Satpam sebagai mitra Polri dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas, dituntut semakin profesional. Dalam implementasinya, personel Satuan Pengamanan harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pertama dan pencegahan dengan tepat, serta melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan langkah-langkah antisipasi.

Dengan demikian, eksistensi Satpam dapat semakin memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan keamanan di lingkungan tugasnya masing-masing. Untuk mewujudkan postur Satpam yang semakin unggul dan profesional, maka diperlukan sistem manajemen sumber daya manusia yang optimal, di antaranya proses perekrutan yang selektif, serta peningkatan kapasitas yang berkualitas, baik pada kualifikasi Gada Pratama, Gada Madya, maupun Gada Utama. Upaya ini membutuhkan kerja sama sinergis dan simultan dari segenap pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam bidang industrial security.

Sebelum mengakhiri amanat ini, terdapat beberapa hal yang perlu disampaikan kepada seluruh personel Satuan Pengamanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut:

Pertama, senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moril dalam mengemban amanah profesi yang luhur dan mulia;

Kedua, jaga kehormatan pribadi dengan berpegang teguh pada kode etik dan profesi Satuan Pengamanan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab;

Ketiga, tingkatkan kesiapsiagaan diri dalam mengidentifikasi setiap potensi gangguan dan kerawanan pada lingkungan kerja, sehingga dapat segera diantisipasi dengan optimal;

Keempat, senantiasa tingkatkan kompetensi diri, baik melalui pendidikan maupun pelatihan, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas;

Kelima, bangun komunikasi positif dengan seluruh komponen masyarakat, serta tingkatkan kerja sama sinergis dengan jajaran Polri dan seluruh stakeholders lainnya dalam memelihara stabilitas keamanan di lingkungan kerja.

Selaku pimpinan Polri, Tito mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada seluruh komunitas security, personel Satuan Pengamanan, pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan, serta segenap stakeholders terkait lainnya, atas dukungan kepada institusi Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif.

“Semoga kerja sama ini, dapat senantiasa terpelihara dengan baik dan terus ditingkatkan. Demikian amanat saya, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya. [roj]

18 Dec 2018

117 Satpam BSP Siap Bekerja Usai Gada Pratama

KSATRIA| Blora–Rangkaian pelaksanaan pelatihan Gada Pratama Angkatan ke-52 dan 53 PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ditutup oleh Wakapolres Blora Kompol Drs Muh Samdani. Gada Pratama ini digelar sejak tanggal 3-14 Desember 2018.

Menurut Head of Area BSP Jawa 2, Heru Wibowo, SsosI, MM kegiatan Gada Pratama ini diikuti oleh 117 satpam. “BSP memiliki komitmen terhadap pengembangan kualitas satpamnya untuk melayani kebutuhan customer,” katanya.

Setelah menjalani pelatihan Gada Pratama, para satpam yang sudah terlatih ini langsung ditempatkan untuk bekerja, diantaranya bekerja di Astra Honda Motor Sragen, Citra Mandiri dan lain sebagainya.

Heru yang juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia Jawa Tengah ini menghimbau kepada para pengguna satpam untuk memilih perusahaan jasa pengamanan yang memiliki 3L, yaitu legalitas dari mabes Polri, logis dalam penawawaran harga, “Minimal harus sesuai UMK setempat,” katanya.

Sedangkan L berikutnya adalah layanan yang baik dan memiliki struktur organisasi yang handal dan berkualitas.

Karena itu, Heru memiliki slogan bahwa Satpam itu Mulia, Satpam itu Melayani, dan Satpam itu Kebaanggaan. [fro]

18 Dec 2018

BSP Sumatera dan Polda Aceh Sinergi Program Gada Pratama

KSATRIA| Aceh–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Sumatera melakukan kerjasama dengan Ditbinmas Polda Aceh. Penandatanganan MoU berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan dasar Gada Pratama pola 232 jam.

Penandatanganan MoU antara BSP Area Sumatera diwakili oleh Yudhi Erlambang selaku Head of Area Sumatera, sedangkan dari Ditbinmas Polda Aceh diwakili oleh Kombes. Pol. Drs. Burhanuddin selaku Dirbinmas, penandatanganan berlangsung di Polda Aceh pada 30 Oktober 2018.

Sebelumnya, BSP Area Sumatera telah menggelar Gada Pratama pada 26 November 2018 yang diikuti oleh 46 personil. Gada Pratama ini ditangani langsung oleh Danwil Sumatera Bagian Utara Muhammad Nur mewakili BSP Wilayah Aceh.

Menurut Yudhi Erlambang  Head of Area Sumatera kegiatan Gada Pratama khususnya di wilayah Aceh ini cukup panjang prosesnya untuk merealisasikannya, “Kami bersyukur bisa menggelar Gada Pratama yang merupakan salah satu program BSP untuk melahirkan satpam yang berkualitas,” ujarnya.

Yudhi menjelaskan bahwa Diksar Gada Pratama BSP Wilayah Aceh saat ini masih memprioritaskan anggota dari internal BSP yang belum pernah mengikuti pelatihan pola 232 jam. Ke depan, tambah Yudhi, tidak menutup kemungkinan BSP akan menerima calon siswa Gada Pratama dari luar.

“Alhamdulillah secara keseluruhan dari awal sampai akhir pelaksanaan berjalan lancar walaupun terdapat evaluasi di sana sini,” ungkapnya.

Yudhi mengucapkan terima kasih kepada jajaran BSP Wilayah Aceh atas kerja kerasnya sehingga Diksar Gada Pratama pola 232 jam terlaksana. “Kami atas nama jajaran BSP Area Sumatera khususnya Wil. Aceh mengucapkan ribuan terima kasih atas dukungan, khususnya BOD, jajaran Head of Division BSP dan khususnya Ditbinmas Polda Aceh serta pengguna jasa BSP Wil. Aceh atas kerjasama yang telah terjalin selama ini,” tuturnya. [fro]

13 Dec 2018

8 Tips Aman Tinggalkan Rumah Selama Liburan

KSATRIA| Sebentar lagi liburan panjang tiba, niat untuk bepergian ke luar kota bersama keluarga sudah dipikirkan dan direncanakan dari jauh-jauh hari. Namun, masih kepikiran dengan rumah yang akan ditinggal lama, kira-kira bagaimana jika ada pencuri atau perampok yang masuk?

Ya, perasaan was-was dengan keadaan rumah saat ditinggal pergi kadang memang menghantui seseorang, pikiran bisa tidak tenang dan membuat liburan jadi kurang dinikmati.

Melansir laman Wspa, berikut ini ada beberapa tips dan pencegahan yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk melindungi rumah dan harta bendanya ketika ditinggal pergi dan keadaan kosong:

  1. Alarm

Pastikan sistem alarm pencuri Anda diaktifkan sebelum meninggalkan rumah. Tempatkan tanda-tanda darurat di tempat yang mudah dijangkau, seperti jendela atau pintu.

Saat ini banyak perusahaan penjual alarm yang membuat aplikasi melalui HP yang memungkinkan pemilik rumah dapat memantau sistem alarm saat rumah dalam keadaan kosong, cara ini mungkin bisa dicoba.

  1. CCTV

Memasang alat perekam CCTV, di setiap sudut ruangan. Hal ini berguna misalnya rumah dimasuki seseorang, sehingga Anda bisa melihat rekaman orang yang berniat jahat di rumah Anda.

  1. Pastikan semua terkunci

Pastikan semua pintu dan jendela terkunci, jika memungkinkan kunci mati bautnya pada semua pintu dan eksterior, dan ini ide yang cukup baik.

  1. Tanda waspada

Buat tanda waspada di pagar. Tulisan seperti ‘Awas Ada Anjing Galak’ kadang perlu dibuat meski tidak memiliki anjing, cara ini kadang cukup ampuh untuk menakut-nakuti pencuri.

  1. Jangan posting di sosial media

Jangan posting di situs media sosial Anda pergi berlibur ke mana dan jangan juga posting foto saat masih berlibur, jika masih tetap ingin membagi foto liburan, sebaiknya posting setelah liburan selesai dan saat Anda sudah berada di rumah lagi.

  1. Pesan suara

Jangan membuat pesan suara melalui telepon rumah yang menerangkan Anda berada di suatu kota ketika sedang berlibur.

  1. Cek keadaan rumah

Minta tolong kepada teman, keluarga atau tetangga yang bisa dipercaya untuk sesekali memeriksa keadaan rumah ketika sedang bepergian yang cukup lama. Jika memang ada hal yang mencurigakan terjadi di rumah, minimal mereka bisa memberi tahu Anda dan melapor ke pihak keamanan yang terdekat.

  1. Sembunyikan barang mahal

Jangan letakkan hadiah atau barang-barang mahal, seperti perhiasan atau elektronik di tempat yang mudah terlihat seperti jendela. Sebaiknya masukkan barang-barang berharga di tempat yang aman dan susah dijangkau oleh orang lain. []

 

13 Dec 2018

Presiden Jokowi: Satpam adalah Profesi yang Mulia

KSATRIA| Jakarta–Dalam pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan terima kasih kepada satpam dan perusahaan jasa pengamanan yang selama ini dinilainya ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sungguh, menurut saya, satpam adalah sebuah profesi yang mulia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Ke dapan, sambung Jokowi, kontribusi jasa pengamanan semakin dibutuhkan karena negara membutuhkan iklim aman untuk mengundang masuknya investasi.

“Kalau sudah investasi datang, ada orang membuka pabrik, membuka industri, membuka kantor dan lain-lain. Artinya, terbuka lapangan pekerjaan. Karena itu keamanan sangat diperlukan bagi sebuah negara,” ujar mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi mengingatkan, dari hari ke hari bentuk kejahatan dan keamanan, ancaman keamanan akan terus berkembang. Potensi aksi penipuan maupun penggunaan teknologi tindak kejahatan semakin canggih. Untuk itu, kata dia, cetak biru yang akan disusun Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) perlu memikirkan bagaimana menghadapi perkembangan teknologi ke depan, bagaimana memberikan pelatihan, skillup skill para karyawan pengamanan sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku-pelaku kejahatan.

“Ini penting sekali. Juga harus dipikirkan bagaimana membekali satpam dengan peralatan-peralatan yang up to date,” tutur Presiden seraya menekankan pentingnya sertifikasi bagi tenaga satpam.

Presiden mengajak seluruh satpam untuk terus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, situasi Indonesia yang kondusif, tenteram. “Yang menerima manfaat adalah kita semuanya, rakyat,” katanya.

Ikut hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Keresidenan Moeldoko, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono, dan Ketua Umum Abujapi Budi Rianto. [ro]

13 Dec 2018

Presiden Jokowi: Kehadiran Satpam sangat Diperlukan

KSATRIA| Jakarta– Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa profesi satpam sebagai mitra Kepolisian sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Jokowi saat membuka Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

“Kehadiran satuan pengamanan sangat diperlukan karena memang polisi tidak bisa berada di semua tempat dalam setiap waktu sekaligus. Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan,” ujarnya.

Rasa aman memang dibutuhkan oleh masyarakat dan negara Indonesia. Kepala Negara menjelaskan, rasa aman termasuk salah satu hal yang dibutuhkan untuk menumbuhkan investasi di Indonesia. Para investor akan berani menanamkan modalnya apabila rasa aman itu ada.

“Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara,” tuturnya.

Namun, Presiden menekankan bahwa peran tenaga satpam tak terbatas hanya pada sisi pengamanan. Jokowi berpandangan bahwa seorang satpam juga bertindak sebagai wajah perusahaan maupun institusi.

Tenaga satpam juga berperan penting untuk memberikan kesan pertama bagi reputasi sebuah perusahaan. [ro]

13 Dec 2018

Pertanyaan Heboh Personel BSP kepada Presiden Soal Biaya Sertifikasi Satpam

KSATRIA| Jakarta—Ada yang unik dari pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12/2018).

Saat pria yang biasa dipanggil Jokowi ini membacakan sambutannya, di tengah-tengah acara presiden mempersilahkan empat perwakilan satpam untuk maju di samping mimbar. Satu persatu Jokowi menanyakan soal pekerjaan satpam kepada perwakilan tersebut.

Adalah Ema Retno satpam pertokoan mall saat ditanya Jokowi,Ema mengatakan merasa senang menjadi satpam mall karena setiap hari bertemu dengan para pengunjung yang berganti-ganti wajah.

Dialog presiden dengan satpam nampak tegang ketika salahsatu perwakilan bernama Ilal dari PT. Bravo Satria Perkasa menanyakan masalah mahalnya biaya sertifikasi yang mencapai 5-10 juta per satpam.

Karena kondisi yang kurang nyaman, video telekonference pun terputus beberapa saat, dan peserta hadirin yang ada di Bandung pun bergemuruh kecewa karena tidak tahu kelanjutan dialog singkat itu.

Setelah beberapa saat terputus, hadirin pun mendengarkan paparan presiden di pembukaan Kipnas 2018 ini. Ada satu catatan menarik dari pantauan yang dilakukan JurnalSecurity bahwa presiden memerintahkan kepada kementerian untuk mencatat soal mahalnya sertifikasi satpam. “Tolong dicatat Pak Menteri,” paparnya disambut gemuruh tepuk tangan para peserta yang hadir di Istana dan Bandung. [Ro]

13 Dec 2018

Presiden Jokowi Buka Kipnas 2018 di Istana Negara

KSATRIA| Jakarta–Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12/2018).

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa iklim yang kondusif suatu negara akan berpengaruh terhadap iklim investasinya. “Investasi akan datang jika kondisinya aman,” jelasnya di hadapan anggota Abujapi.

Lebih lanjut, Jokowi menambahkan bahwa investor akan buka pabrik, mereka akan berani menanamkan modal jika faktor keamanannya terjamin. Efeknya adalah terbukanya lapangan pekerjaan.

Jokowi menjelaskan, ke depan industri jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan, dikarenakan ancaman keamanan terus berkembang dan potensi penipuan melalui tindak kejahatan akan semakin canggih.

Untuk itu, tambah Jokowi, cetak biru yang sedang disusun oleh Abujapi harus memberikan rasa pengabdian untuk peningkatan skill para satpam sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku kejahatan. Dalam sambutan penutupnya, Jokowi berharap agar kita terus menjaga kemanan ketertiban dan menjaga situasi Indonesia tetap kondusif, karena suasana aman ekonomi akan berkembang, maka peluang usaha akan bertambah banyak dan ini akan memberi manfaat untuk kita semua, yaitu rakyat. [Roj]

13 Dec 2018

Jelang HUT Satpam ke-38, Ratusan Satpam Bersama Presiden di Istana Negara

KSATRIA| Jakarta–Menjelang hari ulang tahun ke-38 Satuan Pengamanan (Satpam) mendapat kado istimewa karena sejumlah perwakilan satpam bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) bisa bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 12 bulan 12, setelah 38 tahun satpam dilahirkan.

Kehadiran para satpam dan pengurus Abujapi ini dalam rangka menghadiri pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP Abujapi), Budi Rianto, mengatakan pihaknya membawa 300 personel di acara ini. Mereka mewakili jutaan Satpam yang ada di seluruh Indonesia.

“Mungkin ini pertama kalinya Satpam masuk Istana. Jadi ini Satpam geruduk Istana,” kata dia dalam sambutannya, Rabu, 12 Desember 2018.

Dalam acara itu, Jokowi mengatakan jika Satpam bukan semata-mata satuan pengamanan melainkan wajah paling depan dari sebuah perusahaan atau lembaga. Pasalnya, setiap pengunjung yang ingin masuk ke suatu kompleks, kantor, atau mal, yang ditemui pertama kali adalah Satpam.

“Makanya jadi anggota satpam itu tidak mudah, saya tahu. Satu sisi harus siap melakukan pengamanan setiap saat, di sisi yang lain harus bisa tampil, ramah, menjelaskan,” ucapnya.

Jokowi menuturkan jumlah kantor, pertokoan, dan mal semakin lama bertambah banyak. Karena itu, kehadiran satpam sangat diperlukan karena polisi tidak bisa berada di semua tempat untuk menjaga keamanan.

“Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan, yaitu satpam,” ujarnya.[Roj]

13 Dec 2018

Industri Jasa Pengamanan Pekerjakan 2 Juta Satpam

KSATRIA| Bandung–Industri jasa pengamanan merupakan bisnis yang menyerap banyak tenaga kerja. Setidaknya ada 2 juta satpam yang bekerja, mereka berasal dari 2.500 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di seluruh Indonesia.

Dalam konferensi pers Ketua Panitia Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018, Komarudin Khalid, SE menjelaskan industri jasa pengamanan ini potensial secara ekonomi dan sosial.

“Secara ekonomis, industri ini perputaran uangnya mencapai 60 triliun per tahun. Secara sosial melibatkan jutaan satpam di seluruh Indonesia,” ungkapnya saat jumpa pers, Selasa (11/12).

Profesi satpam menurut Komarudin juga unik karena ini profesi penyelamat terhadap kasus kehilangan pekerjaan. Maka banyak masyarakat yang menjadikan profesi satpam sebagai pilihan penggantinya.

Gelaran Kipnas yang pertama dan terbesar ini mencoba mencari berbagai solusi untuk kemajuan satpam, BUJP di Indonesia. “Kami hadir memikirkan upaya kedepannya ada cetak biru industri satpam,” ujarnya.

Selain untuk perbaikan satpam, Kipnas ini ditujukan untuk BUJP agar tetap bisa eksis dalam mengelola industri dengan manajemen industrial revolusioner 4.0. Sehingga BUJP bisa menyesuaikan dengan tuntutan jaman.

Kipnas perdana ini diikuti lebih dari 500 pimpinan BUJP, manager security, polisi dan masyarakat. Rencananya pembukaan Kipnas 2018 akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12). [Roj]

Translate »
error: Content is protected !!