KSATRIA| Denpasar–APSI adalah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia, yang lahir pada tanggal 1 November 2014 sebagai penjelmaan dari Asosiasi Manager Security Indonesia (AMSI), yang lahir pada tanggal 1 Juli 2001. Sesuai dengan activity plan APSI 2018, APSI menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tanggal 31 Oktober sampai 2 November 2018.

Rakernas APSI diselenggarakan di Bali Dynasty Resort Denpasar Bali yang dihadiri oleh beberapa pengurus dari 15 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dari 22 DPD yang ada. DPD APSI yang hadir yaitu DPD DKI Jaya, Banten, Kepulauan Riau, Jatim, Jateng, Jabar, Sumbar, Sumsel, Sumut, Jambi, Kaltim, Sulbar, Sulsel, NTB dan Bali.

Acara rakernas APSI ini dirangkaikan dengan acara Pelantikan dan Pengukuhan pengurus DPD APSI Bali periode 2018-2023 serta kegiatan seminar tentang perkembangan sekuriti di Indonesia.

Dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD Bali yang beranggotakan lebih kurang dari 15 orang, terpilih sebagai Ketua DPD APSI Bali adalah Gede Risky Pramana dari perusahaan PT. Gada Wira Karya (GWK).

Pengurus DPD Bali dilantik oleh Ketua Umum APSI, Azis Said dan dikukuhkan oleh Kapolda Bali yang diwakili oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs I Wayan Sunartha. Sedangkan seminar sekuriti mengambil tema “Road map (peta jalan) pelaksanaan sertifikasi profesi Satpam setelah selesainya konvensi SKKNI (Sandar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang satuan pengamanan”.

Seminar sekuriti dibuka oleh Kakorbinmas Polri Irjen Pol Drs. Arkian Lubis sekaligus bertindak sebagai keynote speaker. Sedangkan narasumber seminar adalah Ketua Umum APSI  Azis Said,  Komisioner BNSP, Dr Sugiyanto dan Kasubdit Komsatpam, Kombes Pol. Liliek Darmanto dari Baharkam Polri.

Dalam rakernas APSI ini, Ketua Umum APSI Azis Said  memberikan presentasi tentang perkembangan Industrial Security Indonesia termasuk rancangan perubahan Perkap no 24 tahun 2007. Setelah Azis selesai presentasi,  rakernas sidang dipimpin oleh Sekjen APSI, Djarot Soeprianto.

Sekjen APSI Djarot Soeprianto dalam pelantikan DPD APSI Bali

Dalam sidang pleno pertama beberapa DPD mengusulkan perubahan nama asosiasi dari Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. APSI agar bisa lebih fokus untuk memajukan satpam sebagai sebuah profesi yang lebih diakui, dihargai dan dibanggakan.
  2. Menjadikan wadah nyata dalam menampung aspirasi satpam.
  3. Dapat memperjuangkan hak-hak satpam sesuai ketentuan ketenagakerjaan dan ketentuan polri.
  4. Dapat memberikan pendampingan dan advokasi hukum kepada satpam yang menjadi anggota APSI dan lain sebagainya.

Akhirnya acara rakernas APSI saat itu berubah menjadi musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Sebagaimana diatur dalam AD/AR APSI, bahwa peserta pengurus yang hadir telah memenuhi kuorum untuk menyelenggarakan munaslub.

Sekjen Djarot kemudian menanyakan kepada peserta sidang tentang perubahan nama asosiasi tersebut, ternyata peserta sidang  menyetujui perubahan Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI).

Ketua sidang Djarot Suprianto kemudian menginventarisir pengurus DPP yg telah mengikuti pelatihan Satpam. Ternyata sebagian besar Pengurus DPP dan DPD periode 2014-2019 adalah anggota satpam yang telah mengikuti pelatihan Gada Utama.

Akhirnya, pada Jumat 2 November 2018 jam 09.00 WITA, bertempat di Bali Dynasty Resort Denpasar Bali digelar Deklarasi yang diikuti oleh pengurus DPP, dan DPD yang jumlahnya 15 DPD dari 22 DPD yang ada diseantero nusantara.

Berikut isi Deklarasi APSI 2018:

Pada hari ini, JUM’AT, tanggal DUA bulan NOVEMBER tahun DUA RIBU DELAPAN BELAS, Pengurus Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) yang beranggotakan Satpam di wilayah Nusantara, bersepakat untuk merubah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI), menjadi ASOSIASI PROFESI SATPAM INDONESIA (APSI) dengan pertimbangan, agar lebih fokus pada pengembangan Kompetensi Profesi Satpam.

Denpasar – Bali, 02 November 2018

 

Berikut Visi dan Misi APSI 2018 – 2023

VISI:

Menjadikan Profesi Satpam Sebagai Bidang Pekerjaan yang Lebih Diakui, Dihargai dan Dibanggakan

MISI:

  1. Menjadi Mitra Polri dalam Mengembangkan Regulasi Bidang Industrial Security di Indonesia
  2. Meningkatkan Profesionalisme Personil Satpam Melalui Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi
  3. Membantu Polri dalam Menegakkan Peraturan Satpam di Indonesia
  4. Memberikan Pendampingan dan Advokasi Hukum Anggota Asosiasi Terkait Ketenaga Kerjaan, dengan Pemberi Kerja
  5. Memperjuangkan Hak-Hak Satpam Sesuai Ketentuan Ketenaga Kerjaan dan Ketentuan Polri
  6. Menggalang Kerja Sama dengan Asosiasi Bidang Sekuriti lain, baik Nasional , Regional dan International
  7. Mewujudkan Pekerjaan Satpam menjadi Profesi Satpam