Bravo Satria Perkasa
30 Oct 2018

APSI Selenggarakan Rakernas, Seminar dan Pelantikan DPD APSI Bali

KSATRIA| Denpasar–Kiprah Satuan Pengamanan (satpam) selama 38 tahun, telah ikut andil dalam menciptakan suasana aman di lungkungan kerja di Indonesia. Kini, setelah 38 tahun, satpam akan menjadi sebuah profesi yang memiliki aturan jelas dalam pelaksanaannya.

Menyikapi 38 tahun satpam, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) akan menggelar seminar dan rapat kerja nasional (Rakernas) pada 31 Oktober-2 November 2018 di Dynasty Resort Bali. Acara berlanjut dengan pelantikan DPD APSI Bali.

Menurut Ketua APSI Azis Said, kegiatan ini untuk melakukan konsolidasi internal organisasi dan mengevaluasi program APSI selama setahun. “Banyak perkembangan terkait satpam yang akan menjadi profesi ini dan harus disikapi oleh organisasi secara baik,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity, (30/10).

Azis menambahkan salah satu agenda APSI di rakernas ini adalah pelantikan DPD APSI Bali, selain itu juga akan ada pembahasan menyoroti seputar sertifikasi oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang akan diberlakukan untuk satpam. Untuk itu, ia mengundang narasumber Irjen. Pol. Drs. H. Arkian Lubis, SH, MSi selaku Kakorbinmas Baharkam Polri.

Arkian yang didaulat menjadi keynote speaker ini akan memaparkan road map pelaksanaan Sertifikasi Profesi Satuan Pengamanan setelah Konvensi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) tahun 2018 bidang satuan pengamanan.

Menurut Azis, setelah pertemuan membahas SKKNI dengan para stakeholder, kini tinggal menunggu tanda tangan dari Kementerian Ketenagakerjaan. “Setelah ditandatangani maka sertifikasi satpam oleh lembaga LSP akan berlaku untuk seluruh satpam,” katanya.

Sementara Azis dalam seminar nanti akan membahas seputar hambatan dan tantangan pemangku kepentingan bidang sekuriti pada pelaksanaan sertifikasi profesi satpam. Ke depan, tambah Azis, satpam tidak cukup dengan pelatihan gada pratama tapi harus mengikuti program LSP untuk mendapatkan sertifikat dari LSP.

Sementara dari Mabes Polri hadir sebagai narasumber adalah Kombes Pol. Aloysius Liliek Darmanto, SH membahas tentang kesiapan Polri dalam program sertifikasi profesi satpam menyangkut lembaga, sistem dan sumber daya manusia.

Sebagai penutup sesi seminar,  Soegianto, MBA, Ph.D dari Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan mengupas perbandingan proses dan implemntasi sertifikasi satuan pengamanan di beberapa negara. “Saya berharap seminar ini memberikan gambaran kepada para pengurus APSI tentang sertifikasi satpam yang benar,” tegasnya.[roj]

24 Oct 2018

Dirut BSP Berkunjung ke Palu Bantu Korban Bencana  

KSATRIA| Palu–Bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi menyisakan luka mendalam. Banyak masyarakat yang kehilangan saudara, harta dan benda. Mereka pun hidup dalam serba keterbatasan.

Melihat kenyataan yang terjadi di Sulawesi Tengah ini mengetuk PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) untuk berbuat bagi saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah. Dua hari setelah kejadin gempa, Team Bagana (Bravo Tanggap Bencana) merapat ke titik bencana.

Team Bagana tahap pertama berangkat melalui jalur darat dari Makassar terdiri dari Sarwo Hadi (Head of Area BSP Indonesia Timur), Syarifuddin  (Danton Bank Permata Makassar ) dan Irfan (Danru Patroli Semen Tonasa Pangkep).

Menurut HOA BSP Indonesia Timur Sarwo Hadi, Team Bagana langsung melakukan pengamanan proyek-proyek BSP di Kota Palu dengan cara meningkatkan patroli dan penempatan personil di titik proyek BSP yang dianggap rawan dari penjarahan.

“Kami juga memberikan sembako yang dibutuhkan oleh staf-staf BSP dan anggota security BSP khususnya di Kota Palu,” katanya.

Apa yang dilakukan Team Bagana ini ternyata mendapatkan respon positif dan apresiasi dari para klien di Jakarta. “Alhamdulillah respon dan kegiatan yang dilakukan Team Bagana pertama mendapatkan apresiasi dari klien-klien pusat kami di Jakarta,” jelasnya.

Akhirnya pada hari ke delapan, Team Bagana yang dipimpin General Manager & Marketing BSP Rangga Aditya Nugroho didampingi Suhendy berkunjung langsung kepada para korban berdampak bencana, terutama korban dari anggota BSP dan melakukan recovery pengamanan proyek-proyek BSP di Kota Palu.

Kepedulian BSP ditunjukkan dengan kehadiran Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo pada tanggal 14 Oktober 2018 di Kota Palu. “Beliau langsung memimpin koordinasi dengan team kami di Palu untuk menyusun langkah-langkah positif yang diambil lalu menjadwalkan kegiatan selama beliau berada di Palu,” ujarnya.

LIHAT: Poto-poto kunjungan ke Palu 

Adapun beberapa agenda kunjungan Joko PN Utomo adalah memberikan motivasi dan support berupa penyerahan Piagam Penghargaan dan uang kepada 18 personil BSP yang memiliki dedikasi tinggi pada tugas pada saat bencana terjadi maupun pasca bencana.

Selain itu juga memberikan sumbangan berupa uang dan sembako kepada seluruh anggota BSP di Kota Palu. “Kami juga mengunjungi ke beberapa klien yang kantornya sudah beroperasi,” paparnya.

Kehadiran Joko PN Utomo ke Palu juga memberikan sembako kepada pengurus BPD Abujapi Sulteng lalu mengunjungi ke tempat bencana yang sangat memprihatinkan akibat dari gempa dan tsunami ini. [roji]

 

 

17 Oct 2018

Tips Agar Selamat dari Gempa Bumi

KSATRIA| Berusahalah untuk tenang dan tidak panik saat ada pengumuman bencana gempa bumi dengan informasi yang sudah terverifikasi. Lakukan persiapan upaya pencegahan gempa, penagangan saat dan pasca gempa bumi, sesuai panduan Palang Merah Indonesia berikut ini:

Waspada Sebelum Gempa Bumi

  1. Kenali daerah sekitar tempat tinggal (apakah termasuk rawan gempa atau tidak).
  2. Ketika masuk ke sebuah gedung atau bangunan, perhatikan letak pintu keluar, tangga darurat, atau cara-cara untuk mengeluarkan diri jika sewaktu-waktu harus menyelamatkan diri.
  3. Di dalam ruangan tempat Anda berada, perhatikan titik-titik yang aman untuk berlindung ketika gempa terjadi.
  4. Perhatikan juga tempat yang berbahaya jika gempa terjadi, seperti di dekat kaca, tiang atau pilar, lemari, dan lain-lain.
  5. Catat dan simpan nomor-nomor telepon penting yang harus dihubungi saat gempa terjadi seperti PMI, rumah sakit, pemadam kebakaran, polisi, dan lain-lain. Matikan kran air, kompor, gas, dan listrik jika selesai digunakan.

Tindakan Saat Gempa Bumi Terjadi

  1. Jika berada di dalam rumah Berusahalah menyelamatkan diri dan keluarga. Berlindunglah di bawah meja agar tubuh tidak terkena benda-benda yang berjatuhan. Lindungi kepala dengan apa saja, misalnya helm, bantal, papan, atau kedua tangan dengan posisi telungkup.
  2. Jika berada di luar rumah Merunduk dan lindungilah kepala, lalu bergeraklah menjauh dari gedung dan tiang menuju daerah terbuka. Jangan melakukan tindakan apapun, tunggulah sampai keadaan benar-benar tenang karena setelah gempa pertama biasanya ada gempa susulan.
  3. Jika berada di pusat perbelanjaan atau di tempat umum lainnya Usahakan untuk tetap tenang, biasanya kerumunan orang dalam bencana berpotensi kepanikan. Ikuti petunjuk dari petugas penyelamat. Jangan menggunakan lift ketika terjadi gempa atau kebakaran namun gunakanlah tangga darurat, lalu bergeraklah ke tempat terbuka.
  4. Jika berada di dalam kendaraan Berpeganganlah dengan erat sehingga tidak terjatuh dari guncangan atau jika kendaraan berhenti secara mendadak. Tetaplah tenang dan ikuti perintah atau petunjuk dari petugas. Mintalah pengemudi untuk menghentikan kendaraan. Setelah itu bergeraklah ke tempat yang terbuka.
  5. Jika berada di gunung atau pantai Gempa dapat menimbulkan longsor di gunung atau perbukitan. Jika Kamu berada di pegunungan, bergeraklah ke tempat yang aman seperti lapangan terbuka yang jauh dari daerah lereng. Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami, jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

Penanganan Setelah Gempa Bumi

  1. Bila masih berada di dalam ruangan atau gedung, segeralah keluar. Periksalah keadaan diri sendiri, apakah ada bagian tubuh yang terluka atau tertimpa benda-benda.
  2. Mintalah orang dewasa untuk mematikan aliran listrik dan gas.
  3. Janganlah menyalakan api, karena bisa terjadi kebocoran gas atau tumpahan bahan bakar.
  4. Jika mampu, berilah pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitarmu. Dengarkanlah informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan bertindaklah sesuai imbauan.

Gempa bumi dapat terjadi pada saat sedang tidur. Penting sekali untuk mengatur kamar tidur agar aman dari gempa. Misalnya, jangan menaruh benda-benda yang mudah jatuh di dinding tempat tidur. Tautkan lemari di dinding dan pastikan benar-benar kuat. Pastikan ketika terjadi getaran kita tidak tertimpa benda-benda. Tidak hanya kamar, buatlah ruangan kantor aman dari gempa. Selain konstruksi bangunannya, usahakan bingkai atau benda-benda lain yang ditempelkan di dinding melekat kuat. Aturlah meja-meja dan kursi-kursi agar tidak menghalangi orang bergerak ke pintu keluar ketika gempa terjadi.

sumber: kompas

17 Oct 2018

Wakapolda Sumsel: Satpam Sangat Membantu Peran Kepolisian

KSATRIA| Palembang–Hadirnya jasa pengamanan satuan pengamanan (Satpam) diakui sangat membantu peran kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Terlebih, keberadaan satpam di masyarakat merupakan perpanjangan tangan dari kepolisian.

Demikian diungkapkan Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno pada acara rapat kordinasi dan tatap muka bersama Kapolda Sumsel di Hotel Ultima Horison, Palembang, Rabu (17/10).

“Jumlah kita, polisi itukan terbatas sehingga kita perlukan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kamtibmas salah satunya Satpam ini, sangat membantu kita, tapi kalau kita lihat masih kurang jumlah satpam ini,” kata Bimo dilansir detiksumsel.com.

Menurut perwira tinggi dengan bintang satu di pundak ini, peran satpam dalam membantu keamanan di Sumsel sangatlah besar.

“Kalau satpamnya cukup tidak perlu polisi lagi, tapi perusahaan kadang malas merekrut Satpam sehingga masih mengandalkan tugas-tugas polisi, tentara. Harapan kita punya perusahaan harus mampu bayar satpam, karena kualitas mereka sudah bagus,” pungkas.

Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sumsel Novembriono mengatakan, jumlah satpam di Sumsel yang memiliki KTA tercatat sebanyak 20 ribu personil, namun masih banyak juga security yang berseragam Satpam namun tidak memiliki pendidikan dan KTA.

“Untuk itu kedepan pihaknya akan merapihkan seluruh Satpam yang ada di Sumsel,” katanya.

Menurutnya, jasa pengamanan bisa dimanfaatkan disegala sektor, namun saat ini sektor perkebunan dan pertambangan paling banyak menggunakan jasa pengamanan Satpam.

“Seharusnyakan makin tahun dengan perkembangan ekonomi, perusahaannya makin besar seharusnya makin meningkat, tetapi sekarang ini agak melambat. Padahal seperti yang disampaikan Wakapolda tadi, harusnya pengamanan di areal kerja itu jadi domainnya badan usaha jasa pengamanan,” ujar Novembriono.

Ditambahkan, fakta saat ini banyak pimpinan perusahaan yang menggunakan jasa anggota TNI-POLRI sehingga peran serta security ataupun Satuan Pengamanan (Satpam) sedikit berkurang dan cenderung tidak mandiri. “Nah kita harapkan kedepan peran security di pengamanan terbatas ini perlu ditingkatkan lagi,” katanya.

Menurutnya, melambannya permintaan jasa pengamanan karena kurangnya kepercayaan pihak perusahaan dan kualitas satpam yang perlu ditingkatkan lagi mendekati kemampuan dari kepolisian. Misalnya, melakukan pelatihan sesuai standar Peraturan Kapolri nomor 24 tentang sistem menejemen pengamanan organisasi perusahaan dan lembaga pemerintah. Juga diberikannya kursus-kursus bagi tenaga Satpam dan memberikan seminar tentang pelatihan Satpam dengan menggandeng pihak kepolisian.

“Nah ini akan meningkatkan kualitas security dimasa yang akan datang,” pungkasnya.[roj]

17 Oct 2018

Security Summit Ke-3 Tahun 2018 Digelar di Yogjakarta

KSATRIA| Yogjakarta–Pertemuan dua tahunan di bidang keamanan yang digagas SKK Migas, Security Summit ke-3 tahun 2018 diadakan di Hotel Tentrem 17-19 Oktober 2018. 500 peserta dari dalam dan luar negeri hadir membahas tema utama bertajuk New Paradigm Integrating Security Resilience Into Business Excellence.

Ketua Panitia Pelaksana 2018 Security Summit, Putra Jaya mengatakan rangkaian kegiatan ini merupakan ketiga kalinya dilaksanakan di mana saat ini Yogyakarta menjadi tuan rumah. Selama tiga hari para peserta membahas berbagai hal tentang keamanan khususnya di bidang energi yang menjadi sektor paling strategis saat ini.

“Ini Security Summit ketiga di mana tahun 2014 lalu diselenggarakan di Bali, kedua 2016 di Solo dan tahun ini di Yogyakarta. Tema yang kita angkat kali ini New Paradigm Integrating Security Resilience Into Business Excellence, dilaksanakan tiga hari dan menghadirkan pembicara berkompeten dari berbagai bidang,” ungkapnya, Rabu (17/10/2018) .

Pembahasan tema tersebut menurut Putra Jaya menjadi penting lantaran saat ini keberlangsungan bisnis khususnya migas dan sumber daya di dalamnya memerlukan pengamanan ekstra demi terjaminnya kesuksesan. “Kepekaan terhadap semua potensi ancaman serta kemampuan menjalankan strategi manajemen pengamanan yang baik merupakan hal penting dan inilah yang akan kita bahas selama tiga hari kedepan,” tandasnya.

Berbagai narasumber dihadirkan dalam agenda tiga hari tersebut diantaranya dari pelaku manajemen keamanan kelas dunia, akademisi, praktisi juga menggandeng Asosiasi Sekuriti Industri Hulu Migas (ASIM). “Harapan kami komunikasi dan kolaborasi pemangku kepentingan meliputi pemerintah, otoritas pengamanan dan masyarakat bisa sejalan menerapkan konsep pengamanan strategis untuk menyikapi dinamika ancaman, tantangan dan gangguan saat ini dan kedepan,” lanjut dia.

Sementara Arcandra Tahar, Wakil Menteri ESDM yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan di mana predikat aman dalam bidang energi tak bisa berdiri sendir, butuh komponen-komponen lain penunjang. Dikatakan Arcandra tahun 70-an lalu, Indonesia mampu memproduksi petroleum oil dengan jarak waktu hanya lima tahun, sementara saat ini mundur menjadi sepuluh tahun.

Hal tersebut menurut dia masih layak diperdebatkan lebih lanjut dari sisi teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun sistem birokrasi. Acrandra berharap, melalui pertemuan tiga hari ini seluruh stakeholder bisa membahas secara menyeluruh masalah yang dialami, termasuk dorongan sinergi TNI-Polri agar Indonesia bisa memaksimalkan pengelolaan energi tersebut.

“Negara kita, minyak kita hanya 0,2 persen dari seluruh cadangan dunia dan gas 1,5 persen dari cadangan seluruh dunia, itupun pengelolaannya belum maksimal sampai saat ini menurut saya. Produksi petroleum oil kita 10 tahun padahal dunia hanya 5 tahun dan tahun 70-an kita juga pernah jangkanya 5 tahun mulai dari discovery hingga tetes oil. Harapannya acara ini bisa berdampak nyata sehingga permasalahan yang dialami ini tak terjadi lagi kedepan dan pengelolaan migas kita bisa maksimal,” tandasnya.[froj]

11 Oct 2018

APSI akan Gelar Seminar tentang Profesi Sekuriti

KSATRIA| Jakarta–Seiring dengan tuntutan kebutuhan tenaga jasa pengamanan yang lebih profesional, Satpam tidak hanya wajib berpendidikan satpam saja, namun diperlukan sertifikasi profesi satpam, penyelenggara sertifikasi profesi satpam adalah lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang diinisiasi oleh Polri.

Oleh karena itu perkerjaan sebagai satpam akan diarahkan menjadi profesi satpam. Untuk keperluan itulah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) akan menyelenggarakan seminar security dengan tema ‘Peta jalan pelaksanaan sertifikasi profesi satpam setelah selesainya konvensi SKKNI 2018 bidang satuan pengamanan.

Kegiatan seminar security ini penting bagi pada direktur perusahaan, pengelola badan usaha jasa pengamanan dan manajer sekuriti, manager HRD, manager GA sebuah perusahaan. Guna menambah wawasan tentang perkembangan industrial security Indonesia.

Renacananya akan hadir sebagai keynote speaker oleh Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, SH, Msi sebagai Kakor Binmas Baharkan Polri. Sedangkan para pembicara dalam seminar adalah Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto, SH Kasubdit Kom Satpam atau Polsus Korbinmas Baharkan Polri, yang akan membawakan tema ‘Kesiapan Polri pada program sertifikasi satpam menyangkut lembaga, sistem dan SDM’

Sementara Soegianto, MBA, PhD Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan mengambil pembahasan tentang ‘Bancmarking tentang proses dan implementasi sertifikasi profesi satpam dengan profesi lain di Indonesia maupun luar negeri.

Sedangkan Ketua APSI H. Azis Said, SE akan membahas hambatan dan tantangan pemangku kepentingan bidang sekuriti pada pelaksanaan sertifikasi profesi satpam dan apresiasinya.

Acara seminar ini akan digelar pada Kamis, 1 November 2018 di Bali Dyansty Resort, Badung Bali. Bagi yang ingin mendaftar dalam acara besar ini bisa menghubungi kantor sekretariat APSI di Jl Zamrud B1 Cilandak Jakarta Selata di email [email protected] nomor telpon 021-29860957 atau 081511714978 atas nama Nur Azizah.

11 Oct 2018

APSI Buka Pendaftaran Pendidikan Gada Utama

KSATRIA| Jakarta–Dalam rangka mensukseskan  program Polri tentang sertifikasi Gada Utama (Gadut) berdasarkan peraturan kepala kepolisian Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).

Asosiasi Profesi Sekuriti Idonesia (APSI) bersama Mabes Polri dan PT. Panglima Siaga bangsa (PSB) akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Gadut yang berlokasi di Soll Marina Hotel Serpong pada 21-26 Oktpber 2018.

Peserta pelatihan Gadut ini adalah para pemegang kebijakan pengamanan PT. PLN (Persero) dan anak perusahaannya serta para pimpinan BUJP, BUMN dan perusahaan swasta.

Adapun untuk bisa mengikuti pelatihan Gadut ini peserta wajib memiliki surat keterangan sehat dari dokter, menyertakan curiculum vitae dan fotokopi KTP, surat keterangan dari perusahaan yang ditujukan ke Dirbinmas Baharkam Polri serta SKCK dari Polres setempat yang sudah ada rumus sidik jari.

Tunggu apalagi, gali ilmu seputar pengamanan melalui pelatihan Gadut ini. Untuk mendaftar dalam acara ini bisa menghubungi kantor sekretariat APSI di Jl Zamrud B1 Cilandak Jakarta Selata di email [email protected] nomor telpon 021-29860957 atau 081511714978 atas nama Nur Azizah. [fr]

08 Oct 2018

Bravo Tanggap Bencana Buka Posko di Palu

KSATRIA| Palu–Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkap, jumlah korban meninggal dunia gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 1.571 orang. Mayoritas korban tewas ini ditemukan di Kota Teluk, Palu.

“Sebanyak 1.571 korban meninggal dunia. Rinciannya 144 di Donggala, 1.351 di Palu, 62 di Sigi, 12 di Moutoung, dan 1 orang di Pasang Kayu,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).

Dia menjelaskan, sebagian besar korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan. Dia menyebut, 1.551 jenazah korban gempa Palu dan Donggala telah dimakamkan secara massal.

Menanggapi bencana yang terjadi di Sulteng ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Indonesia Timur melalui instruksi Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo dan Direktur BSP Djarot Soeprianto membuka posko bencana gempa BSP Palu melalui team Bravo Tanggap Bencana (Bagana).

Untuk melakukan koordinasi dengan pihak di daerah, Head Office BSP mengutus YC Khaled Purnama Manager Operational, Rangga Aditya Nugroho, Head of Operation and Business Division, dan Suhendy Section Head of Operation Dept. untuk berkoordinasi dengan Head of Area Indonesia Timur Sarwohadi dan Komandan Sektor Wilayah Palu Jamrin.

Team Bagana berangkat ke Palu sejak tanggal 29 September 2018. Team Bagana membuat perencanaan kegiatan di Palu. Bagana merupakan team tanggap bencana dalam penanganan operasi recovery pengamanan proyek-proyek BSP yang ada di Palu. Sementara kekuatan personilnya bukan untuk penanganan evakuasi.

“Kedatangan kami ke lokasi bencana untuk merespons dengan cepat, baik kebutuhan personil dan kebutuhan klien kami di Palu terkait kondisi bencana, terutama untuk recovery pengamanan proyek,” kata Suhendy Section Head of Operation Dept BSP.

Dengan waktu cepat, Bagana mengidentifikasi adanya korban bencana dari keluarga para anggota BSP di Palu. Sekaligus membackup keamanan di beberapa proyek yang ada di Palu.

Dalam kunjungan itu, kami terharu dengan anggota satpam BSP bernama Wayan yang bertugas di PT APL Palu. Untuk menjaga aset perusahaan yang bernilai miliaran, ia tak mau meninggalkan lokasi APL, meski ia selama tiga hari tidak mandi karena mengantisipasi dari kejahatan yang timbul.

Padahal Wayan oleh keluarganya diminta untuk meninggalkan lokasi APL dan mengungsi ke kampung halaman di Parigi Moutong. “Wayan hanya bilang kalau saya pergi siapa yang jaga APL dan menjaga produk produk yang nilainya Miliaran,” ungkap Suhendy meniru Wayan.

Berbeda dengan Wayan, satpam Mohamad Fadli, yang bekerja di CIMB Niaga Auto Finance, Saat bertugas anak dan istrinya berada di rumah di daerah Petobo, saat gempa dan tsunami ia sedang bertugas, Fadli mempertahankan project dengan aman, tetapi harus dibayar mahal anak istrinya ditelan bumi.

“Rumahnya amblas ditutup lumpur yang keluar dari perut bumi, hari ketiga dilakukan penggalian oleh team SAR, anak istri Fadli ditemukan sedang berpelukan, Inalillahi wa Inna ilaihi Raji’un. Semoga keluarga Fadli diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa, kami respect untuk Fadli dan seluruh anggota BSP yang sedang bertugas pada saat musibah terjadi,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada korban yang terkena musibah dan tanggungjawabnya dalam bertugas, maka BSP melalui team Bagana memberikan bantuan dan support semangat kepada anggota yang menjadi korban bencana.

Keluarga besar BSP masih dalam duka, karena hingga sekarang sebanyak 28 anggota BSP masih belum bisa dihubungi atau diketemukan. Team Bagana akan terus mencari informasi terkait anggotanya ini.[]

 

Translate »
error: Content is protected !!