Bravo Satria Perkasa
24 May 2018

INASGOC Antisipasi Keamanan Pembukaan Asian Games 2018

KSATRIA| Jakarta–Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengantisipasi keamanan pembukaan Asian Games pada 18 Agustus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, dengan melibatkan para pemangku kepentingan keamanan.

“Soal keamanan, kami meminta bantuan dari pihak-pihak terkait. Kami sudah orientasi pada kegiatan untuk menyelesaikan tugas dengan benar baik dari tim sport, tim arena pertandingan, tim transportasi, tim kedokteran, hingga tim keamanan,” kata Ketua INASGOC Erick Thohir di sela-sela kunjungan di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

INASGOC, menurut Erick, terus berkolaborasi dengan TNI dan Polri terkait keamanan penyelenggaraan Asian Games, termasuk upacara pembukaan dan penutupan.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak karena Asian Games bukan hanya hajatan INASGOC. Presiden sudah menginstruksikan Asian Games jadi kegiatan nasional dan bukan hanya penyelenggaraan di Jakarta dan Palembang,” kata Erick mengantisipasi ancaman keamanan dari sejumlah pihak sebagaimana pada Piala Dunia 2018.

Erick juga mengajak masyarakat untuk menonton langsung upacara pembukaan Asian Games di Stadion Utama GBK sehingga menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan olahraga di Asia.

“Saya belum dapat menjelaskan detail upacara pembukaan. Tapi, kapan lagi masyarakat dapat menjadi bagian dari sejarah menonton upacara pembukaan secara langsung karena belum tentu terulang puluhan tahun sekali. Penonton hanya akan dapat masuk ke Stadion Utama dari pintu Sudirman,” kata Erick dilansir okezone.com.

Sebelumnya, Indonesia akan menerapkan prosedur pengamanan ‘tanpa-toleransi’ dalam persiapan hingga setelah penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

“Sasaran yang akan kami jadikan target untuk pengamanan adalah penyelenggaraan itu sendiri dengan standar internasional ‘zero tolerance’ di arena pertandingan, arena nonpertandingan, serta sejumlah lokasi lain,” kata Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Sjafrie Sjamsuddin.

Sjafrie mengatakan pengamanan berlapis yang berasal dari Kepolisian RI dan TNI itu juga akan diberlakukan dalam bidang transportasi, lalu-lintas, serta teknologi informasi, termasuk penyelenggaraan Pawai Obor Asian Games yang akan dimulai pada 15 Juli di 18 provinsi.

Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin yang juga hadir dalam rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan Kepolisian RI mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan memercayakan pengamanan kepada TNI-Polri.

“Saya juga menekankan kepada aparat keamanan untuk profesional karena akan meningkatkan kepercayaan publik, terutama kepercayaan dunia internasional. Semua imbauan perjalanan dari sejumlah negara juga akan segera pulih,” kata Syafruddin yang juga menjadi Komandan Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018. [ROJ]

13 May 2018

Pernyataan Sikap APSI Soal Teror Bom Gereja di Surabaya

KSATRIA| Jakarta–Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) mengecam tindakan bom di Gereja yang terletak di tiga lokasi di Surabaya, Minggu (13/5) pagi.

“Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya. Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” kata Ketua APSI Azis Said di Jakarta, Minggu 13 Mei 2018.

Berikut adalah pernyataan sikap Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI)

MENGUTUK KERAS AKSI TEROR PELEDAKAN BOM GEREJA DI SURABAYA

Telah terjadi, ledakan bom di tiga Gererja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi, mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka-luka, termasuk di dalamnya ANGGOTA SECURITY (SATPAM) yang tengah bertugas di gereja, (Gereja Katedral IndonesiaI tempat bekerja).

Maka atas kejadian tersebut, kami dari asosiasi security, menyatakan sikap:

1. Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya. Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan.

2. Menyampaikam bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Semoga menerima kejadian tersebut dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan dan kesabaran.

3. Mendukung setiap upaya dan langkah Polri dan TNI untuk mengusut secara cepat dan tuntas atas kejadian tersebut, serta mengungkap motif, pola, serta gerakan yang ada di balik peristiwa tersebut.

4. Mengajak seluruh warga Indonesia bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.
Termasuk tidak ikut menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

5. Mendesak pemerintah mengambil langkah tegas dan cepat terkait penanganan dan isu terorisme dan radikalisme.

Surabaya,13 Mei 2018

09 May 2018

Polri Perketat Keamanan Mako Brimob

KSATRIA| Jakarta–Situasi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok berangsur kondusif. Mabes Polri mengaku sudah dapat mengendalikan kondisi usai kerusuhan terjadi antara petugas dan tahanan, Selasa (8/5/2018) malam.

Kendati demikian, polisi terus melakukan negosiasi dengan tahanan. Kabiro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal menuturkan, proses negosiasi dilakukan agar napi mengikuti prosedur tahanan di Mako Brimob.

“Komunikasi bahwa mereka dapat dengan tenang mengikuti semua aturan yang ada di tahanan,” kata Iqbal, Rabu (9/5/2018) siang.

Menurut dia, penanganan kerusuhan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Iqbal juga menegaskan tidak ada penambahan pasukan untuk menangani kericuhan.

Iqbal belum dapat menjelaskan apakah ada korban yang di rumah sakit karena polisi masih melakukan pendekatan kepada tahanan.

“Kami terus melakukan proses-proses yang persuasif kepada tahanan. Kita tentunya punya strategi khusus,” ujarnya.

Mengenai adanya informasi korban meninggal dunia dalam kerusuhan, Iqbal mengatakan, dirinya terus memantau kondisi sejak tadi malam dan tidak ada korban jiwa. “Apa yang di klaim si A dan si B, dan lain- lain itu tidak benar. Sampaikan kepada masyarakat bahwa kami saat ini sudah dapat menguasai keadaan,” tutur Iqbal.

Situasi di luar Mako Brimob Kelapa Dua masih dijaga ketat. Tampak anggota Brimob bersenjata lengkap berjaga di sepanjang Jalan M Yasin. Polisi mensterilkan lokasi hingga radius 600 meter dari pintu masuk Mako Brimob. [RJ]

 

08 May 2018

BSP Jawa 1 Selenggarakan Rakor di Bandung

KSATRIA| Bandung–Dalam rangka meningkatkan kinerja seluruh staf PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa 1 menggelar Rapat Koordiansi ( Rakor ) di Puri Setiabudi Bandung pada 28-29 April 2018. Acara dibuka langung oleh Head Of Area Jawa I Sukadi.

Dalam sambutannya, Sukadi menjelaskan agar semua peserta Rakor memberikan paparan dan selama menjalankan tugas yang diembannya. Sehingga rakor ini menghasilkan langkah kongkrit ke depannya.

Hasil dari pemaparan materi Rakor ini menghasilkan beberapa komitmen dari masing masing divisi, salah satunya divisi operasional yang membahas permasalahan dilapangan seperti melaksanakan tugas fungsi operasi secara cepat dan tepat. “Kunjungan ke tiap-tiap project agar dimaksimalkan untuk mengevaluasi kerja,” katanya.

Selain itu juga meningkatkan kompetensi anggota security secara terencana dimulai dari kegiatan Binlat setiap dua kali dalam satu bulan. “Semua anggota Security Area Jawa I sampai akhir tahun 2018 harus sudah mengikuti pendidikan dasar Gada Pratama dengan persentase minimal 90% dari jumlah kelolaan,” tegasnya.

Sementara itu dari fungsi Personalia Logistik ( Perslog ) agar lebih berhati-hati dan teliti terkait masalah HRD, GA, & Payroll agar lebih respon bila ada masukan atau koreksi dari internal (BSP) maupun External (klien).

Dari Fungsi Finance, masih ada outstanding proyek lokal area Jawa I, untuk menyelesaian  hal tersebut , team finance area Jawa I bila perlu pendampingan dalam melakukan penagihan dengan berkomunikasi kepada HOA Jawa I untuk support kegiatan tersebut.

“Fungsi Marketing, pengembangan dan perawatan proyek proyek lokal agar lebih ditingkatkan,” ujarnya. [ROJI]

Translate »
error: Content is protected !!