Bravo Satria Perkasa
26 Feb 2018

RUPS 2018, BSP Bukukan Laba Bersih Sebesar Rp5.9 Miliar 

KSATRIA| Jakarta–Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bravo Satria Perkasa (BSP) perusahaan jasa pengamanan ini membukukan laba bersih sebesar Rp 5.9 Miliar. Perolehan ini semakin memberikan optimis bagi pemangku kebijakan BSP untuk terus mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik lagi sehingga banyak manfaatnya.

Menurut Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo, mengawali tahun 2017 BSP mengelola 13.150 satpam, dan mengakhiri tahun 2017 dengan kelolaan 13.730 satpam, dengan titik tertinggi 14.275 satpam yang terjadi pada Februari 2017. “Dengan demikian hanya terjadi pertumbuhan kurang lebih 4.8 persen pada angka rata rata kelolaannya,” katanya di Jakarta, Senin (26/12).

Joko menjelaskan, angka pertumbuhan ini cukup bagus mengingat pada tahun 2017 ada beberapa proyek korporat telah memasuki periode perpanjangan kontrak, sehingga berpotensi adanya peralihan alih daya dari satu BUJP ke BUJP lainnya.

“Dampak dari pertumbuhan kelolaan sebesar 4.8 persen ini, tercermin pada pertumbuhan nilai pendapatan bisnis BSP selama tahun 2017 sebesar 12.5 persen yaitu menjadi Rp 679 Miliar dari Rp 603 Miliar pada tahun sebelumnya,” paparnya.

Keseluruhan potret bisnis BSP tahun 2017 ini bisa ditelaah pada laporan keuangan BSP untuk tahun kerja 2017 ini, dimana selain nilai pendapatan bisnis BSP meningkat menjadi Rp 679 Miliar, BSP juga membukukan keuntungan bersih setelah pajak di angka Rp 5.9 Miliar.

Joko menambahkan, sesungguhnya perolehan keuntungan BSP tahun 2017 ini dapat dikatakan mencapai Rp 7.8 Miliar. Namun, karena managemen melanjutkan kerja sama dengan Perusahaan Pengelola DPLK Manulife Indonesia untuk mengelola dan menjamin ketersediaan dana pesangon karyawan pada saat dibutuhkan. “Konsekuensi dari program ini adalah kita telah menabung premi sebesar Rp 1.9 Miliar lagi selama tahun 2017,” jelasnya.

Joko mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim BSP yang telah mengantarkan BSP menjadi perusahaan besar yang fokus di bidang pengamanan yang terus tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun.

“Hal ini karena kerja tim marketing BSP bersama jajaran di area area kerja BSP dalam usaha mendapatkan klien baru, adanya penyesuaian UMP/ UMK tahunan, situasi ekonomi nasional yang sudah lebih stabil dan berbagai rangsangan dari pemerintah melalui berbagai proyek infrastruktur baik di Jakarta maupun daerah,” ujarnya.

Joko juga tak menampik bertahannya tingkat laba bersih setelah pajak tahiun 2017 ini, karena adanya kontribusi dari adanya pembenahan organisasi yang dilakukan pada tahun 2014 lalu, hingga saat ini, dengan merampingkan beberapa bagian organisasi yang terasa berlebih dan menambahkan beberapa staff pada bagian lain yang membutuhkan, ternyata menghadirkan organisasi yang mampu melayani pertumbuhan bisnis secara lebih efisien.

Catatan penting lainnya menurut Joko, dalam perjalanan bisnis BSP selama tahun 2017 ini adalah dimulainya kembali program human resources information system (HRIS) yang baru. Dengan target implementasi di 2018 maka pengembangan HRIS ini menjadi fokus penting departemen HRD yang diyakini akan memberikan dampak signifikan pada kualitas layanan administratif BSP kepada para anggota sekuriti dan klien.

Untuk itu, maka pada Juli 2017 dilakukan reorganisasi, dengan menempatkan beberapa personil yang berkompeten di bidangnya. Selain itu pemberlakuan desentralisasi pengadaan seragam dan perlengkapan ke area area kerja BSP. “Berangkat dari tingginya biaya ekspedisi pengiriman seragam dan perlengkapan dari departemen GA di kantor pusat maka wewenang dilimpahkan ke area-area BSP di daerah,” ungkapnya.

Selain itu, juga memberdayakan kerjasama dengan koperasi security BSP untuk mendanai pelatihan Gada Pratama bagi 828 sekuriti BSP di seluruh Indonesia senilai Rp 2.25 Miliar. Hal ini sebagai bentuk antisipasi dengan semakin ketatnya penerapan aturan persyaratan lulus gada pratama bagi sekuriti yang bertugas.

“Dengan semua langkah langkah pembenahan di tahun 2017, BSP bisa lebih siap dan optimis untuk melangkah lebih jauh di tahun 2018 ini,” tegasnya.

Joko tidak lupa kepada para karyawan yang berprestasi dalam bertugas untuk memberikan penghargaan kepada mereka, karena merekalah para prajurit yang menjadi ujung tombok kinerja perusahaan sesungguhnya. “Penghargaan yang layak akan menumbuhkan rasa memiliki dan rasa cinta kepada perusahaan ini, yang niscaya akan mendorong kemajuan BSP,” tuturnya. [RJ]

25 Feb 2018

Astra Motor Gandeng BSP Kampanyekan Safety Riding untuk Satpam

SATRIA| Bengkulu–Demi mengkampanyekan keselamatan berkendara (safety riding), Astra Motor Bengkulu menggandeng PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar pelatihan soal berkendara untuk para satpam.

Sebanyak 35 personel satpam BSP mengikuti latihan tentang berkendara roda dua yang aman. Menurut instruktur safety riding Astra Motor Bengkulu Noval Yunaidi menjelaskan kegiatan ini bertujuan agar para satpam BSP mampu menjadi duta safety riding di lingkungan kerja.

“Setelah mereka mengetahui cara berkendara yang aman, merekapun akan membagikan pemahamannya kepada karyawan lain di tempat lingkungan mereka bekerja,” ungkapnya.

Sementara itu Head of Area BSP Sumatera II Mariyanto mengatakan BSP per Januari 2018 menjadi mitra kerja dalam pengamanan Astra Motor Bengkulu.

“Pelatihan safety riding ini sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan kerjasama yang kebih baik, dan memberikan pengetahuan kepada para satpam BSP cara berkendara yang benar,” ujarnya seperti dikutip JurnalSecurity, (21/2).

Mariyanto berharap dari training tersebut anggota satpam BSP yang ada di Bengkulu bisa menjadi duta safety riding bagi anggota yang lainnya. [RJ]

25 Feb 2018

Antisipasi Potensi Alarm Palsu, Ini Tipsnya

KSATRIA| Salah satu kekhawatiran terbesar saat mengaktivasikan sistem alarm dalam hunian adalah terjadinya alarm palsu (false alarm) yang dinilai mengganggu kenyamanan pemlik hunian maupun lingkungan sekitar, karena bisingnya bunyi yang dihasilkan perangkat alarm.

Ivan Govender, Manajer distrik KwaZulu-Natal untuk Fidelity ADT Security, mengatakan karena alarm palsu sangat lazim dan sering terjadi. Menurutnya, enam penyebab paling umum dari alarm palsu adalah, pemilihan peralatan yang salah, kesalahan manusia, lemah daya, pintu dan jendela yang tidak diamankan dengan benar, pemasangan yang tak sesuai dan hewan peliharan, pengerat atau serangga yang memicu alarm palsu.

Dia menegaskan, mendapatkan sistem keamanan yang tepat dan belajar bagaimana menggunakannya dengan benar sangatlah penting. Dia juga mengatakan bahwa melatih mereka yang memiliki akses terhadap sistem akan sangat mengurangi kemungkinan terjadinya alarm palsu.

Terkait itu, ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk mereduksi potensi alarm palsu :

1. Pastikan semua jendela dan pintu aman sebelum mengatu alarm.
2. Semprotkan obat nyamuk ke sensor dan detektor sesering mungkin.
3. Uji sistem keamanan rumah secara berkala.
4. Pastikan panic button atau fitur aktivasi darurat jauh dari anak-anak.
5. Periksa baterai perangkat nirkabel dan daya cadangan pada keypad utama.
6. Pastikan membaca dan membiasakan diri dengan buku petunjuk penggunaan. Simpan di tempat yang mudah dijangkau.
7. Perhatikan peruhan lingkungan yang dapat mempengaruhi sistem atau perangkat.
8. Beritahu penyedia jasa keamanan Anda jika berada jauh dari rumah untuk jangka waktu yang lama.

“Kami menyadari bahwa alarm palsu akan terjadi dari waktu ke waktu. Setelah alarm palsu terjadi, penting untuk meluangkan waktu untuk menentukan apa yang memicu alarm dan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan tindakan tersebut dihindari di masa depan,” jelasnya. [RJ]

Sumber: indosecuritysystem.com

16 Feb 2018

Abujapi Gelar Rapimnas dan Rakerda Jatim di Milad ke-12

KSATRIA| Mojokerto–Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BPP-Abujapi) menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) dan rapat kerja daerah (Rakerda) BPD Abujapi Jawa Timur di Mojokerto, Rabu (14/2/2018)
Rapimnas ini sekaligus memperingati kelahiran Abujapi yang ke-12 tahun. Acara ini dihadiri oleh Kakorbinmas Baharkam dan seluruh pengurus BPP dan ketua BPD seluruh Indonesia.
Menurut Ketua Pelaksana Forum Ketua Umum BPP-BPD Abujapi 2018, Joko PN Utomo kegiatan ini untuk meningkatkan soliditas antarpengurus pusat dan pengurus daerah, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi Abujapi.
Joko yang juga Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa ini dalam keterangannya menyampaikan ada beberapa agenda yang dibahas dalam Forum Ketum BPP-BPD ini, diantaranya adalah menggelar dialog dengan Kakorbinmas Baharkam Polri Irjenpol H. Arkian Lubis., S.H., M.Si.
Selain itu juga ada agenda dialog antara BPP dan BPD, membahas Confrensi nasional Abujapi/Jamborenas BUJP seluruh Indonesia, membahas seputar kebijakan KTA on line dan membahas badan otonom Abujapi yaitu koperasi Abujapi dan Korps Gada Utama.
Sebagai penutup acara Forum Ketum BPP-BPD ini, pada Kamis, 15 Februari 2018 seluruh peserta akan menghadiri rapat kerja daerah BPD Abupjapi Jawa Timur. [ROJI]

12 Feb 2018

Inilah Tujuh Orang yang Mendapat Penghargaan Mabes Polri di HUT Satpam

KSATRIA, Jakarta–Dalam HUT Satpam ke-37 yang digelar di JIExpo Kemayoran, pada 3 Februari 2018 lalu, Mabes Polri memberikan sejumlah penghargaan kepada warga negara Indonesia yang berperan dalam mengembangkan industrial security di Indonesia.

Surat keputusan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri No. 32/II/HUM.11.1/2018 menetapkan sejumlah nama yang mendapatkan penghargaan dari Polri. Mereka adalah:

  1. Irjen Pol. (Purn) Drs. HM. Hindarto, Msi, pendiri dan mantan ketua umum pertama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi).

Prestasi: Membangun sistem sertifikasi satpam sebagai profesi agar dapat menjadi tenaga kerja yang profesional.

  1. Irjen Pol. (Purn) Drs. Ronny Lihawa, pemerhati satuan pengamanan.

Prestasi: Memajukan dan mengangkat harkat dan martabat satpam dengan membangun sistem sertifikasi satpam sebagai profesi agar dapat menjadi tenaga kerja profesional.

  1. Brigjen Pol. (Purn) Drs. Jan Erold Rahakbauw, pemerhati satuan pengamanan.

Prestasi: Memajukan dan mengangkat harkat dan martabat satpam dengan membangun sistem sertifikasi satpam sebagai profesi agar dapat menjadi tenaga kerja profesional.

  1. Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, pemerhati satuan pengamanan.

Prestasi: Memajukan dan mengangkat harkat dan martabat satpam dengan membangun sistem sertifikasi satpam sebagai profesi agar dapat menjadi tenaga kerja profesional.

  1. Ir. Sanny Suharly, CEO Professtama Teknik Cemerlang.

Prestasi: Memajukan dan mengangkat harkat dan martabat satpam dengan memajukan dan mengembangkan Industrial Security di Indonesia melalui pengetahuan dan keahliannya di bidang teknologi pengamanan di Indonesia.

  1. Darly Siregar, ICPS, CATS, CCPS, Direktur PT First Security Indonesia.

Prestasi: Memperjuangkan demi meningkatkan kompetensi manager security melalui pendidikan dan latihan gada utama maupun seminar tentang perkembangan profesi satpam di Indonesia agar mampu disejajarkan dengan dunia internasional.

  1. Catur Halimandrianto, Anggota Satpam, PT. Sigap Prima Astrea

Prestasi: Melaknsakan tugas telah berani menegur orang yang diduga akan melakukan tindak kejahatan berupa pencurian kendaraan bermotor berupa mobil yang berakibat pelaku mengkalungkan sebuah celurit dan menimbulkan pendarahan sehingga korban harus dirawat di rumah sakit. [ROJI]

06 Feb 2018

Tinggi Pagar yang Ideal untuk Keamanan Rumah

KSATRIA| Jakarta–Tak ada aturan resmi yang mengatur tinggi pagar sebuah rumah sehingga banyak orang bingung menentukan tinggi pagar rumah yang ideal. Namun, ada beberapa faktor yang ikut berpengaruh dalam menentukan tinggi pagar rumah yang ideal.

Sebelum membangun pagar rumah, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu regulasi yang dibuat pemerintah atau pengembang mengenai pagar rumah yang diizinkan. Adakah aturan jelas yang mengatur tinggi pagar rumah ideal.

Misalnya, ketika Anda tinggal di perumahan dengan konsep town house. Di perumahan semacam ini, penggunaan pagar tinggi akan bertentangan dengan konsep keramahan yang ditawarkan oleh perumahan tersebut.

Tinggi pagar rumah ideal juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bagi Anda yang membangun pagar dengan tujuan melindungi area private di rumah, ketinggian ideal pagar adalah lebih tinggi dari rata-rata tinggi orang dewasa, yaitu sekitar 1,8 meter.

Untuk Anda yang ingin mencegah penyusup masuk ke dalam rumah, tinggi pagar rumah ideal berkisar 1,8 – 2,5 meter. Agar lebih aman, banyak orang menambahkan material tajam, antara lain pecahan beling, paku, dan sebagainya pada bagian kepala pagar.

Sementara itu, untuk meminimalisasi kebisingan suara di area depan rumah, bukan hanya tinggi pagar rumah ideal yang perlu diperhatikan. Faktor ketebalan pagar juga ikut berpengaruh. Untuk meminimalisasi suara, sebaiknya pagar rumah dibuat dengan ketebalan minimal 10 cm dan ketinggian berkisar 1,8 – 2 meter.

Sebagai saran, untuk Anda yang tinggal di lingkungan klaster, Anda bisa menggunakan pagar dengan ketinggian 0,9 – 1,2 meter atau hanya setinggi pinggang orang dewasa. Andi Wahyudi, arsitek dari ArchDESIGN, mempunyai ukuran yang jelas mengenai tinggi pagar rumah ideal.

“Tinggi pagar sebaiknya tidak lebih dari 1,5 m. Paling ideal 1,2 m,” ujarnya seperti dilansir Kompas.com.

Jika lebar rumah kurang dari 8 m, sebaiknya tinggi pagar 1,2 m. Sementara jika lebar rumah di atas 8 m, bisa menggunakan pagar berketinggian 1,5 m. Menurut Andi, ukuran pagar itu sudah cukup untuk memberi keamanan pada rumah dan memberi kenyamanan visual sehingga wajah rumah masih dapat dinikmati. [ROJI]

 

06 Feb 2018

BSP Kerahkan 200 Satpam Meriahkan HUT Satpam di Kemayoran

KSATRIA| Jakarta–Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-37. Tahun ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) turut berpartisipasi dalam terselenggaranya acara upacara yang diadakan di JIExpo Lapangan Kemayoran, Jakarta pada Jumat (3/2/2018).

Upacara yang mengusung tema meningkatkan kompetensi mewujudkan profesionalisme satpam dalam rangka menciptakan keamanan di lingkungan kerja sejalan dengan BSP yang memiliki bisnis penyedia jasa keamanan. Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo mengatakan, BSP selalau ikut memeriahkan HUT Satpam yang diadakan oleh Polri.

“Dalam HUT Satpam ke-37 ini, BSP mengerahkan 200 personil untuk ikut upacara di Kemayoran,” katanya.

Tak hanya mengirim 200 personil satpam, BSP juga berperan serta dalam mensupport kegiatan HUT satpam ini, karenanya tak heran jika logo BSP terpublikasi di backdrop utama yang ada di lapangan Kemayoran.

“Setiap tahun, saat event besar kegiatan satpam, BSP selalu peduli dan berpartisipasi untuk terselenggaranya acara, karena ini bagian dari kepedulian kami memajukan satpam di Indonesia,” ujar lelaki yang saat ini mengelola 15.000 satpam yang tersebar di nusantara ini.

06 Feb 2018

HUT Satpam ke-37, Polri: Tingkatkan Profesionalisme Satpam

KSATRIA| Jakarta–Ratusan Satuan Pengamanan atau Satpam berkumpul di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam yang ke-37 pada Sabtu (3/2/).

Upacara dilakukan secara militer. Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Moechgiyarto menjadi inspektur upacara menggantikan Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Dalam kesempatan itu, Moechgiyarto menyampaikan pesan dari Tito kepada seluruh Satpam yang mengemban tugas. Untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dari masyarakat, petugas Satpam perlu terus meningkatkan kemampuan seiring perkembangan zaman.

“Tantangan gangguan Kamtibnas ke depan makin kompleks. Berbagai kejahatan di bidang perindustian hingga kejahatan yang di luar fisik, tapi butuh pengamanan secara teknologi,” papar Moechgiyarto di depan para satpam.

Menurut Moechgiyarto, hal tersebut sesuai dengan tema HUT Satpam ke-37 yakni melalui peningkatan kompetensi, profesionlisme satpam wajib ditingkatkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat kerjanya.

“Konsep perpolisian lahir dan berkembang secara demokratis dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Kelahiran satuan pengamanan didorong kebutuhan rasa aman masyarakat,” jelas dia.

Untuk tetap semangat meningkatkan peran Satpam di lingkungan kerjanya masing-masing, lanjut Moechgiyarto, petugas mesti memperhatikan sejumlah hal. Seperti meniatkan dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai bagian dari ibadah.

“Tugas Satpam penuh kemuliaan, oleh karena itu laksanakan dengan cermat dan penuh tanggung jawab. Jangan pernah berhenti meningkatkan kemampuan dan mau belajar ilmu bela diri,” Moechgiyarto menandaskan.

Peringatan HUT Satpam ke-37 itu dihadiri langsung oleh Bapak Satpam Indonesia, Jenderal Purnawirawan Awaloedin Djamin yang merupakan mantan Kapolri ke-8. Dia merupakan pencetus pembentukan Satpam di Indonesia.

Upacara Hut Satpam sendiri merupakan rangkaian kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Polri bersama dengan asosiasi di bidang industri pengamanan seperti Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan lndonesia (ABUJAPl), Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI), Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASllVl), Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai lndonesia (APJATlN), dan Asia Pacific Security Association lndonesia Chapter (APSA). [ROJI]

Translate »
error: Content is protected !!