Bravo Satria Perkasa
27 Dec 2017

Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Liburan

KSATRIA, (BSP)–Liburan telah tiba, biasanya banyak yang berlibur dengan meninggalkan rumah untuk waktu lama. Keamanan rumah yang ditinggalkan tentunya harus diperhatikan agar bisa menjalani liburan dengan tenang dan nyaman. Jangan sampai hal-hal ini terlewat dari pengawasan, ya!  Sebelum berlibur inilah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika meninggalkan rumah selama bepergian?

  1. Pastikan semua pintu dan jendela terkunci

Ini adalah hal utama yang harus diperhatikan ketika hendak bepergian. Bukan hanya pintu-pintu yang harus dikunci, kadang jendela lupa untuk ditutup. Beberapa orang beralasan agar udara di dalam rumah dapat tetap berganti. Hati-hati! Sekecil apa pun celah jendela yang kamu buka, itu dapat memancing pencuri untuk masuk ke dalam! Pastikan semua pintu telah terkunci, semua jendela sudah tertutup rapat, dan gembok pagar apabila perlu.

  1. Nyalakan lampu

Menyalakan lampu jalan dan lampu di beberapa ruangan dapat menjadi penanda bahwa “ada orang di rumah”. Meskipun terkesan boros karena lampu menyala tanpa ada penghuni, hal ini cukup efektif untuk menandakan bahwa ada kehidupan di dalam rumah. Rumah kosong yang ditinggalkan dalam keadaan gelap sangat rawan kemasukan penjahat.

  1. Pastikan semua barang berharga sudah diamankan

Jika kamu memiliki benda yang cukup berharga seperti surat-surat tanah, koleksi emas atau perhiasan, serta uang tunai di dalam rumah, pastikan semua benda itu tersimpan dalam tempt paling aman. Jangan diletakkan sembarangan! Jika perlu, milikilah brankas yang dipasang kode pengaman agar semua benda berharga punya tempat yang aman. Sembunyikan sebaik yang kamu bisa, di tempat yang tidak akan diduga oleh orang selain kamu dan keluarga.

  1. Cabut semua aliran listrik dan tabung gas

Tips ini cukup penting karena hal ini barangkali bukan memicu adanya pencuri tetapi tetap membahayakan keamanan rumahmu. Sudah sering terjadi kebakaran akibat hubungan arus pendek dan meledaknya tabung gas secara tidak sengaja. Lebih baik mencegah, bukan? Lagipula, mencabut listrik dapat menghemat pengeluaran listrik selama kamu tidak di rumah.

  1. Nyalakan alarm dan CCTV

Jika rumahmu memiliki sistem pengamanan yang baik seperti alarm atau CCTV, pastikan keamanannya ketika hendak bepergian. Periksa kembali sambungan kabelnya, arahkan CCTV ke tempat yang sekiranya tertutup dari pandangan, semua demi keamanan. Saat ini, teknologi semakin canggih sehingga sistem keamanan dan CCTV dapat dikendalikan dan dipantau dari jarak jauh melalui ponsel pintar. Pastikan semua terhubung dengan baik sehingga kamu dapat meninggalkan rumah dengan tenang.

  1. Beri tahu tetangga bahwa kamu akan bepergian

Apakah tetanggamu ada yang tidak bepergian selama musim liburan ini? Jika iya, pastikan kamu memberitahunya soal kepergianmu. Selain untuk mempererat silaturahmi, tetangga adalah orang terdekat yang dapat kamu percaya untuk menjaga rumahmu. Jika perlu, titipkan kunci serep kepadanya apabila kamu merasa lebih aman dengan cara begitu.

  1. Jangan meninggalkan kunci di tempat “rahasia”

Seberapa “rahasia” tempat kamu menyimpan kunci yang tidak diketahui orang? Di bawah keset? Di dalam pot bunga? Di dalam sepatu? Semua itu bukan lagi rahasia melainkan sudah menjadi rahasia umum. Alih-alih aman, kamu malah membahayakan rumahmu jika melakukan cara itu. Hindari untuk meninggalkan kunci di sana. Lebih baik ikuti saran di atas—menitipkan kunci pada tetangga—jika memang dirasa perlu.

8. Jangan meninggalkan kunci di tempat “rahasia”

Bila kompleks rumah ada petugas satpam, sebaiknya sebelum pergi koordinasi dengan pihak satpam bahwa rumah akan di tinggal beberapa hari. Sehingga satpam bisa mengontrol setiap saat rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya.

Bukan mau menakut-nakuti, tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada rumahmu selama kamu bepergian meninggalkannya, apalagi dalam waktu yang lama seperti saat mudik. Jangan sampai perjalannanmu terganggu dengan rasa khawatir dan was-was yang berlebihan, lho. Pastikan saja kamu sudah melakukan semua tips yang disebutkan di atas

Semoga perjalanan liburan menyenangkan!

Sumber: mizanstore.com

 

24 Dec 2017

Pelita Keempat BSP, Bravo Fasilitasi Satpam Miliki Rumah

 

KSATRIA–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam rencana Pelita (Pembangunan Lima Tahun) ke-4 nya  membuat program kerja tentang perombakan serta penyempurnaan kebijakan pada internal manajemen dan staf, begitu juga kebijakan untuk anggota satpamnya. Diantara program untuk anggota satpam adalah program kepemilikan rumah untuk satpam yang bekerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB.

Menurut Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa, Joko PN Utomo, memasuki Pelita keempat BSP, pihaknya menjalin kerjasama dengan Bank BJB dalam hal memfasilitasi  pemilikan rumah untuk staf karyawan pengelola pada umumnya, serta untuk satpam pada khususnya. “ Hal ini menjadi langkah kongkrit kami, sekaligus sebagai kepedulian BSP terhadap profesi satpam dan mengangkat derajat serta martabat satpam,” katanya saat ditemui di kantornya.

Joko menjelaskan, program ini merupakan bentuk langkah nyata keselarasan antar niat luhur kami untuk mensejahterakan anggota satpam. Hal ini juga selaras dengan program pemerintah tentang   pembangunan sejuta rumah sederhana dengan memberikan subsidi pada proses KPR-nya.

“Kami sangat berterima kasih, karena Bank BJB telah memberikan kesempatan kepada salah satu vendornya, dalam hal ini BSP untuk bisa mendapatkan fasilitas kepemilikan rumah sederhana khusus untuk satpam BSP yang bertugas di lingkup kerja Bank BJB,” jelasnya.

Menurut Joko, langkah pertama ini adalah dikhususkan satpam BSP yang bekerja di lingkup Bank BJB. Ke depan, Joko berharap tidak hanya satpam yang bertugas di lingkup Bank BJB saja, melainkan juga satpam yang bertugas di luar lingkup proyek Bank BJB.

Bahkan Joko berobsesi ke depan BSP yang bekerja sama dengan Bank BJB bisa membangun perumahan khusus satpam di Indonesia.

“Bank BJB sangat terbuka untuk bekerja sama dengan banyak developer perumahan untuk dapat mewujudkan peluang membangun perumahan khusus satpam yang lebih luas lagi,” tegasnya.

Untuk projek pertama ini, sudah ada puluhan satpam yang mendapatkan kesempatan untuk ikut KPR dengan DP sangat ringan dan terjangkau oleh satpam.  Tahap awal, perumahan dibangun di wilayah seputaran Kabupaten Bandung. Jumlah ini akan terus bertambah, seiring dengan jumlah kuota yang dipunyai Bank BJB.

Untuk bisa mendapatkan KPR ini, menurut Joko, setidaknya satpamnya sudah pernah bekerja di BSP minimal selama dua tahun dan sudah memiliki sertifikat Gada Pratama. “BSP akan menilai kinerja anggotanya, apakah layak atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Krisnawan, General Manajer HRD & GA BSP menjelaskan, awalnya Bank BJB memiliki program internal yaitu fasilitas kredit rumah untuk karyawan atau staf bank BJB, dan semua vendornya. Berdasarkan kuota dan jumlah satpam BSP yang bertugas di Bank BJB, ternyata memiliki jumlah yang cukup signifikan, akhirnya BSP dan Bank BJB menjalin kerjasama KPR untuk satpam.

Seandainya dari jumlah satpam BSP yang berjumalah kurang lebih nya sebanyak 15.000 personil, sepuluh persennya saja atau 1.500 bisa mendapatkan KPR dari Bank BJB maka akan luar biasa besar manfaatnya untuk para anggota satpam. “Ini merupakan langkah nyata untuk mendongkrak hajat hidup satpam,” ujarnya.

Selama ini mungkin banyak orang beranggapan, gaji satpam tidak akan mungkin mencukupi untuk mendapatkan KPR. Dengan adanya kerjasama Bank BJB dan BSP ini telah mampu menjawab bahwa satpam juga bisa memiliki rumah sendiri.

“Kami bersyukur melalui Bank BJB, kami bisa  memfasilitasi satpam kami untuk ikut mewujudkan keinginan nya untuk memiliki rumah,” ujarnya.  [NK]

24 Dec 2017

Pemerintah Antisipasi Gangguan Keamanan Akhir Tahun

KSATRIA, (BSP)–Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah terus melakukan antisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban saat libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Saya kira ancaman keamanan merupakan hal yang sering terjadi dan biasa terjadi tiap tahun dan itu sudah diantisipasi,” kata Wiranto usai rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan secara khusus Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengerahkan aparat keamanan secara maksimal untuk mengawal aktivitas masyarakat. “Semua diantisipasi dengan saksama,” kata Wiranto.

Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas khusus membahas persiapan menghadapi perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Pemerintah telah secara serius memprediksi hal-hal yang mungkin terjadi yang mengganggu stabilitas keamanan, mengganggu kenyamanan mudik, dan pengendalian harga pangan dan tarif jasa transportasi,” kata Wiranto.

Ia menyebutkan berbagai kemungkinan telah diantisipasi dan Presiden Jokowi meminta berbagai hal yang menghambat dan mengganggu kehidupan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru supaya dieliminasi.

“Tadi telah disampaikan banyak petunjuk dari beliau dan persiapan akan terus dilanjutkan. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan aman dan tertib, terutama tentu kita harapkan keterlibatan masyarakat yang diharapkan ikut membantu membangun suasana damai aman tenteram agar bisa melewati tahun baru dengan baik,” katanya.

Ketika membuka rapat itu, Presiden Jokowi meminta Polri dan TNI dibantu BIN mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban, memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan meningkatkan pengawasan, pengamaman terhadap tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandar udara, pelabuhan, stasiun, dan terminal bus.

“Saya juga meminta masyarakat dilibatkan menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan kita masing-masing,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta diperhatikan terkait dengan pelayanan transportasi. Ia mengingatkan, tahun ini ada liburan yang sangat panjang, sehingga harus dipastikan pelayanan transportasi yang mudah dan gampang diakses oleh masyarakat, serta aman dan nyaman.

Apalagi akhir tahun ini juga bertepatan dengan momen liburan sekolah sehingga kebutuhan akan layanan transportasi semakin meningkat. “Utamakan keselamatan warga dalam menggunakan sarana transportasi, baik yang di darat, laut maupun udara,” tegas Presiden dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla itu. [NK]

 

18 Dec 2017

Inilah Usulan Abujapi Soal Standar Remunerasi Profesi Satpam

KSATRIA, (BSP)–Menurut Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Budi Rianto, jumlah tenaga satpam di Indonesia mencapai  2,5 juta orang baik yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) maupun yang belum. Jumlah satpam di seluruh Indonesia jauh lebih besar dari anggota Polri yang hanya mencapai 450.000 personil saja.

Disisi lain, tambah Budi, sekalipun terdapat beberapa peraturan terkait BUJP dan Pam Swakarsa, belum ada peraturan yang memberikan kelayakan pada profesi yang mulia ini. Misalnya, pada UU Kepolisian tidak merinci dengan jelas tentang pembinaan profesi Pam Swakarsa. Meskipun dalam penjelasannya diatur tentang kewenangannya sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas dalam “lingkungan kuasa tempat” (teritoir gebied/ruimte gebied) meliputi lingkungan pemukiman, lingkungan kerja, dan lingkungan pendidikan.

Sedangkan pengaturan mengenai Pam Swakarsa diserahkan pada Kapolri. Lalu lahirlah berbagai Peraturan Kapolri yang dijadikan rujukan hingga saat ini, yaitu Perkap No 24 tahun 2007 tentang “Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga  Pemerintah”.

Demikian juga dalam aturan ketenagakerjaan di Indonesia, kedudukan satpam yang dikelola BUJP dalam struktur ketenagakerjaan nasional, khususnya dalam bidang industrial security ditempatkan sebagai “pekerjaan yang dapat diserahkan kepada penyedia jasa pekerja/buruh” atau “tenaga alih daya” setara dengan pelayanan kebersihan (cleaning service), dan pekerja catering,  sebagaimana diatur pada pasal 17 ayat (3), Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2012.

Pekerjaan satpam disetarakan dengan pekerjaan untuk waktu tertentu yaitu pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya; atau pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun sebagaimana diatur dalam pasal 59 ayat (1)  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur tentang Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT). Akibatnya, satpam “terpaksa” berpindah dari satu BUJP ke BUJP lain setelah berakhir Perjanjian Kerjanya, demi mempertahankan profesi kerjanya.

“ABUJAPI sebagai mitra utama Polri dan pengelola satpam terpanggil untuk melakukan pembenahan dengan membuat berbagai program kerja terkait dengan pemuliaan profesi satpam. Diantaranya, mengusulkan perubahan atau revisi Perkap 24 yang sudah tidak sesuai dengan kondisi kekinian termasuk perubahan nomenklatur di internal Polri,” jelasnya dalam sebuah seminar tentang pengupahan satpam di Jakarta.

ABUJAPI menggagas lahirnya Standar Remunerasi Profesi Satpam berbasis kompetensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BUJP membuat standar minimal biaya langsung personil (remuneration /billing rate) tahun 2018 berdasarkan sertifikasi dan pengalaman profesinya.

Adapun rincian yang diajukan ABUJAPI antara lain, untuk anggota satpam dengan jenjang pendidikan SMA-D3 non pengalaman berpendapatan sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). Satpam dengan jenjang pendidikan SMA-D3, sertifikasi Gada Pratama berpendapatan 2,9 juta s/d 5,6 juta bergantung pengalaman kerjanya. Sementara satpam dengan jengan pendidikan S1 dan bersertifikasi Gada Pratama berpendapatan kisaran 5 juta s/d 7,25 juta, bergantung pengalaman kerjanya.

Sementara satpam dengan jenjang SMA-D3 dengan sertifikasi gada madya berpendapatan 6,3 juta s/d 11,1 juta bertantung lama pengalaman kerjanya. Satpam dengan jenjang pendidikan S1 – S2 dengan sertifikasi gada madya berpendapatan 8,5 juta s/d 15 juta bergantung lama pengalaman kerjanya.

Sementara, satpam berpendidikan SMA –D3 dengan sertifikasi gada utama berpendapatan 12,3 juta s/d 38,4 juta bergantung lama pengalaman kerjanya. Adapun satpam dengan jenjang pendidikan S1 – S2 dengan sertifikasi gada utama berpendapatan 8,25 juta s/d 5 juta bergantung lama pengalaman kerjanya. [MH&ROJI]

18 Dec 2017

Memuliakan Pengupahan Profesi Satpam

Sejak kelahiran satpam, keberadaan satpam masih dipandang “sebelah mata” oleh banyak pihak. Alih-alih menghargai profesi dan dedikasi satpam, faktanya masih ada lembaga pengguna jasa yang membayar profesi satpam di bawah ketentuan upah minimum. 

Satpam merupakan profesi mulia dengan segudang tugas. Dipundaknya terpikul tugas dan tanggung jawabnya. Sudah selayaknya pengupahan profesi ini diperjuangkan. Tugas satpam tidak sekedar sebagai penjaga asset perusahaan atau penjaga jiwa seseorang dari ancaman kejahatan. Lebih dari itu, satpam dalam UU sebagai mitra Polri yang mengemban fungsi Wewenang Kepolisian Terbatas.

Seperti yang tertuang dalam UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 3c. Tanggung jawab Satpam tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Bahkan satpam juga bertugas menjaga ketertiban, memberikan keamanan dan kenyamanan serta pelayanan kepada karyawan, tamu, pengunjung dan masyarakat di lingkungan kerjanya.

Para personil satpam bertugas melindungi harta benda dan jiwa, dengan tingkat visibilitas yang tinggi untuk mencegah aksi kejahatan dan aktifitas lainnya yang tidak wajar. Misalnya kebakaran, maupun gangguan keamanan lainnya di lingkungan kerjanya, baik mengamati secara langsung, dengan cara berpatroli, mengecek sistem alarm dan CCTV (Closed-circuit television) dan lain-lain untuk kemudian mengambil tindakan dan melaporkan setiap kejadian kepada pimpinan.

Tanggal 30 Desember 2017 ini, satpam memasuki usia yang ke-37 tahun, terhitung sejak tanggal 30 Desember 1980 melalui Surat Keputusan Kapolri saat itu dijabat Jenderal Polisi Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA. Hingga saat ini, satpam menjadi element keamanan yang vital dalam sebuah bisnis baik di perkantoran, kawasan industri, kantor pemerintahan, swasta, pertambangan, perminyakan, dan hampir seluruh bidang bisnis menggunakan jasa pengamanan satpam.

Namun masih banyak anggota satpam yang berada dalam kesenjangan, dalam artian tugas yang diembannya lebih berat ketimbang kompensasi yang diterima. Fakta ini semakin memperkuat temuan diungkap lembaga INDEF bahwa selama merdeka lebih dari 70 tahun, Indonesia belum bisa menyelesaikan permasaahan pengupahan.

“Indonesia sebagai negara satu-satunya dibandingkan negara tetangga, bahkan sebelum merdeka setelah 70 tahun merdeka mempersoalkan yang sama hanya persoalan sandang papan dan pangan,” kata , Enny Sri Hartati peneliti INDEF memaparkan hasil temuannya beberapa bulan lalu di Jakarta.

Secara umum, pekerjaan anggota satpam sangat beraneka-ragam jika dilihat dalam segi pendapatannya. Misalnya petugas satpam di suatu tempat dengan resiko tinggi dan tanggung jawab besar namun justru berpenghasilan kurang dibandingkan petugas satpam di wilayah lain yang notabenenya kurang berpengalaman maupun tidak bersertifikasi pelatihan satpam namun berpenghasilan lebih besar.

Ironisnya lagi, setelah 15 tahun sejak kelahiran UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian atau 37 Tahun sejak kelahiran satpam, keberadaan satpam masih dipandang “sebelah mata” oleh banyak pihak. Alih-alih menghargai profesi dan dedikasi satpam, faktanya masih banyak organisasi/instansi/lembaga pengguna jasa yang membayar profesi satpam dibawah ketentuan upah minimum.  Keadaan ini tentu saja mencederai amanat UU Kepolisian yang mendudukkan satpam setara dengan POLSUS dan PPNS. [MH&ROJI]

18 Dec 2017

Muhammad Akbar, Peraih The Best Service Quality Bank Danamon

Pengalaman di dunia sekuriti membuat dirinya semakin yakin bahwa sekuriti memiliki kontribusi yang besar di masyarakat. Disamping tugasnya mengamankan asset perusahaan, sekuriti juga berperan dalam menciptakan keamanan di masyarakat sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Rasanya belum lama ini Muhamamd Akbar mengemban tugas sebagai anggota sekuriti dibawah naungan perusahaan PT Bravo Satria Perkasa (BSP). Pasalnya, sejak bergabung dua tahun silam, banyak pengalaman, kemampuan bahkan prestasi yang ia dapatkan. Pada tahun 2016, dua bulan bergabung di perusahaan pengamanan yang berkantor pusat di Jakarta ini, Akbar langsung meraih penghargaan.

Saat itu ada kontes untuk anggota sekuriti dalam hal tugas dan service kepada nasabah. Masing-masing sekuriti dipantau melalui kamera CCTV oleh GM Bank Danamon, karyawan dan nasabah. Hasilnya, Akbar terpilih sebagai pemenang karena kecakapan dalam bertugas serta pelayanan yang memuaskan.

“Sebagai apresiasi atas dedikasi saya, General Manager Bank Danamon memberikan hadiah uang tunai dan piagam,” ujar anggota sekuriti BSP di Bank Danamon Cabang Panampu, Sulawesi Selatan ini.

Di Bank Danamon sendiri sering ada pemantauan tim SKY dari pusat, untuk memantau pelayanan kantor cabang kepada nasabah. Saat itu, tanpa diketahui anggota cabang, tim audit dan tim service quality kontrol Bank Danamon, meneliti dan menanyakan produk-produk, serta pelayanan kepada nasabahnya.

Hasilnya, nasabah dan karyawan Bank Danamon menyatakan puas dengan pelayanan anggota sekuriti yang bertugas di Bank Danamon, terutama atas nama Muhammad Akbar. Pada saat jaga pagi, lanjut Akbar, diumumkan oleh GM Bank Danamon bahwa dirinya mendapatkan Golden Tiket dan piagam penghargaan atas prestasinya dalam bidang pelayanan.

“Kalau piagam itu sering kita dapatkan, akan ada give-give langsung dari pusat, “ ujar pria yang sudah mengoleksi dua piagam penghargaan ini.

Piagam pertama ia peroleh dua bulan ketika baru bergabung di Bank Danamon dan terakhir pada bulan Oktober 2017 dalam kategori “The Best Service Quality Bank Danamon 2017.”

Adanya penghargaan ini tidak hanya memacu dirinya semakin giat bekerja, tapi juga bisa memotivasi anggota sekuriti lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Akbar meyakini bahwa tidak ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan selama mau bersungguh belajar dan melaksanakannya.

“Jika anggota sekuriti yang lain bisa mengerjakan, saya pasti juga bisa,” tuturnya penuh semangat.

Apalagi selama bergabung sebagai anggota sekuriti di PT Bravo Satria Perkasa (BSP) yang selalu memberikan motivasi, arahan dan bimbingan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan di bidang yang digelutinya. Prestasi ini juga bisa menjadi pelajaran penting bagi anggota sekuriti lain, bahwa segala sesuatu jika dikerjakan dan dijalani dengan penuh tanggung jawab pasti akan membuahkan hasil yang positif.

“Bagi teman-teman, tidak ada yang tidak mungkin jika dilaksanakn dengan sungguh-sungguh, dan tidak ada yang tidak tercapai jika dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tutur Akbar.

Jalan Ksatria Penjaga

Dalam dunia sekuriti, lanjutnya, sudah menjadi hal yang wajar banyak tantangan dan resiko, terutama tentang keselamatan jiwa. Hal ini ia rasakan ketika pertama kali bertugas di Bank Danamon Cabang Panampu, Sulawesi Selatan ini. Menurut Akbar, daerah ini terkenal dengan Kampung Sabiria dimana sering terjadi kasus kejahatan, pencurian dan penyalahgunaan narkoba.

“Berkat kerja keras dan tanggung jawab yang tinggi serta koordinasi dengan pihak lain, kami bisa mengendalikan situasi sehingga aman dan kondusif untuk kantor,” paparnya.

Akbar menuturkan, pada bulan pertama dirinya bertugas di Bank Danamon, ia melihat banyak anak remaja yang nongkrong di dekat kantor yang hura-hura dan membuat keributan. Selain meresahkan warga, mereka juga menjadi ancaman keamanan di wilayah tersebut. Sehingga, menurut Akbar, perlu mewaspadainya dan meningkatkan pengamanan, terutama ketika berjaga pada malam hari agar asset perusahaan tetap aman dan tercipta lingkungan yang nyaman di tengah masyarakat.

Pernah suatu ketika, Akbar mengamakan seseorang yang dalam pengaruh alkohol, datang ke kantor sambil membawa parang. Orang ini membuat keributan karena tidak terima dirinya dilarang berjualan ayam di area Bank Danamon oleh salah satu anggota sekuriti.

“Karena tidak terima, ia datang ke kantor Bank Danamon sambil membawa parang berteriak-teriak menantang berkelahi anggota sekuriti,” paparnya.

Akbar  yang berada di lokasi langsung mengamankan pembuat onar tersebut dan memberikan shock terapi sampai pelaku merasa jera. Keesokan harinya, Akbar tidak mendapatkan lagi pedagang ayam berjualan di depan kantor Bank Danamon dan situasi kantor semakin nyaman untuk nasabah.

Teror lainya juga pernah dihadapi Akbar ketika berjaga malam. Saat ia berpatroli malam, tiba-tiba datang serangan anak panah membidik dirinya yang tengah beristirahat di pos pengamaan. Beruntung bidikannya meleset dan hanya mengenai mesin genset disampingnya.

Situasi ini langsung dikoordinasikan dengan anggota sekuriti lainnya, supaya lebih waspada dan lebih meningkatkan keamanan. Dalam situasi yang membahayakan, anggota sekuriti bisa berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mendapatkan penanganan keselamatan yang maksimal.

“Alhamdulillah senior sendiri bilang, selama saya bergabung di BSP, situasi seperti ini bisa dikondisikan dan semakin aman,” ujar pria kelahiran Palu, 13 September 1995 ini.

Akbar sendiri mengenal dunia sekuriti pertama kali ketika bergabung di Bravo Satria Perkasa tahun 2015. Saat itu, tugasnya hanya sebagai sekuriti cadangan di Bank Mega, Bank Commonwealth, dan Bank BRI. Sebagai sekuriti cadangan, tentu gajinya tak sebesar anggota sekuriti lainnya. Namun yang perpenting baginya saat itu adalah pengalaman dan pengetahuan di bidang pengamanan. Selama mendapatkan kepercayaan sebagai anggota sekuriti yang ditugaskan di lapangan, maka Akbar membuktikan dirinya bisa mengemban amanah tersebut.

Pertama kali Akbar mendapat tugas pengamanan di Bank Mandiri Syariah Cabang Panampau, Sulawesi Selatan. Akbar yang termasuk tipe orang yang cepat belajar ini berhasil meraih beberapa prestasi dan penghargaan dari BSM. Diantaranya, Akbar pernah dipercaya melayani Raker Bank Mandiri Syariah di kantor pusatnya. Akbar juga dijuluki sebagai sekuriti specialis marketing karena kamampuannya menarik warga untuk menjadi nasabah bank. Bahkan Akbar menjadi sekuriti yang berhasil meraih nasabah paling banyak diantara sekuriti lainnya.

Hal ini mengundang perhatian pihak bank untuk memberikan apresiasi kepada dirinya berupa uang tunai atau penghargaan lainnya. Bagi Akbar, apresiasi ini menjadi motivasinya untuk terus mengembangkan diri dan bekerja lebih giat lagi.

Sebetulnya, jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan itu lahir dari ayahnya yang seorang polisi. Namun sejak duduk di kelas 3 SMA, ayahnya bernama Andi Hadrawi sebagai anggota kesatuan Reskrim Polres Maros telah meninggal dunia. Meskipun tidak dalam kesatuan kepolisian, jejak-jejak pengamanan itu tumbuh sebagai seorang sekuriti.

Akbar berharap, kedepannya, Bravo semakin solid dan semakin bisa memberikan keamanan dan kenyamanan di instansi. Bersama Bravo, suami dari Khadijah ini berharap bisa semakin memberikan pelayanan terbaik dan prima untuk semua instansi yang membutuhkan pelayanan.

Akbar merasakan, di BSP system kekeluargaannya yang cukup kuat menjadikan perusahaan jasa pengamanan ini semakin tangguh dan terpercaya. Hal ini yang membedakan BSP dengan BUJP-BUJP lainnya.

“Dengan system pengamana dan pelayanannya, Bravo seharusnya sudah menjadi perusahaan kelas internasional. Bravo betul-betul mengutamakan kedisiplinan dan kekeluargaan,” ujar suami dari Khadijah ini.

Pria yang baru saja dikaruniai anak pada 12 November 2017, ini berharap BSP menjadikan anggota sekuriti sebagai asset yang terus diperjuangkan kesejahteraannya. Dengan demikian kerja sama antara atasan dan bawahan akan selalu selaras demi kepentingan yang lebih besar yaitu membawa perusahaan ini semakin dipercaya masyarakat dan memberikan kemanfaatan secara professional.

Akbar juga merasa bangga bahwa kehadiran sekuriti di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman tapi juga kemanfaatan. “Saya tetap bangga menjalani profesi ini dengan segala resiko yang ada, “ pungkas pria yang dikaruniai anak bernama Muhammad Arka Al-Furqan. [MH]

 

15 Dec 2017

Menghidupkan Kartu Mati Perkap 24 Tahun 2007

KSATRIA, (BSP)–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya membahas seputar Perkap 24 yang terus dievaluasi keberadannya. Pasalnya, Perkap 24 harus menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Menurut pendiri Abujapi (Purn) H.M. Hindarto, M,Si kerjasama Abujpai dan Polda Metro Jaya merupakan tahapan yang sangat penting untuk membangun komunikasi yang inten antara pembina dengan yang dibina. Karena selama ini, satpam tidak merasa dibina oleh polri. Karena masih banyak yang belum melaksanakan pembinaan.

“Abujapi mengajak Polri, sebenarnya tidak perlu diajak. Karena melaksanakan undang-undang Perkap 24, seharusnya tidak perlu ada MoU dan polisi melakukan pembinaan. MoU ini paling rendah legalitasnya, di atasnya ada undang-undang,” katanya dalam acara dialog Abujapi dan Polri di gedung YTKI, Jakarta.

Menurut Hindarto, kita punya niat yang sama, kita ingin meningkatkan kualitas satpam kita. Tidak mungkin hanya mengikuti gada pratama sekali terus bertahun tahun tidak dilatih, pasti akan luntur. Karena itu peran kepolisian untuk membina satpam ini.

Kita bisa mencegah perusahaan pengamanan abal-abal tanpa berijin. Kita menyadari, di BUJP saat mengalami tender pasti ada BUJP yang tidak terdaftar. Bahkan ada yang mencantumkan fasilitas di luar aturan yang ada. Seperti jasa penagih hutang, dan lain sebagainya. “Ini harus ada tindakan bersama antara polisi dengan Abujpai. MoU ini bisa menindak mereka yang bermain di luar aturan yang ada,” tegasnya.

Dengan adanya kerjasama ini, tambah Hindarto, ada program untuk pelaksanaan sinergi antara polri dengan satpam dalam hal pencegah kejahatan untuk menjaga keamanan. Terutama mengantisipasi adanya terorisme di sekitar lingkungan kerja satpam.

Jika kita baca buku yang ada, satpam juga menangani pencegahan terorisme di lingkungan kerja mereka, jadi dari BUJP menghendaki semua itu ditata dengan teratur sehingga tidak ada kerugian di BUJP dan user.

Ini bisa dilakukan jika kita mengimplementasi kerjasama yang ada. Sinergitas antara Polri dengan satpam yang melakukan fungsi kepolisian, masih banyak muncul fungsi kepolisian, dan ini bisa mengurangi kejahatan di masyarakat.

“Perkab 24 kartu mati, mari kita hidupkan kartu mati perkap itu, sehingga kita bisa menciptakan situasi yang aman dan nyaman di lingkungan kerja BUJP sehingga tercipta kondisi yang baik di masyarakat,” jelasnya. [ROJI]

06 Dec 2017

Kapolri: Solidaritas Polri-TNI Kunci Sukses Pengamanan Pilkada

KSTARIA, (BSP)–Kapolri Tito Karnavian memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan ramai tahun 2018. Hal pertama yang dilakukan adalah pendekatan dengan semua pemangku jabatan agar bisa menjalankan perannya masing-masing secara baik.

Tito menuturkan, pengawasan pemilu, penyelenggara pemilu, TNI, dan Polri harus bisa bersikap netral pada saat Pilkada berlangsung. Pemerintah daerah pun diharap tidak menggunakan anggaran sebagai tata cara berpolitik untuk menekan pihak-pihak tertentu.

“Personel kita sudah siap, kuncinya solidaritas Polri dan TNI. Oleh karena itu saya tentu akan membangun hubungan yang maksimal dengan jajaran TNI, bapak Panglima, dan jajarannya, juga para Kapolda. Saya sudah perintahkan untuk membangun hubungan yang baik,” ujar Tito di Istana Kepresidenan, Rabu (6/12).

Menurutnya, seluruh Kapolres sudah menyiapkan rencana secara matang sesuai dengan karakter masing-masing di daerah. Mereka pun telah diminta melakukan koordinasi dengan para tokoh adat masyarakat setempat, tokoh agama, serta organisasi masyarakat agar bisa dirangkul ikut serta membuat Pilkada lebih aman dan nyaman.

Memilih pada pihak tertentu memang tidak disalahkan. Namun, jangan sampai hal tersebut membuat daerah tersebut terpecah belah hanya karena memilih pemimpin.

“Tolong juga para netizen ini juga bisa menahan diri dari berita-berita yang kurang baik. Jangan korbankan untuk memenangkan satu pasangan calon tapi menghalalkan segala cara yang bisa mengorbankan Kebhinnekaan kita,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, tahun 2018 akan menjadi tahun politik. Akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) di 171 daerah. Selain itu tahapan awal pemilihan presiden (Pilpres) 2019 juga akan dilakukan pada tahun tersebut.

“Jangan sampai karena tahun politik, konsentrasi kerja kita menjadi terganggu. Itu yang perlu digarisbawahi. Saya minta para menteri dan kepala lembaga, betul-betul dikondisikan bahwa program yang telah kita rencanakan dicek, dikendalikan, dikontrol, sehingga bisa berjalan baik di lapangan,” kata Jokowi dalam rapat paripurna di Istana Kepresidenan, Rabu (6/12).

Karena pada tahun depan menjadi tahun politik yang akan panas, Jokowi meminta setiap program kerja pemerintah bisa dijalankan secara seksama. Khususnya di sektor perekonomian agar ada perkembangan yang signifikan dan berdampak pada masyarakat. []

Sumber: Republika.co.id

Translate »
error: Content is protected !!