Bravo Satria Perkasa
29 May 2017

Kemenhub Perketat Pengamanan Bandara Jelang Mudik 2017

KSATRIA, (BSP)–Jelang mudik 2017, Kementerian Perhubungan akan memperketat pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta. Peningkatan keamanan itu untuk mengantisipasi aksi terorisme.

“Dalam dua hari terakhir kami konsentrasi pada keselamatan dan keamanan karena di simpul transportasi sudah ada teror bom. Halte Kampung Melayu adalah simpul transportasi, kami fokus ke simpul transportasi udara,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (28/5).

Agus menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait pengamanan bandara selama mudik nanti. Aparat kepolisian dan keamanan bandara ikut dilibatkan. “Kami membicarakan keamanan dengan airport. Kami juga koordinasi dengan badan sektoral, baik polisi maupun pihak keamanan bandara,” paparnya.

Rencananya pengamanan berlapis juga diterapkan untuk mencegah terjadinya ancaman teror di tower bandara. Tower dianggap salah satu objek vital yang rawan ancaman terorisme.

“Untuk pengamanan ada dua lapis di tower, karena teroris jika menguasai tower maka bisa memerintahkan pilot,” pungkasnya. [ROJI]

26 May 2017

Bom Melayu dan Aturan Perlindungan bagi Personel Kepolisian

KSATRIA, (BSP)–Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengatakan, ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5) malam sementara diduga karena bom bunuh diri.  Sejumlah polisi menjadi korban atas peristiwa ini.
Selain pelaku yang tewas dalam lokasi kejadian, Bripda Topan al Agung juga dinyatakan meninggal dunia. Sementara dua Bripda lainnya selamat, namun, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius dan dilakukan penangan secara intensif. Dinukil Antara, Syafruddin mengatakan, dugaan sementara pelaku seorang diri dan merupakan unsur masyarakat sipil.
Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengaku prihatin dengan peristiwa bom di Kampung Melayu, terutama karena sejumlah polisi menjadi korban. Dia mengatakan tidak mempersoalkan motif pelaku melakukan bunuh diri apakah untuk menyasar polisi atau tidak.
“Saya tidak mempersoalkan siapa yang disasar. Faktanya, polisi juga menjadi korban,” kata Reza kepada Harian Nasional. Menurut Reza, empati terhadap polisi, apalagi di bulan-bulan terakhir ini sepertinya tidak banyak yang memberikan.
Kepala bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia) itu menuturkan, sejumlah polisi yang menjadi korban itu mengingatkan bahwa hingga kini belum ada legislasi yang secara khusus membahas hal-ihwal keselamatan personel dan properti kepolisian.
“Bandingkan, misalnya, profesi guru dan dosen dengan profesi polisi,” tuturnya. Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, lanjut dia, berisi pasal bahwa guru tetap berhak atas jaminan rasa aman, keselamatan, dan perlindungan hukum. Butir tersebut menyediakan tameng bagi guru untuk berlindung ketika mereka tengah menjadi sasaran penyudutan publik.
“Kontras, keberpihakan terhadap profesi polisi tidak menunjukkan kadar setara sebagaimana terlihat pada nihilnya pasal-pasal empatik serupa dari UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian,” kata Reza.
Satu-satunya pasal yang mengandung kepedulian pada situasi pelik dalam kerja Polri, kata dia, yaitu pasal 41. “Dalam rangka melaksanakan tugas keamanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat meminta bantuan Tentara Nasional Indonesia yang diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah,” tuturnya.
Di luar situasi tersebut, lanjut Reza, tidak ada satu kalimat pun yang memberikan penguatan kepada Polri manakala berhadap dengan keadaan yang dapat mengakibatkan cedera, tewas, hilang, rusak, maupun keadaan-keadaan mengancam dan membahayakan lainnya.
“Sebagai perbandingan, Presiden Barack Obama menandatangani Blue Alert Act. Di Texas kini sedang dibahas Police Protection Act,” ujar Reza. Rancangan UU tersebut, lanjut dia, mengatur bahwa ancaman sanksi bagi pembunuh polisi adalah 30 tahun penjara hingga hukuman mati serta 10 tahun penjara untuk pelaku percobaan pembunuhan terhadap polisi.
Blue Alert Act bahkan tidak semata-mata memberikan jaminan bagi personel kepolisian negara Paman Sam. UU yang dimaksud juga eksplisit memuat ketetapan bahwa keluarga petugas kepolisian termasuk dilindungi privasi, martabat, kemandirian, dan otonominya,” tuturnya.“Jadi, apakah sudah saatnya UU Kepolisian direvisi?” ujar Reza menambahkan seraya mengembalikan wacana ke publik. [ROJI]
22 May 2017

BSP Sukses Kawal Pengamanan Acara HUT Bank BJB di Bandung

KSATRIA, (BSP)—Hari Ulang Tahun PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) yang ke-56 tahun di Bandung berlangsung sangat meriah. Berbagai acara dan kegiatan yang digelar berlangsung aman dan kondusif.

Seperti yang telah terjadwal, HUT Bank BJB ke-56 di Bandung menggelar berbagai macam acara, mulai dari sambutan gubernur Jabar, sunatan massal, cukur massal, santunan anak yatim, donor darah, kampung nutrisi, pawai karnaval, pentas musik hingga pertunjukan wayang golek.

Menurut Suhendy Section Head of Aperation Departemen PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Pusat, dirinya bersyukur karena kegiatan pengawalan seluruh acara dalam HUT Bank Jabar berjalan lancar dan kondusif. “Terima kasih kepada seluruh tim pengamanan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya seperti dinggah JurnalSecurity.com, (22/5).

Suhendy menjelaskan, tim pengamanan dari BSP yang terlibat secara langsung dalam acara HUT Bank Jabar sebanyak 60 satpam. Semua bekerja sesuai dengan instruksi dan menjalankannya dengan maksimal.

“Mulai dari pengamanan orang nomor satu di Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan, hingga pengamanan di lokasi panggung utama untuk pertunjukan,” ujarnya.

Menurut Suhendy, pengamanan yang melibatkan ribuan massa membutuhkan strategi khusus sehingga massa yang terlibat dalam acara benar-benar merasa aman dan nyaman. Suhendy juga memberikan contoh pada pengamanan para musisi yang datang seperti Once, Ada Band dan lain sebagainya.

Sementara itu Ivan Soviyan, Koordinator Pengamanan Khusus BSP Bandung mengatakan pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas support dari tim Jakarta sehingga proses pengamanan acara berjalan lancar.

Ivan juga menambahkan kegiatan besar ini harus menjadi pembelajaran yang berharga bagi tim security BSP di wilayah Bandung. “BSP tetap berkomitmen bahwa kami bekerja secara profesional,” katanya.

PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) adalah perusahaan BUJP yang menjadi partner Bank BJB di seluruh Indonesia. Saat ini, ada sekitar 1.500 anggota satpam yang menjaga seluruh aktivitas kegiatan Bank BJB, salah satunya adalah acara HUT Bank BJB ke-56 di kantor pusat, Bandung. [ROJI]

 

 

 

20 May 2017

Briefing Satpam BSP Jelang Puncak HUT Bank BJB ke-56

KSATRIA, (BSP)—Hari ini, 20 Mei 2017 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menggelar puncak acara hari ulang tahun (HUT) ke-56 di Kota Bandung.

PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Bandung mendapatkan penghormatan untuk menjaga keamanan pelaksanaan acara HUT Bank BJB ke-56 ini. Pagi ini, seluruh tim satuan pengamanan (satpam) BSP di Bank BJB melakukan briefing sebelum pasukan bertugas di titik rawan yang harus dijaga.

Menurut Suhendy Section Head of Aperation Departemen PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Pusat mengatakan, sebelum para anggota bertugas ke lapangan, pihaknya melakukan pembekalan agar para anggota termotivasi dan menjalankan tugasnya secara profesional.

“Hari ini tugas penjagaan berlangsung cukup lama, dari pagi hingga gelaran acara pertunjukan wayang golek selesai nanti malam, untuk itu anggota harus menjaga stamina dan tetap fokus,” katanya, (20/5).

Suhendy optimis bahwa kegiatan pengamanan pada HUT bank BJB ini akan berjalan lancar. Dirinya akan terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait, terutama kepolisian setempat, dan para anggota di lapangan.

Sementara itu Ivan Soviyan, Koordinator Pengamanan Khusus BSP Bandung menjelaskan, kondisi selama perhelatan akbar ini berjalan lancar, terutama sisi pengamanannya. Pasalnya, kegiatan ini melibatkan massa yang tidak sedikit.

“Nanti malam saat acara hiburan akan cukup menyita konsentrasi, sebab banyak masyarakat yang akan datang melihat konser musik,” jelasnya.

Seperti tertuang dalam agenda kegiatan, hari ini akan ada rangkaian acara seperti pembukaan HUT Bank BJB ke-56 oleh gubernur Jabar, sunatan massal, cukup massal, santunan anak yatim, donor darah, kampung nutrisi, pentas musik hingga pertunjukan wayang golek. [ROJI]

19 May 2017

9 Tips Mencegah Bahaya Kebakaran Akibat Konsleting Listrik

KSATRIA, (BSP) Kebakaran hebat terjadi di stasiun Klender, Jumat (19/5) pagi. Penyebab sementara kejadian tersebut akibat adanya korsleting listrik.

Yah, kerap kali penyebab terjadinya kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Untuk itu ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mencegah bahaya kebaran yang disebabkan korsleting listrik.

Di bawah ini beberapa tips mencegah bahaya kebakaran akibat korsleting listrik:

  1. Percayakan pemasangan instalasi rumah/bangunan anda pada instalatir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.
  2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.
  3. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya murah. Tetapi memiliki sertifikat Sistim Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan atau,
  4. Jika sering putus jangan menyambungnya dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.
  5. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi rumah/bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali. pekerjaan pemeriksaan dan penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir anggota AKLI dan terdaftar di PLN.
  6. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.
  7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik.
  8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.
  9. Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan.

Jadi sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti musibah kebakaran menimpa Anda, sebaiknya kita melakukan tindak pencegahan. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati!

Sumber : agenalatpemadamapi.com

 

19 May 2017

Security BSP Siap Amankan Acara Puncak HUT Bank BJB ke-56 di Bandung

KSATRIA, (BSP)–PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) akan menggelar serangkaian acara untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-56 pada 20 Mei 2017 di Bandung. Puncak acara tersebut akan dimeriahkan oleh artis-artis dan band nasional.

Acara puncak HUT Bank BJB juga akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Karena melibatkan orang nomor satu di Jabar ini tentunya pengamanan yang akan dilakukan cukup ketat.

Menurut Divisi Umum Pengelola Security Bank BJB Pusat, Gusfan Dharmawan Adi, pihaknya telah melakukan persiapan pengamanan setiap acara yang akan digelar Bank BJB dalam Ultah ke-56 ini. Mulai dari kegiatan pembukaan, bazar, karnaval, pentas rakyat, hingga pentas panggung.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan tim security di lapangan untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif,” kata Gusfan, Jumat (19/5).

Divisi Umum Pengelola Security Bank BJB Pusat, Gusfan Dharmawan Adi

Gusfan menjelaskan, pihaknya akan mengoptimalkan pengamanan di 11 titik acara. Mulai dari pengamanan di sekitar bazar hingga di Jalan Braga dan Cikapundung yang nantinya ada pertunjukan pentas dan wayang. “Kami melibatkan sekitar 60 security untuk standby di tempat menjaga kondisi tetap aman dan nyaman,” katanya.

Terkait dengan pengamanan VIP seperti hadirnya gubernur Jabar, Gusfan juga menerjunkan timnya untuk selalu mobile di sekitar tamu VIP, meskipun mereka juga sudah ada pengamanan khusus secara protokoler.

“Selain tamu VIP, kami juga akan fokuskan pengamanan secara intensif di dua titik, yaitu pertunjukan pentas panggung utama di jalan Braga, dan jalan Cikapundung yang  ada pertunjukan wayang,” ujarnya.

Menurut Gusfan, saat ini jumlah seluruh satpam Bank BJB mencapai 2500 security, namun vendor terbesar dipegang oleh PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) sebanyak 1500 satpam. “Saya percaya Bravo sudah biasa menjalankan pengamanan seperti ini, di luar yang resmi sudah biasa mereka profesional. Harapanya keamanan dan ketertiban berjalan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Suhendy Section Head of Aperation Departemen PT. Bravo Satria Perkasa mengatakan  pihaknya optimis bisa mengemban tugas pengamanan di acara HUT Bank BJB ke-56 ini. “Seluruh tim yang terlibat dalam pengamanan acara HUT Bank BJB terus kami koordinasi terkait situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Suhendy mengatakan, hadirnya BSP di dalam pengamanan Bank BJB menjadi tantangan bagi seluruh tim security untuk memberikan yang terbaik bagi customer. Terlebih jumlah personil satpam yang  terlibat cukup besar.

“Kami tetap komitmen dan profesional untuk memberikan layanan maksimal kepada customer dalam bidang pengamanan,” jelasnya. [ROJI]

 

18 May 2017

BSP Komitmen Legalkan Satpam dengan Giat Gada Pratama

KSATRIA, (BSP)–Menjadi satuan pengamanan memiliki tanggung jawab yang besar dalaam menjaga aset perusahaan customer, karenanya setiap satpam yang bertugas harus memiliki keterampilan dalam bidang pengamanan.

PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa 1 berkomitmen untuk menjadikan anggota satpamnya berkualitas dan legal bersertifikat. Untuk itu, BSP menggelar Gada Pratama yang dimulai sejak 22 April hingga 20 Mei 2017 di Cibubur.

Menurut Rangga Aditya Nugroho, Head of Area BSP Jawa 1 mengatakan bahwa kegiatan Gada Pratama ini rutin dilakukan oleh BSP dalam rangka memenuhi amanah Perkap 24 Tahun 2007 tentang pendidikan pelatihan dasar satpam.

“BSP konsisten mengadakan pendidikan dasar Gada Pratama bagi satpam yang akan bertugas, karena dengan mengikuti Diksar maka satpam tersebut sudah bersertifikat dan legal,” katanya diunggah JurnalSecurity.com, (17/5).

Pelatihan Gada Pratama kali ini merupakan Gada Pratama Angkatan ke-13 dengan jumlah peserta 150 satpam. Adapun yang membuka Gada Pratama ini adalah Kasubbag Renmin Polda Metro Jaya, Kompol. Uyun Rafei.

Rencananya, BSP Jawa 1 akan menggelar Diksar Gada Pratama lagi pada Juli 2017 atau setelah hari Raya Idul Fitri. “Security kita berusaha untuk bersertifikat semua, yang kita jual adalah satpam legal , selain itu bisa menambah komptensi mereka sebagai satpam,” jelasnya. [ROJI]

17 May 2017

Tips Mencegah Infeksi Ransomware WannaCry

KSATRIA, (BSP)–Terbayang, ketika asyik di depan komputer menyelesaikan tugas penting, tiba-tiba tidak bisa dipakai karena terkunci. Bisa jadi, komputer Anda terserang virus yang baru-baru ini heboh, virus Ransomware WannaCry.

Ransomware WannaCry adalah salah satu program jahat atau malware yang bekerja dengan cara mengunci data di komputer dengan enkripsi. Kemudian virus ini berusaha memeras korban dengan meminta sejumlah uang melalui mata uang virtual atau Bitcoin.

Penyebaran ransomware WannaCry ini membuat puluhan negara kawatir, termasuk Indonesia. Ia berusaha masuk komputer kemudian mengenkripsi data sehingga PC tidak dapat dipakai. Seperti yang terjadi di rumah sakit di negara kita, ransomware mengunci PC hingga rumah sakit tidak bisa memberikan layanan medis.

Sejak Jumat kemarin, ransomeware telah menyebar hingga 99 negara. Ia juga menginfeksi ratusan ribu sistem komputer. Diantaranya adalah 16 RS di Inggris. Jenis paling berbahaya adalah WannaCry. Ia dapat menyebar melalui koneksi ke jaringan.

Baru diketahui ternyata ransomware Wannacry menggunakan tool senjata cyber kepunyaan dinas intel Amerika Serikat, NSA. Tool ‘EnternalBlue’ ini diculik pada bulan April. Kemudian dibocorkan oleh kelompok hacker, Shadow Broker. Tool tersebut memanfaatkan sistem keamanan pada Windows melalui eksekusi remote code SMBv1.

Saat masuk ke komputer yang terhubung dalam jaringan LAN, worm dalam WannaCry langsung mencari PC lain yang mudah diinfeksi virus. Sehingga komputer tersebut akan terkunci. Data di dalamnya dienkripsi dan tidak bisa diakses. Malware yang tampil pada monitor menyebutkan uang tebusan sebanyak 4 juta rupiah dalam bentuk virtual Bitcoin. Transaksinya pun tidak dapat dilacak.

Pelaku ransomware juga tidak memberikan jaminan akan mengirimkan kunci enkripsi jika uang tebusan telah dibayarkan. Akan kejadian ini, M Salahudin selaku Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id- SIRTII) mengatakan penyebaran ransomware WannaCry terjadi di negeri ini. berawal dari akhir pekan kemarin, ketika kantor sedang libur dan komputer dimatikan.

Ketika komputer dinyalakan, program jahat dapat menyelinap ke komputer dan menyebar ke jaringan lain. Lantas bagaimana cara mencegah agar tidak ada korban WannaCry? Pengguna tidak langsung menyalakan dan menyambungkan komputer ke LAN atau internet. Lebih amannya, pengguna harus memback up data penting dan mengupdate Windows.

Pada bulan Maret 2017 kemarin, Microsoft telah memperbaiki celah keamanan melalui patch. Tetapi tidak semua komputer telah mengupdatenya. Kementerian Komunikasi dan informatika memberikan tips mencegah infeksi ransomeware WannaCry.

Langkah pencegahan infeksi ransomware WannaCry :

  1. Matikan sambungan LAN dan Wifi komputer
  2. Pasang patch MS17-010 (sekuriti Windows)
  3. Untuk pengguna Windows XP dianjurkan mengganti sistem operasi lainnya karena sudah tidak mendapat dukungan patch securiti dari Microsoft
  4. Matikan fungsi macros
  5. Matikan fungsi SMB v1
  6. Blokir port 139/445 dan 3389
  7. Update software anti virus dan anti ransomware
  8. Back up data penting di tempat lain. Hindari pemakaian storage yang tidak terhubung ke jaringan atau internet
  9. Jika terlanjur terinfeksi ransomware WannaCry, sayang sekali belum ada solusi untuk mengembalikan data. Ada baiknya matikan sambungan ke internet agar virus tidak menyebar ke komputer lain. [ROJI/bbs]

 

17 May 2017

136 Satpam BSP Jawa 2 Ikuti Diksar Gada Pratama

KSATRIA, (BSP)–Satpam merupakan garda terdepan pengamanan di lingkungan industri. Untuk itu, satpam harus memiliki keterampilan yang baik untuk bisa menjaga aset sebuah perusahaan.

Untuk melahirkan satpam yang handal dan profesional, salah satu BUJP nasional PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) wilayah Jawa Tengah menggelar pendidikan dasar Gada Pratama untuk satpam. “Ini bagian dari kepedulian BSP untuk meningkatkan kualitas satpam yang ada,” terang Head of Area BSP Jawa 2, Heru Wibowo, S. sos. I. MM, (16/5).

Menurut lelaki yang juga Ketua Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Jateng ini, pelaksanaan Gada Pratama terselenggara berkat kerjasama antara PT. Bravo Satria Perkasa dengan Binmas Polda Jawa Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 5 sampai 25 Mei 2017 ini dibuka langsung oleh Wadir Binmas Polda Jateng AKBP Bambang Murdoko. “Kegiatan Diksar Gada Pratama diikuti oleh 136 anggota satpam,” jelasnya.

Heru menambahkan, kegiatan Diksar ini merupakan bagian dari penerapan dari amanah yang tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 24 tahun 2007. “Semoga kegiatan Diksar ini bisa membekali para satpam BSP untuk lebih profesional lagi,” katanya. [ROJI]

12 May 2017

Keamanan, Unsur Penting Saat Mencari Properti

KSATRIA, (BSP)–Menurut hasil survei situs Rumah.com, Property Affordability Sentiment Index, sebanyak 87% pencari properti menganggap keamanan dan kenyamanan lingkungan sebagai faktor terpenting kedua, setelah lokasi yang mencapai 98%.

“Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial, informasi adanya aksi kriminal di berbagai wilayah dapat tersebar dengan cepat. Masyarakat pun dapat mengambil langkah pencegahan dan mewaspadai agar peristiwa tersebut tidak menimpanya,” ucap Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

“Dan jika aksi kriminal sering terjadi di wilayah tertentu, maka hal ini bisa membuat calon pembeli akan mengurungkan niatnya untuk membeli properti di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Meski demikian, Wasudewan menambahkan, pemerintah daerah dan kepolisian di berbagai wilayah juga berusaha keras untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya.

Sebagai contoh adalah wilayah Depok. Meski laporan aksi kriminalitas sepanjang tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Polresta Depok segera merespon dengan meluncurkan aplikasi Panic Button dan Halo Polisi yang beroperasi di smartphone berbasis Android.

Pada 2015, Polresta Depok memperoleh 3.068 laporan kriminalitas, dan sebanyak 3.637 laporan pada 2016. Strategi yang dilakukan Polresta Depok ini bisa menambah keyakinan masyarakat terhadap keamanan di wilayah tersebut.

“Dan dengan keunggulan lain, seperti akses menuju transportasi publik yang memadai serta infrastruktur yang terus berkembang, Depok selalu berada dalam 10 Lokasi Favorit Pencari Properti di Rumah.com sepanjang tahun lalu,” ujarnya.

Begitu pula dengan Bogor dan Bandung yang menempati posisi pertama dan kedua dalam jumlah kasus kriminalitas di Jawa Barat selama tahun 2016. [ROJI]

 

Translate »
error: Content is protected !!