Bravo Satria Perkasa
28 Feb 2017

10 Ribu Pasukan Gabungan Siap Amankan Kedatangan Raja Arab

KSATRIA, (BSP)—Polri dan TNI  berkerjasama mengerahkan  10 ribu personel gabungan  untuk pengamanan tamu kenegaraan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia. Pengamanan akan terbagi di tiga tempat, yaitu Jakarta, Bogor, dan Bali.

“Polri sudah siapkan 10.000 anggota yang terlibat dalam pengamanan di tiga lokasi itu,” ujar Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2/2017).

Syafruddin mengatakan,  pengamanan di Jakarta  dilakukan  secara terbuka dan tertutup melibatkan 2.000 personel gabungan dari berbagai unsur. Di Bogor, sebanyak 2.252 personel terlibat untuk pengamanan.

“Di Bali lebih besar karena raja dan delegasi cukup besar, setidaknya ada 5.000 personel dari unsur pengamanan,” kata Syafruddin.

Syafruddin berharap, masyarakat mendukung upaya pengamanan tersebut. Polri juga mengantisipasi adanya kejadian tak terduga yang mengganggu keamanan selama kunjungan.

“Mudah-mudahan bisa terlaksana baik dan pangeran dan raja bisa kembali dengan selamat,” kata Syafruddin.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mempercayakan pengamana pada kepolisian dibantu TNI. Ia mengakui kemampuan pengamanan di Indonesia sudah teruji dengan baik.

“Pemerintah dari Arab cukup puas dan yakin bahwa pengamanan Indonesia mampu amanakan rajanya di Indonesia,” kata Osama.

Raja Salman dan rombongan akan berkunjung ke Jakarta dan Bogor pada 1 hingga 4 Maret 2017. Kemudian dilanjutkan dengan liburan di Bali pada 4 hingga 9 Maret 2017. Kunjungan ini merupakan kali kedua setelah kunjungan pertama Raja Arab sekitar 47 tahun lalu.

Pada kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman akan membawa 1.500 anggota delegasi, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Ini menjadi jumlah terbanyak anggota delegasi kepala negara/kepala pemerintahan yang datang ke Indonesia. [ROJI]

23 Feb 2017

APSI Mengusulkan Perbedaan Satpam Industri dan Tradisional

KSATRIA, (BSP)–Lokakarya tentang penyempurnaan perundangan di bidang industrial security menjadi awal untuk merevisi Perkap 24 tahun 2007. Lokakarya ini juga menjadi ajang untuk mengusulkan gagasan terkait perubahan di bidang kesatpaman.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Azis Said mengatakan Perkap No. 24 Tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan telah diberlakukan selama 10 tahun, “Karena itu,  Perkap ini sudah sepantasnya untuk ditinjau kembali,” paparnya dalam acara Lokakarya yang digelar APSI dan ABUJAPI di Jakarta, Senin 20 Februari 2017.

Azis menambahkan, bahwa isi dari Perkap No. 24 Tahun 2007 banyak yang sudah harus disesuaikan dengan kepentingan Industrial Security di Indonesia saat ini.

Senada dengan Bapak Satpam Indonesia, Azis juga menyetujui jika Perkap 2007 yang berisi sistem manajemen pengamanan itu dipecah menjadi tiga pembahasan, yaitu soal satpam, BUJP dan audit pengamanan.

Azis juga mengusulkan dalam lokakarya tersebut adanya pemisahan antara satpam industri dengan satpam tradisional.  Sebab kedua model satpam ini sangat berbeda, mulai dari cara perekrutan dan penggajian.

“Satpam tradisional atau lingkungan agar kiranya tidak menggunakan nama satpam, seragam berbeda dan  tidak perlu mengikuti Pendidikan Gada Pratama, ada daerah yang sudah menggunakan Gaspam atau petugas keamanan untuk satpam tradisional,” katanya seperti diunggah jurnalsecurity.com.

Azis menjelaskan perbedaan antara satpam industri dan tradisional, bahwa status kekaryawanan jelas yaitu dari BUJP dan perusahaan sedangkan tradisional tidak ada statusnya karena langsung dibayar oleh majikannya.

Satpam industri mentaati peraturan ketenagakerjaan, sedangkan tradisional tidak. Sedangkan perekrutan menggunakan kualifikasi dan proses testing sedangkan tradisional tidak melalui proses testing. “Misalkan menemukan orang yang mau kerja lalu diberi seragam sudah cukup, tidak ada pendidikannya,” katanya.[ROJI]

23 Feb 2017

Perkuat Organisasi, BPD-ABUJAPI Riau akan Gelar Musda

KSATRIA, (BSP)–Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Riau akan menggelar musyawarah daerah (Musda) kedua pada Selasa, 28 Februari 2017 di Riau.
Menurut Ketua Umum ABUJAPI Riau Edi Darmawi, SH mengatakan kegiatan musyawarah ini akan mengagendakan program kerja dan memilih Ketua BPD ABUJAPI Riau untuk periode 2017-2022. “Saya berharap pelaksanaan Musda kedua berjalan lancar,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity.com, Rabu (22/2/2017).
Edi menambahkan, rencananya Musda kedua di Riau ini akan dibuka oleh Kapolda Riau Irjend Zulkarnain Adinegara dan Ketua Umum BPP ABUJAPI Budi Riyanto.
Menurut Edi, musyawarah kali ini juga untuk meningkatkan peran asosiasi jasa pengamanan dalam hal ini ABUJAPI dalam meningkatkan kualitas BUJP dan satpam di wilayah Riau.
Saat ini, jumlah BUJP yang ada di wilayah Riau berjumlah sekitar 100 perusahaan, baik itu BUJP lokal maupun yang dari luar. “Yang terdaftar di ABUJPAI Riau sebanyak 60 BUJP,” jelasnya.
Terkait dengan jumlah satpam, Edi mengatakan belum ada data resmi yang update tentang jumlah satpam di Riau. “Diperkirakan hampir 20.000 anggota satuan pengamann yang tersebar di Riau, baik yg dikelola oleh BUJP maupun dikelola langsung oleh perusahaan pengguna, dan diperkirakan baru 40 persen yang sudah mengikuti Gada Pratama,” tuturnya.
Sementara itu Ketua 1 Bid. Organisasi dan Keanggotan BPP-ABUJAPI Pusat, Joko PN Utomo mengatakan kegiatan musyawarah daerah ini bagian dari program kerja BPP-ABUJAPI dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi di wilayah-wilayah.
“Musyawarah ini juga sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan organisasi di wilayah, selain itu juga untuk menguatkan ABUJAPI yang ada di daerah-daerah, sehingga ada hubungan yang erat antara Pusat dan Daerah,” ujar lelaki yang juga Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa ini.
Joko berharap, pelaksanaan Musda yang akan digelar di beberapa daerah, salah satunya adalah Riau ini bisa menjadi masukan yang berarti untuk jalannya organisasi menjadi lebih baik lagi  di masa yang akan datang. [ROJI]

21 Feb 2017

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

21 Feb 2017

Lokakarya Penyempurnaan Perkap Industrial Security

KSATRIA, (BSP)–Persoalan yang banyak dihadapi satuan pengamanan dan perusahaan jasa pengamanan, menggerakkan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menggelar Lokakarya dengan tema ‘Penyemppurnaan peraturan perundangan di bidang industrial security’.

Dalam paparannya, Bapak Satpam Indonesia Prof Dr Awaloedin Djamin MPA mengatakan bahwa dirinya telah membaca Perkap 24 tahun 2007 ini selama tiga tahun untuk kemudian diadakan revisi isinya.

Awaloedin menjelaskan, Perkap 2007 ini harus diperbaharui isinya, banyak hal-hal yang perlu ditambah dan dikurangi. Ia mengusulkan, hendaknya dalam pembahasannya dibagi menjadi tiga bab. Bab tentang satpam, BUJP dan audit. “Pembahasannya bisa lebih fokus jika dipecah-pecah,” paparnya.

Mantan Kapolri ini juga menambahkan, ke depan satpam di Indonesia harus leebih profesional lagi dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Untuk itu, perusahaan yang menjadi tempat mereka bekerja juga harus memperhatikan keberadaan satpam ini.

Sementara itu, Ketua Umum BPD ABUJAPI Jaya Drs H Moch. Sofjan Jacoeb, MM mengatakan bahwa ide awal penyempurnaan Perkap 24 tahun 2007 karena banyaknya persoalan seputar satpam di Indonesia.

“Dari awal, Bapak Satpam Indonesia, Bapak Awaloedin Djamin berulang kali mengatakan bahwa Perkap 2007 ini perlu diubah, diperbaharui,” jelasnya dalam pembukaan Lokakarya di Aula YTKI Jakarta, Senin (20/2/2017).

Persoalan terkait satpam, akhirnya menggerakkan ABUJAPI dan APSI untuk mengadakan Lokakarya untuk kemajuan satpam ke depan. “Lokakarya ini penting, karena urusan satpam dan BUJP terlalu banyak. Mulai dari Perkap No 17, hingga PP 60, masalahnya banyak sehingga kita mengambil langkah, dengan mengadakan lokakarya ini,” jelas penanggungjawab Lokakarya ini.

Sofjan menjelaskan, saat ini satpam masih dianggap dianggap sebalah mata oleh masyarakat, sementara cleaning sevice sudah profesional sedangkan satpam belum, “Kita harus angkat derajatnya. Siapa lagi kalau bukan kita,” ujarnya.

Setelah lokakarya ini, pihaknya akan membentuk pokja satpam, pokja BUJP dan pokja audit. Pokja ini akan mengadakan diskusi bekerjasama dengan Universitas Bhayangkara. Rencananya, dua belan ke depan  akan melakukan presentasi kepada pakar sekuriti di Indonesia sehingga bisa diuji, “Setelah draft selesai, ABUJAPI dan APSI akan menyerahkan ke Mabes Polri,” tegasnya.

Sementara itu pidato Kapolri Tito Karnavian yang dibacakan oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Arkian Lubis mengatakan kebutuhan keamanan dalam investasi bisnis sangat penting, karena itu sistem pengamanan di area industri harus lebih ditingkatkan.

Keberadaan satpam di negara ini sangat penting dalam rangka mengemban tugas kepolisian terbatas di lingkungan industri. Mereka adalah garda terdepan dalam menciptakan keamanan di lingkungan bisnis.

“Kondisi polri saat ini masih kurang dan terbatas, bila dihadapkan dengan tugas kamtibmas beban tugasnya sangata berat, untuk itu mengelola keamanan bukan mudah. Polri tidak bisa menanganinya sendiri, perlu penyebaran termasuk masyarakat dalam hal ini satpam,” katanya.

Kegiatan lokakarya ini penting, untuk kembali mengevaluasi Perkap yang sudah ada, masukan-masukan konstruktif dari aosisasi akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi polri untuk menciptakan perundangan yang lebih baik lagi. [ROJI]

 

 

 

 

17 Feb 2017

ABUJAPI Jabar Selenggarakan Gada Utama

KSATRIA, (BSP)–Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Jawa Barat menggelar pelatihan Gada Utama pada 17 -25 Februari 2017 yang diikuti 50 orang  manajer sekuriti dari berbagai daerah. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas manajer sekuriti di Indonesia.

Diklat Gada Utama ini juga dihadiri oleh Ketua Umum BPP ABUJAPI Budi Riyanto dan Sekjen ABUJAPI Agoes Dermawan. Sedangkan dari Polri yang membuka acara adalah Kasubdit Binkamsa, Kombes Pol Suryanto.

Ketua Umum BPD ABUJAPI Jabar, Komaruddin Khalid, SE mengatakan, “Melalui diklat Gada Utama ini diharapkan memberikan tambahan wawasan dan pemahaman terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan pengamanan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, sehingga kualitas sistem pengamanan yang diterapkan menjadi lebih baik, efektitif dan efisien,” katanya kepada JurnalSecurity.com, Jumat (17/2/2017).

Sementara itu Nana Khalid Ketua Biro Diklat BPD ABUJAPI Jabar mengatakan, kegiatan pendidikan dan latihan Gada Utama ini merupakan angkatan ke-6 sejak diadakannya Diklat Gada Utama di wilayah Jawab Barat tahun 2015.  “Alumninya lebih dari 230 orang,” katanya.

Diklat Gada Utama ini lebih menekankan agar peserta menjadi manager sekuriti yang memiliki keterampilan serta manajarial bidang pengamanan. Nana berharap, dengan adanya Gada Utama ini, ke depan seluruh manager security yang membidangi satpam dapat mengikuti diklat sesuai ketentuan aturan undang-undang yang berlaku. [ROJI]

14 Feb 2017

Ketua 1 BPP ABUJAPI: Insiden Teror Bom Samarinda Harus Jadi Pelajaran BUJP

KSATRIA, (BSP)–Seorang satuan pengamanan (Satpam) berhasil menggagalkan teror bom di sebuah bank BRI Cabang Pembantu Suryanata, Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin (13/2/2017).

Ketua I Bid. Organisasi dan Keanggotan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Pusat, Joko PN Utomo mengatakan, kejadian yang ada di Samarinda semakin memperjelas pentingnya seorang satpam yang profesional untuk penjagaan kantor perbankan. “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh satpam BRI dalam menggagalkan teror bom, ini luar biasa,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity.com, Selasa (14/2).

Joko mengatakan, tanggungjawab seorang satpam sangat besar saat menjalankan tugasnya, karena itu BUJP yang menjadi tempat mereka bekerja harus membekali satpamnya dengan pendidikan yang ada, seperti pendidikan Gada Pratama dan seterusnya.

“Kejadian di Samarinda harus menjadi pelajaran berharga bagi BUJP yang tergabung di ABUJAPI untuk lebih meningkatkan lagi kualitas satpamnya, semoga kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Joko.

Menurut pria yang juga Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ini, perusahaan yang ia kelola selama ini banyak menempatkan satpam di kantor perbankan, untuk itu kami membekali para satpam dengan pendidikan dasar agar mereka bisa bertugas secara profesional menjaga keamanan bank.

Seperti diberitakan banyak media, pada Senin (13/2) terjadi insiden yang melibatkan satpam dalam menggagalkan pelaku teror yang membawa bom rakitan di Kantor Bank BRI Cabang Pembantu Suryanata, Samarinda, Kalimantan Timur.

Pria yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun berinisial A itu ditangkap setelah sempat duel antara satpam BRI dan pelaku, Senin (13/2) pagi sekitar pukul 11.00 Wita.

Tim Gegana bersama tim Jihandak Brimob Polda Kaltim yang datang ke lokasi sekitar pukul 12.00 Wita, langsung melakukan sterilisasi kemudian mengevakuasi benda diduga bom tersebut. [FR]

13 Feb 2017

BSP Indonesia Timur Raih Apresiasi dari Dirbinmas Polda Sulsel

KSATRIA, (BSP)–Untuk meningkatkan hubungan antara kepolisian dengan perusahaan jasa pengamanan dan pimpinan pengguna jasa pengamanan, Polda Sulawesi Selatan menggelar pertemuan di Aula Mapolda Sulsel pada Kamis, 9 Februari 2017.

Menurut Head of Area PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Indonesia Timur Sarwo Hadi kegiatan ini merupakan rutinitas guna mendekatkan hubungan antara mereka. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pengamanan di Sulsel,” katanya.

Sarwo menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, Dirbinmas memberikan apresiasi kepada BSP Sulsel yang telah berperan aktif dalam pelaporan per semester ke Polda Sulsel.

“BSP juga aktif memberangkatkan anggota satpam dalam mengikuti pelatihan Gada Pratama serta pengelolaan anggota security yang jumlahnya terbanyak di wilayah komando Polda Sulsel,” jelasnya.

Apresiasi ini bagi BSP, tambah Sarwo, merupakan kebanggaan tersendiri untuk menjadi penyemangat memajukan BSP menjadi lebih baik lagi, sehingga pengguna pengamanan di wilayah Sulsel terlayani dengan baik, dan satpam bisa bekerja lebih profesional.

Saat ini, Sarwo yang juga sebagai pengurus Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Sulsel memiliki satpam sebanyak 2.561 per Januari 2017. “Periode terakhir November 2016 personil kami berjumlah 2.526 personil.  ini merupakan tanggung jawab besar yang diamanatkan oleh Allah swt lewat BSP kepada area Indonesia Timur untuk menjaga para penjaga,” ujarnya.

Kegiatan BSP di Indonesia Timur juga ikut andil dalam memeriahkan HUT Satpam ke-36. Semua sektor di area Indonesia Timur melaksanakan kegiatan-kegiatan satpam untuk memeriahkan HUT Satpam tersebut.

Selain itu, BSP Indonesia Timur juga mendapat kepercayaan dari user Maybank Pusat di Jakarta untuk mengelola keamanan kantor-kantor  Maybank di seluruh wilayah Indonesia Timur, “Sehingga bisa dikatakan kantor Maybank di 10 propinsi yang ada di area Indonesia Timur menggunakan jasa BSP,” katanya. [ROJI]

 

 

 

 

13 Feb 2017

Apel Gabungan Kesiapsiagaan Pengamanan Pilkada DKI Jakarta

KSATRIA, (BSP)–Polri dan TNI menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara dalam Pilkada Serentak 2017. Apel yang digelar di Monas ini dihadiri 3500 personel TNI, Polri dan Satpol PP.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono bertindak sebagai inspektur apel kali ini.

Meski dalam guyuran hujan, apel di halaman Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017)  berlangsung lancar. Para peserta tetap terlihat serius mengikuti jalannya apel ini.

“Keseluruhan persiapan Pilkada serentak sudah 99 persen. Saya mengajak seluruh warga Ibu Kota untuk berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara sesuai tempatnya terdaftar,” ajak Sumarsono.

Sumarsono menekankan agar warga tidak khawatir dengan keamanan saat penyelenggara Pilkada DKI Jakarta. “Warga Jakarta tidak perlu khawatir. Pengamanan sudah siap, pihak penyelenggara pemilihan kepala daerah juga sudah siap menyukseskan Pilkada tanggal 15 Februari 2017,” ujarnya.

Sementara itu M Iriawan, mengingatkan Jakarta adalah barometer dari Indonesia. Dia berharap pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nantinya berjalan aman. “Jakarta sebagai ibukota negara adalah barometer dari Indonesia. Saya berharap pilkada di Jakarta nanti bisa berlangsung aman,” ujarnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana menegaskan TNI dan Polri akan bersinergi dalam menjaga keamanan DKI Jakarta. TNI juga katanya siap membantu Polri berapa pun jumlah pasukan yang diminta untuk membantu. [ROJI]

11 Feb 2017

ABUJAPI Lampung Sosialisasi PP.60 Soal PNBP

KSATRIA, (BSP)– Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mulai disosialisasikan ke perusahaan-perusahaan, salah satunya ke perusahaan jasa pengamanan yang tergabung dalam Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJPI) yang ada di Lampung.

Ketua BPD ABUJAPI Lampung, Firman Jamal mengatakan, pihaknya dan Polda Lampung dalam hal ini Dirbinmas Lampung Kombes Prihartono E.L SIP menggelar pertemuan dengan anggota ABUJAPI Lampung untuk menyosialisasikan PP No. 60 tahun 2016 pada Kamis, 9 Februari 2017.

“Harapannya dari adanya aturan ini, jenis biaya yang berkaitan dengan jasa pengamanan menjadi jelas dan tidak ada lagi pungutan liar,” kata Firman seperti diunggah  JurnalSecurity.com, Kamis (9/2).

Menurut Firman, sosialisasi peraturan pemerintah ini menyoal PNBP, KTA Satpam, ijazah satpam, kemudian surat ijin operasional BUJP. Sosialisasi ini dihadiri oleh Kasat Binmas Polres se Polda Lampung serta 30 BUJP yang ada di Lampung, baik yang lokal maupun non lokal.

“Adanya PP. 60 ini, berapa biaya yang harus dikeluarkan secara resmi oleh BUJP sudah jelas, semoga tak ada lagi pungutan-pungutan lain, yang biasanya dilakukan oleh oknum,” katanya.

Firman menjelaskan, ABUJAPI Lampung saat ini memiliki anggota sebanyak 16 BUJP lokal. Ia menambahkan, masih banyak BUJP yang belum memahami keberadaan dan fungsi dari ABUJAPI. “Saya bersyukur, dengan adanya PP 60 ini, sudah banyak yang mulai memahami fungsi ABUJAPI. Karena kepolisian sebagai mitra, dan segala sesuatu akan dilimpahkan kepada ABUJAPI untuk urusan BUJP,” katanya. [ROJI]

 

 

Translate »
error: Content is protected !!