Bravo Satria Perkasa
29 Jan 2017

Abujapi Aceh Gelar Musyawarah Daerah Ke-1

KSATRIA, (BSP)–Dir Binmas Polda Aceh Kombes Erwin Usman mengungkapkan, dari 5.000 tenaga satuan pengamanan (satpam) yang tersebar di seluruh Aceh, 4.000 di antaranya belum memiliki kartu tanda anggota (KTA).

“Untuk itu, perusaaan penyedia jasa pengamanan agar segera menyekolahkan satpamnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda-1) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Aceh di Banda Aceh, Rabu (25/1).

Pada Musda dihadiri oleh Ketua Umum ABUJAPI Pusat Budi Rianto, serta Ketua Bid. Organisasi dan Anggota, Joko PN Utomo.

Ketua Umum ABUJAPI Budi Rianto juga menyampaikan, satpam mengemban tugas yang mulia sesuai dengan amanah undang-undang bersama pihak kepolisian menjaga kemananan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengatakan, tenaga satpam wajib memiliki sertifikat yang benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan diharapkan kepada penyedia jasa pengamanan menggandeng pihak terkait untuk menjaga keamanan dalam negeri.

“Sebagai mitra kepolisian penyedia jasa tenaga kerja satpam harus menggandeng pihak kepolian demi terwujudnya keamanan dalam negeri,” ujarnya.

Dalam Musda-I ABUJAPI Aceh itu melalui sidang pleno terbuka juga telah ditetapkan Nasrul Azan sebagai Ketua ABUJAPI Aceh masa bakti periode 2017-2022.

Menurut Nasrul, saat ini jumlah perusahaan dan satpam di Aceh masih belum banyak. Perusahaan yang tergabung di ABUJAPI juga masih sedikit, “Perusahaan jasa pengamanan sekitar 60 perusahaan, sedangkan yang resmi masuk ABUJAPI hanya 20 perusahaan,” katanya, Sabtu (28/1/2017).

Nasrul berharap, ke depan perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan diri ke ABUJAPI bisa lekas mendaftarkan diri di asosiasi yang resmi. Ia mengakui, di Aceh banyak perusahaan dari Jakarta yang membuka cabang.

“Saya berharap, perusahaan-perusahaan yang ada cabang di Aceh untuk melaporkan dan bergabung di ABUJAPI Aceh,” paparnya.

Terpilihnya Narsul sebagai Ketua ABUJAPI Aceh, ia berharap ke depan satpam di Aceh semakin banyak yang mengikuti pendidikan dasar Gada Pratama sebagai bukti pernah mengikuti pendidikan kesatpaman. “Mereka yang sudah mendapatkan ijazah bisa lebih siap untuk ditempatkan di perusahaan yang membutuhkan,” jelasnya.

“Tahap demi tahap kita akan konsolidasi untuk kemajuan satpam di wilayah Aceh. Kepengurusan ini semoga bisa membawa perubahan yang signifikan untuk perusahaan jasa pengamanan menjadi lebih baik dan satpamnya juga,” ujarnya.

Dalam Musda Abujapi Aceh ini, PT. Bravo Satria Perkasa juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Musda. Papan bunga berhias bunga dengan nama Bravo Satria Perkasa menghiasi di sekitar Musda. [ROJI]

 

27 Jan 2017

Hadapi Tantangan, Polri Harus Profesional dan Modern

KSATRIA, (BSP)– Presiden Joko Widodo mengingatkan Polri untuk terus menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Ke depan Polri yang profesional, modern, terpercaya merupakan sebuah tagline yang harus dicapai,” kata Presiden saat memberi pengarahan dalam Rapat Pimpinan Polri 2017 di Jakarta, Rabu (25/1/2017)

Dalam Rapim Polri 2017 ini mengambil tema “Polri yang Promoter (Profesional, modern, terpercaya) siap mengamankan Pilkada Serentak 2017.

Presiden mengatakan dalam mewujudkan tagline tersebut Polri harus membangun kepercayaan publik dengan melakukan dengan perbaikan kinerja seluruh jajaran polri dalam menghadapi persoalan dan penyelesaian yang ada di negara kita.

Jokowi mengatakan situasi di dalam negeri di warnai adanya kejahatan konvensional serta tantangan keamanan dan ketertiban.

“Keamanan dan keteetiban telah berkembang jauh dengan munculnya kejahatan transnasional, terorisme, penyeludupan perdagangan nasional norkoba dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, kata Presiden, Polri harus siap mengungkap upaya kejahatan anggaran negara, korupsi, pencurian ikan, legal logging serta keamanan yang menyangkut SARA, unjuk rasa yang merupakan tugas yang tidak ringan.

Dalam Rapim Polri 2017 ini diikuti 399 perwira tinggi dan perwira menengah dari seluruh jajaran Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia. [ROJI]

23 Jan 2017

Prosedur Penanganan Kebakaran di Gedung Perkantoran

Ikuti petunjuk di bawah ini.

  1. Pergi ke panel hydrant terdekat dan pecahkan kaca bertanda “Break Glass Here.”
  2. Beri tahu pihak keamanan dan informasikan lokasi kebakaran.
  3. Berusaha memadamkan api menggunakan APAR. (Catatan: selang kebakaran hanya boleh digunakan oleh pihak pemadam kebakaran).
  4. Jika tidak dapat dipadamkan, tutup semua pintu menuju ke lokasi kebakaran, beri tahu situasinya kepada pihak keamanan dan mulai prosedur evakuasi.
  5. Jangan menggunakan lift dan jelaskan situasinya bila petugas pemadam kebakaran tiba.

Jika mendengar tanda alarm terus menerus

  1. Tetaplah tenang.
  2. Amankan semua dokumen-dokumen penting.
  3. Matikan dan lepaskan semua peralatan listrik.
  4. Dengarkan baik-baik pengumuman yang disampaikan facility management melalui pengeras suara dan ikuti petunjuk yang diberikan oleh floor warden.
  5. Jika kebakaran tidak dapat dikuasai, tutup semua pintu ruang yang terbakar dan segera tinggalkan tempat tersebut melalui tangga darurat terdekat. Jangan menggunakan lift.

Prosedur Evakuasi

  1. Jika mendengar bunyi alarm secara terus menerus dari kotak hydrant, floor warden akan segera memberikan petunjuk evakuasi/pengungsian.
  2. Jangan panik, berjalanlah dengan cepat menuju tangga darurat terdekat. Jangan menggunakan lift.
  3. Jangan menghalangi orang lain yang masuk ke tangga darurat dari lantai di bawahnya.
  4. Jangan kembali untuk mengambil barang-barang jika sudah berada dalam tangga darurat atau keluar dari gedung.
  5. Floor warden bertanggung jawab dalam melakukan prosedur evakuasi.
  6. Semua orang yang dievakuasi harus langsung menuju titik kumpul sampai ada petunjuk selanjutnya.
  7. Instruksi untuk kembali ke gedung diberikan oleh facility management setelah keadaan dinyatakan aman.

Pengobatan Darurat

  1. Karyawan harus menghubungi pihak keamanan untuk memberitahukan adanya korban.
  2. Karyawan sebaiknya memberikan informasi seperti di bawah ini:
  3. Nama, jenis kelamin dan perkiraan umur korban.
  4. Lokasi keberadaan korban.

Floor Waden

  1. Floor warden ditunjuk oleh facility management (peraturan K3).
  2. Diperlengkapi dengan bendera, peluit dan handy talky.
  3. Memberitahukan kepada seluruh karyawan mengenai lokasi jalan keluar.
  4. Jika ada perintah evakuasi, menjamin seluruh karyawan meninggalkan gedung dengan menggunakan tangga darurat dan berkumpul di lokasi yang telah ditentukan.
  5. Memiliki daftar karyawan terbaru untuk keperluan absensi pada saat evakuasi.
  6. Memastikan semua staf di bawah tanggung jawabnya, mengerti prosedur evakuasi dan letak lokasi berkumpul yang dituju pada saat evakuasi.
  7. Memastikan tidak ada penghalang apapun pada tangga darurat.
  8. Memprioritaskan bantuan kepada wanita hamil, orang lansia, penyandang disabilitas, dan orang yang dalam keadaan sakit.

Sumber: www.safetysign.co.id

 

18 Jan 2017

Ketum APSI: PP 60 Tahun 2016 Memberatkan Satpam dan BUJP

KSATRIA, (BSP)–Satpam adalah profesi, salah satu unsur penting dari sebuah profesi adalah pengabdian. Demikian sambutan Kapolri Tito Karnavian dalam Upacara HUT Satpam ke-36 di lapangan Monas, Sabtu (14/1/2017) .

“Satpam harus mengabdi kepada masyarakat, peran pengabdian masyarakat merupakan salah satu unsur penting dari profesi, tidak ada profesi tanpa mengabdi kepada masyarakat,” demikian kata Tito Karnavian.

Kendati satpam sebagai sebuah profesi yang memiliki nilai pengabdian kepada masyarakat, namun ternyata pemerintah belum sepenuhnya memihak kepada keberadaan satpam sebagai pembantu kepolisian dalam pengamanan. Hal ini bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016 yang justru memberatkan satpam.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI), H. Azis Said mencermati statemen Kapolri terkait satpam yang harus mengabdi kepada masyarakat. Azis sangat setuju dengan pernyataan Kapolri, karena itu pengabdian ini harus didukung oleh Polri.

Namun, tambah Azis, dengan adanya PP 60 Tahun 2016 tentang tarif dan jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ini justru Polri tidak mendukung pengabdian yang dilakukan oleh satpam, pasalnya justru pemerintah melakukan komersialisasi terhadap pengabdian satpam ini. “Pengabdian ini harus didukung, bukan malah dijadikan komersialisasi dibidang satpam,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity.com, Selasa (17/1/2017).

Dalam pembuatan PP no 60 tahun 2016 ini, Polri sebagai institusi yang membuat usulan kepada Pemerintah, tidak meminta masukan dari Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), terkait beberapa tarif biaya pendidikan Satpam, yaitu Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama. Azis menjelaskan, sebelum adanya PP 60 tahun 2016 dimana biaya penyelenggaraan pendidikan Gada Pratama yang diselenggarakan oleh BUJP bidan pendidikan, berkisar antara 4 juta sd 5 jutaan saja , satpam atau BUJP merasa beratan, apalagi sekarang meningkat menjadi 10 jutaan.

“BUJP penyelenggaraan Gada Pratama seharga 4 jutaan saja sudah ada profitnya, kalau polisi mengadakan dengan harga 10 juta pasti besar profitnya. Saya yakin harga seperti itu tidak akan laku dan sangat memberatkan,” katanya.

Azis menjabarkan, jika seorang satpam dikenakan biasa 10 juta untuk ikut Gada Pratama, maka 10 juta itu akan dicicil ke perusahaan penyelenggara selama setahun kontrak di Perusahaan. Artinya, Satpam harus rela dipotong gajinya hampir 800 ribu setiap bulan selama setahun, “Sangat memberatkan satpam, kalau pun satpam disubsidi perusahaan setengahnya, maka akan memberatkan BUJP, jadi ini komersialisasi dan sangat memberatkan,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, APSI akan berkirim surat ke Kapolri terkait PP No. 60 Tahun 2016 ini. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan audiensi ke Dewan perwakilan Rakyat (DPR). “Kita akan mengkritisi adanya peraturan ini yang sangat memberatkan pelaku BUJP dan satpam,” ujarnya. [ROJI]

 

16 Jan 2017

Jajaran Direksi BSP Hadiri HUT Satpam ke-36 di Monas

KSTARIA, (BSP)–Gelaran apel upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36 tahun 2016 dilaksanakan di lapangan Monas pada Sabtu 14 Januari 2017. Hadir sebegai inspektur upacara adalah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam setiap kesempatan kegiatan kesatpaman yang digelar oleh pihak kepolisian maupun asosiasi selalu berpartisipasi aktif, hal ini sebagai wujud kepedulian BSP terhadap profesi satpam.

Tahun ini, BSP juga mensupport kegiatan upacara HUT Satpam ke-36 di Monas. Logo BSP terpampang jelas di backdrop sebagai latar belakang ribuan satpam berbaris mengikuti acara. Selain itu, BSP juga menerjunkan 100 satpam untuk mengikuti giat upacara yang diselingi guyuran hujan ini.

Sebagai bentuk support terhadap kegiatan akbar ini, Direktur Utama Joko PN Utomo juga nampak hadir dengan seragam biru putih khas satpam. Selain itu, Pak Joko hadir kapasitasnya sebagai pengurus Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), tepatnya sebagai Ketua I Bidang Organisasi dan Keanggotan.

Sementara itu, Direktur BSP H Djarot Soeprianto juga nampak hadir dengan mengenakan seragam kebesaran Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI). Bahkan Pak Djarot ikut serta mendampingi Bapak Satpam Indonesia Bapak Awaloedin Djamin dalam sesi wawancara dengan awak media. Pak Djarot kapasitasnya sebagai Sekjen APSI. [ROJI]

 

15 Jan 2017

Kapolri: Satpam Garda Terdepan Menjaga Perusahaan

KSATRIA, (BSP)—Meski dalam guyuran hujan, ribuan satpam yang mengikuti apel HUT Satpam ke-36 tetap berdiri tegap tak bergeming mendengarkan pidato Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di lapangan Monas, Sabtu 14 Januari 2017.

“Satpam memiliki posisi strategis dalam garda terdepan dalam menjaga perusahaan di Indonesia dan masyarakat. Rekan-rekan adalah garda terdepan dalam menjaga tempat kerja masing-masing,” jelasnya.

Tito mencontohkan, saat terjadi insiden Bom Thamrin, Satpam menjadi pihak pertama yang membantu penanganan korban dan menjadi saksi di lokasi kejadian. Belum lagi, tindakan kejahatan di tempat-tempat publik, satpam membantu Polri melakukan penindakan terhadap pelaku.

“Siapa yang kemarin membantu melaksanakan penanganan kasus bom Thamrin, anggota satpam. Siapa yang menangkap pelaku kejahatan di mal tempat publik? anggota satpam yang melakukan itu. Peran satpam luar biasa dalam memberikan keamanan terhadap masyarakat,” paparnya

Melihat besarnya peran Satpam, Tito berharap para satuan ini melakukan evaluasi kinerja demi membantu Polri menjaga ketertiban di masyarakat. “Peran satpam sebagai mitra dalam rangka ketertiban dapat lebih optimal di masa mendatang,” pungkas Tito.

Tito juga mengapresiasi peran Satpam di tengah-tengah masyarakat. Tito menuturkan TNI, Polri dan Pemerintah siap menjadi bapak kandung dari Satpam yang akan membina, memandu, mengakomodasi serta menjamin pekerjaan mereka.

“Profesi ini harus dimuliakan, rekan-rekan harus bangga. Polri, TNI, Pemda kami siap menjadi bapak kandung rekan-rekan, memandu, memayungi rekan-rekan,” katanya.

Dalam apel tersebut, turut hadir Bapak Satpam Indonesia, Jenderal (purn) Prof Dr Awaloedin Djamin, MPA, para pejabat utama Polri seperti Wakapolri Komjen Syafruddin, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan.

Demikian juga dari PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) juga ikut memeriahkan HUT Satpam ke-36. Nampak hadir Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo, Direktur BSP Djarot Soeprianto, dan lebih dari 100 pasukan satpam dan pembina hadir di lapangan Monas. [ROJI]

 

 

15 Jan 2017

Kapolri: Satpam Harus Mampu Bersaing dengan Security Asing

KSATRIA, (BSP)–Secara fungsional dan strukutural keberadaan satpam memiliki peran startegis dalam menjaga keamanan industri. Karena satpam menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas perusahaan. Hal ini penting untuk mendorong pembangunan di Indonesia. Demikain Kapolri Tito Karnavian dalam sambutan HUT Satpam ke-36 di depan ribuan satpam di Monas, Sabtu (14/1).

Kapolri Tito menegaskan, di tengah persaingan global, profesional satpam harus terus ditingkatkan untuk bisa bersaing dengan satpam profesional asing, terutama pada bidang 12 industrial security guna mengantisipasi security profesioanal asing.

“Prioritas penyiapan anggota satpam yang profesional dan memiliki keunggulan bersaing dengan security profesional asing, semakin mendesak untuk direalisasikan khususnya pada 12 (dua belas) spesialis industrial security guna mengantisipasi security profesional asing,” katanya.

Kapolri menghimbau agar posisi security pada industri strategis dan objek vital nasional tidak diduduki oleh security asing. Posisi security dalam organisasi hendaknya dipegang oleh anggota satuan pengamanan yang memenuhi regulasi yang mengaturnya.

“Kita tidak boleh kalah karena kita yang tau lingkungan kerja kita. Kita yang tau Indonesia,” tegas Kapolri.

Untuk itu, tambah Tito, ia berharap hendaknya satpam bukan hanya menjadi keahlian belaka tapi harus menjadi profesi. “Profesi itu memilik syarat, beda dengan keahlian. Untuk itu saya minta satpam menyadari ini profesi yang mulia dan harus dihormati,” katanya. [ROJI]

 

15 Jan 2017

Direktur BSP Dampingi Bapak Satpam Indonesia di HUT Satpam ke-36

KSATRIA, (BSP)—Kehadiran Bapak Satpam Indonesia Prof Dr Awaloedin Djamin, MPA di acara upacara HUT Satpam ke-36 di lapangan Monas pada Sabtu, 14 Januari 2017 menjadi penghormatan bagi satpam. Padahal kondisi Pak Awaloedin masih kurang sehat setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit.

Kapolri Tito Karnavian sangat menghormati Bapak Satpam Indonesia, sebagai inisiator lahirnya satpam di Indonesia. Ketika Pak Awaloedin terbaring di rumah sakit beberapa waktu lalu, Tito juga mengunjungi ke rumah sakit, sebagai bukti hormatnya seorang Tito kepada penggagas satpam ini.

Dalam sambutan pidatonya, Kapolri mengatakan bahwa Bapak Satpam Indonesia kondisinya masih belum sepenuhnya pulih dari sakit beberapa waktu lalu. Namun karena semangatnya untuk bisa tetap hadir di acara HUT Satpam ini menjadi penghargaan untuk para satpam.

“Terima kasih kepada Bapak Satpam Indonesia, meski kondisi beliau kurang sehat, tapi tetap hadir di tengah anak-anaknya, semoga kondisi beliau terus membaik dari waktu ke waktu,” doa Kapolri yang diaminkan seluruh peserta yang hadir.

Di akhir pidatonya, Kapolri mengucapkan selamat kepada seluruh satpam dalam HUT Satpam ke-36 tahun 2016. “Selamat ulang tahun, selamat bertugas, mari kita ciptakan kemitraan antara pemerintah, Polri, TNI, Pemda dengan satpam, kita rekatkan barisan kita untuk menjaga NKRI,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama usai acara HUT Satpam, Direktur PT Bravo Satria Perkasa (BSP) H. Djarot Soeprianto ikut mendampingi Pak Awaloedin bersama Ketua Umum APSI, Azis Said dalam sesi tanya jawab dengan para wartawan. Keberadaan Pak Djarot saat itu juga sebagai Sekjen Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI). [ROJI]

15 Jan 2017

Para Pemenang Lomba Gerak Jalan HUT Satpam ke-36

KSATRIA, (BSP)–Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36 tahun 2016 yang berlangsung pada Sabtu 14 Januari 2017 berlangsung meriah. Selain mendengar pidato Kapolri, hiburan berbagai pertunjukan ketangkasan, serta pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba gerak jalan HUT Satpam ke-36.

Penyerahan piala dan hadiah diberikan langsung oleh Kapolri Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Azis Said.

Adapun para pemenang dalam gerak jalan perorangan maupun beregu adalah sebagai berikut:

Gerak Jalan Perorangan Putra
Juara Pertama : Margono dari satpam Bank Mandiri
Juara Kedua : Syan Napriansyah dari satpam Kompas Gramedia
Juara Ketiga : Supriadi dari satpam Sigap Prima Astrea

Gerak Jalan Perorangan Putri
Juara Pertama : Supatmi dari satpam TMMIN
Juara Kedua : Naning Dyastuti dari satpam Secom Bhayangkara
Juara Ketiga : Suyati dari satpam TMMIN

Gerak Jalan Beregu Putra
Juara Pertama: PT TMMIN II Karawang
Juara Kedua: PT. Sigap Prima Astrea Jakarta Utara
Juara Ketiga : PT. Kompas Gramedia I Jakarta Barat

Sebelumnya, dalam rangka memeriahan HUT Satpam ke-36 ini, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menggelar lomba gerak jalan perorangan dan berregu yang digelar di depan lapangan Ditlantas Polda Metro, Minggu (18/12/2016).

Kegiatan Gerak Jalan Satpam tahun ini, diikuti oleh 32 peserta beregu dan 110 peserta perorangan. “Para pemenang lomba gerak jalan ini hadiahnya diberikan saat upacara HUT Satpam yang diadakan di Monas,” jelas Azis. [ROJI]

11 Jan 2017

8 Tips Aman Mengambil Uang di ATM

KSATRIA, (BSP)–Cara mengambil uang melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) memang mudah, namun perlu berhati-hati. Sebaiknya, perhatikan beberapa tips aman mengambil uang di ATM bank untuk menghindari kelalaian Anda. Kelalaian nasabah berefek pada hilangnya saldo pada rekening. Meskipun yang paling menyeramkan adalah pembobolan rekening oleh para cybercrime.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena saat ini bank negara maupun swasta di Indonesia sudah memiliki sistem keamanan canggih untuk menanggulangi tindakan kriminal dunia maya khususnya keamanan rekening para nasabah.

Berhati-hati dan waspada merupakan dasar dari tindakan aman ketika Anda menarik uang di mesin ATM, sebab kejahatan terjadi karena adanya kesempatan. Hal ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pelaku “kriminal dadakan”

Kelalaian ini mengakibatkan orang yang antri di belakang Anda memiliki kesempatan untuk bertindak jahat menguras uang dalam rekening Anda. Namun tindakan seperti ini sudah tidak berlaku, rata-rata mesin ATM sekarang menggunakan sistem terbaru.

Jika kartu sudah keluar dan belum di cabut, saat di masukkan lagi akan meminta nomor PIN ulang. Jadi, kesempatan itu tidak bisa digunakan oleh orang yang tidak mengetahui PIN dari kartu ATM tersebut.

Apa saja tips aman mengambil uang di ATM bank agar tidak lupa?

1. Hindari ATM yang Sepi Pengunjung

Banyak modus kejahatan yang terjadi melalui mesin ATM, ada cara modern menggunakan micro hardware yang di tempatkan di mulut tempat memasukkan kartu ATM. Biasanya ditempel dengan isolatip dan kasat mata, alat ini akan mengcopy semua data transaksi.

Ada juga pelaku kejahatan menggunakan hipnotis, ini yang paling parah. Jika area mesin ATM terdapat orang-orang mencurigakan, kira-kira bukan nasabah sebaiknya cari tempat lain saja.

2. Menutup Area Keyboard saat Memasukan Nomor PIN

Meskipun tidak ada yang antri di belakang Anda, tutup dengan tangan atau benda lain di area keyboard. Dikhawatirkan, ada yang dengan sengaja memasang micro kamera di sekitar mesin.

3. Mengganti Nomor PIN secara Berkala

Ini merupakan tips aman mengambil uang di ATM bank paling mudah namu juga paling menyusahkan, mengapa? jika Anda lupa nomor PIN terbaru setelah penggantian berkala, meu tidak mau harus mengurus ke bank untuk aktivasi ulang PIN.

4. Jangan Mudah Percaya dengan Orang Lain

Orang yang baru Anda kenal dan menawarkan bantuan untuk menelpon costumer service bank dari handphone orang yang baru Anda kenal tadi, karena diduga itu bukan nomor costumer service dari bank ATM tersebut.

5. Jika kartu ATM Anda tertelan mesin, maka cobalah raba lubang masuknya kartu ATM pada mesin yang Anda pakai. Jika memang itu permainan dari penjahat dengan modus telan kartu ATM, maka Anda akan dapat menemukan suatu alat seperti sejenis jepitan, batang korek api atau lidi, cobalah tarik benda itu, maka kartu Anda akan kelihatan terkait disana.

6. Jika kartu ATM Anda tertelan dalam mesin langsung lapor ke Security setempat, dan mintalah ke pihak keamanan untuk segera mengisolir lokasi tersebut dengan memberikan pengumuman “Mesin ATM ini rusak”, dan segeralah hubungi nomor yang dapat dihubungi untuk menampung keluhan Anda.

7. Jangan Beritahu PIN ke Orang lain

Meskipun itu saudara Anda sendiri sebaiknya jangan, takutnya saudara Anda ini yang lupa menaruh sembarangan catatan nomor pin ATM Anda. Apalagi orang yang tidak Anda kenal, simpan dalam catatan pribadi Anda di rumah.

8. Jangan Catat nomor PIN di Handphone

Saudara saya sendiri pernah mengalami ini, semua catatan penting termasuk nomor rekening dan PIN ATM ada di dalam Handphone. Tidak sengaja Handphone hilang, kurang tau itu di copet atau jatuh.

Seminggu setelah kejadian itu, ketika mau menarik uang dari rekening ternyata tidak bisa. Ternyata saldo sudah kosong. Kebiasaan kurang baik di point nomor 8 ini perlu diwaspadai. [FR]

Sumber juragantips.com

 

Translate »
error: Content is protected !!