Bravo Satria Perkasa
30 Dec 2016

Amanat Kapolri dalam HUT Satpam ke-36

KSATRIA, (BSP)–Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016 adalah Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36. Hari ini, juga beberapa daerah menggelar upacara memperingati HUT Satpam ke-36. Di Jakarta sendiri upacara akan digelar pada Januari 2017. Berikut adalah amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam upacara HUT Satpam ke-36:

Peringatan ini dilaksanakan secara serentak di polres-polres dengan maksud untuk mengetahui penggelaran potensi satuan pengamanan swa-karsa di wilayahnya masing-masing, sebagai mitra keseharian dalam mengemban fungsi kepolisian di lapangan. Hal ini merupakan wujud nyata dari apa yang menjadi dasar hukumnya yaitu amanat dalam pasal 3 ayat (1), pasal 14 ayat (1) huruf (f), pasal 15 ayat (2) huruf (g), pasal 34 ayat (2), dan pasal 36 undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara republik indonesia, serta aturan pelak-sanaannya yaitu peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2012.

Polri telah menerbitkan panduan induk kepada masyarakat dalam mengelola pengamanan swakarsa secara profesional pada sebuah organisasi, perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah yang dituangkan sebagai peraturan kapolri nomor 24 tahun 2007 (berita negara republik indonesia tahun 2007 nomor 50). Panduan ini memberikan tuntunan untuk menerapkan satu tata kelola pengamanan swakarsa secara holistik terhadap proses bisnis satu organisasi. penerapan panduan ini tidak harus eksklusif, namun melengkapi tatanan industrial security yang telah berjalan, guna lebih meningkatkan kemampuan organisasi secara swakarsa dan profesional dalam menanggulangi ancaman dan gangguan keamanan terhadap proses bisnisnya, serta mematuhi regulasi keamanan yang berlaku.  Anggota satuan pengamanan dalam panduan tersebut adalah mereka yang secara fungsional dan struktural memiliki peran dalam tata kelola pengamanan terhadap proses bisnis organisasi.

Anggota satuan pengamanan memiliki posisi strategis, sebagai yang terdepan dalam rangka upaya menciptakan jaminan perlindungan terhadap dunia usaha di negara kita. oleh karenanya penyiapan kemampuan profesional anggota satpam hendaknya mendapatkan atensi dan prioritas oleh seluruh pemangku kepentingan bersama polri. Dalam hal ini kapolri telah menetapkan kebijakan prioritasnya sebagai salah satu dari sebelas program prioritas, yaitu “membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas”.

Prioritas penyiapan anggota satpam yang profesional dan memiliki keunggulan bersaing dengan security profesional asing, semakin mendesak untuk direalisasikan khususnya pada 12 (dua belas) spesialis industrial security guna mengantisipasi inovasi “security profesional” asing, sebagai konsekuensi dari adanya 12 sektor prioritas mea 2015 yang disebut sebagai free flow of skilled labor (arus bebas tenaga kerja terampil) yaitu pada bidang-bidang industri seperti:

Perawatan kesehatan (health care), turisme (tourism), jasa logistik (logistic services), e-asean, jasa angkutan udara (air travel transport), produk berbasis agro (agrobased products), barang-barang elektronik (electronics), perikanan (fisheries), produk berbasis karet (rubber based products), tekstil dan pakaian (textiles and apparels), otomotif (automotive), dan produk berbasis kayu (wood based products).

Saya ingin menegaskan, jangan sampai posisi/ jabatan security pada industri strategis dan objek vital nasional diduduki oleh orang asing. posisi security dalam organisasi hendaknya dipegang oleh anggota satuan pengamanan yang memenuhi regulasi yang mengaturnya.

Dalam Amanatnya Kapolri juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pimpinan bumn dan perusahaan yang mengelola objek vital dan objek vital nasional, yang telah mendapatkan sertifikat, maupun sedang dalam proses menerapkan standar tata kelola pengamanan swakarsa berdasarkan peraturan kapolri nomor 24 tahun 2007. Secara kuantitas menunjukkan peningkatan yang semakin meningkat, dimana sampai akhir tahun 2016 ini tercatat 99 perusahaan.

“DIRGAHAYU SATUAN PENGAMANAN KE 36” SELAMAT BERTUGAS!!

 

JAKARTA, 30 DESEMBER 2016

KEPALA KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA

Drs. M. TITO KARNAVIAN, M.A., Ph.D.

 

 

30 Dec 2016

Laporan Polda Metro Jaya Terkait Kejahatan di Jakarta

KSATRIA, (BSP)—Tahun 2016, angka kejahatan yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, waktu kejahatan (crime clock) mengalami percepatan selama 8 detik.

“Untuk crime clock mengalami percepatan selama 8 detik, dari 12 menit 26 detik tahun 2015 menjadi 12 menit 18 detik di tahun 2016 ini,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dalam rilis akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/12/2016).

Artinya, tahun 2016, setiap 12 menit 18 detik terdapat satu kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Secara umum, situasi kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat) di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan angka kriminalitasnya. Dari 44.304 kasus di tahun sebelumnya, menjadi 43.149 kasus di tahun 2016, atau turun sekitar 3 persen.

Seiring dengan menurunnya total kejahatan (crime total) ini, menurun pula angka penyelesaian kasus (crime clearence) dari 29.750 kasus menjadi 28.252 kasus di tahun 2016 atau menurun 5 persen.

“Kemudian crime rate atau risiko penduduk terkena tindak pidana mengalami penurunan dari 195 orang menjadi 189 orang atau turun sebanyak 3 persen,” imbuhnya dirilis detik.com.

Dari 43.149 kasus yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdapat kasus-kasus menonjol yang mengalami peningkatan di tahun 2016 ini. Salah satunya adalah kejahatan perampokan yang mengalami kenaikan 12 persen dari tahun sebelumnya.

“Kasus curas (pencurian dengan kekerasan) tahun 2015 sebanyak 641 kasus, sedangkan tahun 2016 sebanyak 719 kasus atau naik 78 kasus atau 12 persen,” lanjut Iriawan.

Kenaikan juga terjadi pada kasus perkosaan. Di mana tahun 2015 mencapai 63 kasus, sedangkan di 2016 meningkat menjadi 71 kasus atau naik sebanyak 4 kasus atau sekitar 6 persen.

“Kenakalan remaja seperti tawuran juga mengalami peningkatan dari 1 kasus di tahun 2015 menjadi 5 kasus atau naik 400 persen, meski kenaikannya cuma 4 kasus,” sambungnya.

Sementara penurunan angka kriminalitas terjadi di kasus pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat (anirat) dan pembunuhan. Kasus curat menurun 9,96 persen dari 1.004 kasus di tahun 2015 menjadi 904 kasus di tahun 2016.

Pembunuhan menurun 4 kasus atau 5 persen dari 75 kasus di tahun 2015 menjadi 71 kasus di tahun 2016. Penganiyaan berat (anirat) mengalami penurunan 6 persen dari 3.400 kasus di tahun 2015 menjadi 3.187 kasus di tahun 2016. [FR]

23 Dec 2016

Satpam BSP Siap Jaga Semarang Medical Center

KSATRIA, (BSP)—Telogorejo akan memiliki rumah sakit bertaraf internasional, Semarang Medical Center (SMC) Rumah Sakit Telogorejo. Rumah sakit ini nantinya akan menjadi rumah sakit terbesar di Jawa Tengah dengan konsep Patient Centric dan Friendly Design.

Pembangunan gedung 11 lantai ini memiliki luas bangunan seluas 46.307 meter persegi, dan dilengkapi delapan kamar operasi dengan standar internasional. Untuk layanan rawat inap sendiri akan memiliki kapasitas 390 tempat tidur. Kapasitas parkir mampu menampung 600 mobil.

Rencananya, Semarang Medical Center ini akan diresmikan pada Desember 2016. Untuk menjadikan SMC RS Telogorejo aman dan nyaman, pihak manajemen telah mempercayakan pengamanannya melalui PT Bravo satria Perkasa (BSP).

Menurut Head of Area BSP Jawa 2 Heru Wibowo, BSP menjadi partner dalam pengamanan Rumah Sakit Telogorejo. Sebanyak 109 personel Satpam siap mengamankan aktivitas rumah sakit terbesar di Jawa Tengah ini.

“Selain Rumah Sakit Telogorejo, BSP juga mendapatkan amanah pengamanan Rumah Sakit Muhammadiyah, kita bersyukur atas kepercayaan ini, semoga ini menjadi kerjasama yang saling meguntungkan,” ujarnya. [FR]

 

 

 

21 Dec 2016

Satpam BSP Juarai Olahraga antar Rumah Sakit se Kebumen

KSATRIA, (BSP)–Menjadi sebuah kebanggan ketika personel Satpam PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) mendapatkan amanah untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan seputar industri rumah sakit. Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Muhammadiyah Kebumen.

Menurut Head of Area BSP Jawa 2 Heru Wibowo kepercayaan untuk memberikan keamanan dan kenyaman di rumah sakit Muhammadiyah menjadi kebanggan bagi BSP untuk terus meningkatkan layanannya dalam hal pengamanan di rumah sakit.

Heru mengungkapkan berbagai prestasi yang diraih personelsatpam BSP cukup banyak, salah satunya adalah menjadi juara umum dalam pertandingan olahraga antar rumah sakit se Kebumen pada Oktober 2016 lalu.

Dengan bangga, Heru mengatakan bahwa BSP menjadi juara umum seluruh pertandingan olahraga yang digelar oleh panitia. Di mana satpam BSP berhasil menyabet juara di bidang olahraga bulu tangkis, badminton, tenis meja dan bola voly.

Kemenangan ini sebagai bukti bahwa tim satpam BSP bisa melakukan yang terbaik dalam bidang olahraga, yang ini menjadi bagian terpenting dalam menjaga fisik satpam BSP. Heru berharap, kemampuan olahraga satpam BSP harus terus ditingkatkan.

“Kegiatan pertandingan olahraga ini bagian dari membangun semangat personelsatpam BSP di area Jawa 2,” katanya. [FR]

 

21 Dec 2016

BCA Indonesia Timur Percayakan Pengamanan kepada BSP

KSATRIA, (BSP)—Head of Area PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Indonesia Timur terus melakukan pembenahan. Hingga Oktober 2016, personel 2.533 orang. Indonesia Timur menjadi tantangan bagi HoA BSP Indonesia Timur untuk terus melayani para customer dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah jumlah personil area Indonesia sampai dengan periode bulan oktober 2016 sampai dengan saat ini berjumlah 2.533 personil setelah ada penambahan proyek baru yaitu PT New Hope Indonesia di Makassar,” papar Head of Area Indonesia Timur Sarwo Hadi kepada Majalah Ksatria.

Sarwo menjelaskan, pada September lalu pihaknya juga melakukan presentasi proyek bank BCA untuk penilaian vendor selama bekerjasama dengan BSP. “Alhamdulillah dalam pelaksanaan presentasi kami yang dilaksanakan di Kuta Bali berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Hasil dari presentasi dengan pihak BCA, pihak BSP mendapatkan kepercayaan untuk menggantikan vendor sebelumnya yang berada di kota Ambon, Kendari dan Palu. “Seluruhnya dialihkan ke BSP pengamanannya,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas personelnya, Sarwo tak henti-hentinya melakukan pembinaan dan latihan kepada anggota yang akan atau sedang bertugas di lapangan. Bagi Sarwo pembinaan merupakan program penting yang tidak boleh diabaikan. Melalui pembinaan, Satpam akan meningkatkan kualitasnya.

Selain itu, ketika bulan puasa Ramadhan lalu, BSP Indonesia Timur juga menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Misalnya buka puasa bersama dengan klien, kerja bakti membersihkan masjid juga memberikan sumbangan berupa konsumsi di masjid yang ada di sekitar BSP.

“Semoga ke depan perkembangan BSP yang ada di Indonesia Timur khususnya bisa menjadi lebih baik, dan BSP umumnya terus bisa menunjukkan kualitasnya yang lebih baik lagi,” tuturnya. [FR]

 

 

 

20 Dec 2016

Inilah Tips Amankan Bawaan Bagasi di Bandara

KSATRIA, (BSP)–Siapa yang tidak kesal jika mendapati isi koper, tas, dan barang-barang yang dibawa dalam perjalanan mendadak rusak dan hilang? Kasus kehilangan bagasi di bandara memang bukan kasus baru. Mulai dari kehilangan barang, koper dibobol, tas dikoyak, password diganti, hingga isi koper diacak-acak.

Itu belum seberapa, tragisnya jika pihak bandara tidak mau bertanggungjawab atas kehilangan barang kita. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian. Cobalah cara amankan bagasi berikut ini.

Jangan taruh barang berharga di bagasi
Benda berharga seperti perhiasan bernilai tinggi, alat elektronik, uang, kartu atm, dokumen penting, dan tanda pengenal pribadi sebaiknya kita bawa bersama dengan kita di pesawat. Waspadai pencurian di kabin pesawat juga. Sebaiknya satukan semua benda-benda ini di tas jinjing saja.

Gunakan banyak pengaman
Walau sedikit lebih ribet, jangan malas untuk menggunakan kunci pengaman, seperti gembok dengan kombinasi angka atau gembok kunci. Gunakan luggage straps agar koper tidak bisa dibuka seluruhnya. Plastic Wrap memang akan merogoh kocek sedikit, tapi hal ini juga penting dilakukan. Jika ingin lebih murah, kita bisa melakukan wrapping sendiri dari rumah.

Pilih koper/tas dengan warna mencolok
Warna koper/tas yang mencolok atau eye catching akan dihindari pencuri. Kita juga dapat menambahkan sticker, gantungan, dan pita yang mencolok di koper sebagai penanda. Karena warna yang mencolok akan sangat diperhatikan oleh banyak orang. Sehingga akan semakin banyak mata yang akan mengawasi koper kita secara tidak langsung.

Hindari menggunakan koper mahal dengan merek terkenal

Mungkin kita tak bisa menahan diri untuk tidak memamerkan koper mahal buatan desainer, tapi khusus untuk perjalanan dengan penerbangan, tahanlah diri. Karena koper itu saja sudah sangat menggiurkan bagi si pencuri. Sebagian orang malah menggunakan koper anak-anak untuk mengelabui pencuri. Karena tak mungkin ada barang berharga di koper anak kecil. Logikanya, barang berharga apa yang ada di koper anak-anak?

Foto isi koper

Selesai kita mengemas barang-barang di koper, dokumentasikan tata letak dan sususan barang-barang kita. Hal ini juga penting, karena jika terjadi kerusakan maupun kehilangan, kita dapat memiliki bukti dokumentasi yang dapat digunakan untuk meminta pertanggungjawaban dan penyelidikan kasus kehilangan kita. [FR]

Sumber: intisari-online

 

20 Dec 2016

Denny Tiga Kali Raih Penghargaan The Best Satpam

KSATRIA, (BSP)–Tiga kali mendapatkan penghargaan sebagai sekuriti berprestasi, tak membuat Denny berhenti belajar. Justru ia terus termotivasi untuk lebih mengenal produk tempat ia bekerja dan melayani setulus hati. Alhasil, Denny kerap mendapatkan penghargaan atas prestasinya ini. Berikit ulasannya. 

Keputusan Denny Sartika untuk bergabung menjadi anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa  (BSP) sudah bulat. Tak ada paksaan, tak ada tekanan, semua berjalan mengalir dengan keyakinannya bahwa BSP adalah tempat yang tepat untuknya berkarya.

Keputusan itu diambil setelah Denny mendengar informasi lowongan kerja sebagai sekuriti di PT BRI Kantor Cabang Perawang. Apalagi dua bulan lagi, ujarnya, masa kontrak kerjanya di PT Indah Jaya Pala saat itu akan berakhir.

“Kebetulan di BRI Perawang ini kekurangan sekuriti, saya bikin lamaran ternyata diterima Alhamdulillah sampai sekarang,” tuturnya saat dihubungi Majalah Ksatria.

Denny masih ingat dirinya diterima sebagai anggota BSP Bulan November 2010. Dalam statusnya yang masih bekerja, ia segera mengundurkan diri dari tempat kerja yang lama.

Meskipun ia sudah memiliki sertifikat pendidikan profesi di Jakarta pada tahun 2005, ia perlu beradaptasi. Pasalnya, perusahaan ini membangun system keamanan perbankan yang berbeda jauh dengan pengamanan perkebunan yang menjadi tugas dia sebelum bergabung di BSP.

Denny menuturkan, dari sisi pengetahuan, misalnya, anggota sekuriti bank harus memahami sejumlah produk perbankan supaya ketika ada nasabah minta dilayani, sekuriti bisa memberikan pengarahan sederhananya. Dari sisi keterampilan, setiap sekuriti dibekali kemampuan komunikasi personal dan etika.

Kerja keras ini berbuah manis pada tahun 2012 jam 17.00 tiba-tiba pimpinanya yang baru tiba dari luar kota menemuinya dan menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Denny sebagai sekuriti terbaik. Berita ini menjadi kejutan bagi anggota sekuriti yang sehari-hari bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan ini.

Tahun 2014, Denny kembali memenangi pemilihan the best security yang disertai ujian knowledge dengan nilai tertinggi 96. Saat itu, menurut Denny, semua sekuriti diuji tentang produk-produk perbankan dan layanannya. Sehingga sekuriti betul-betul bisa melayani nasabah kalau ada yang bertanya atau komplain.

“Jadi sekuriti harus siap melayani nasabah apa yang menjadi permasalahannya kita harus siap melayanninya dengan baik,” tuturnya.

Berikutnya pada tahun 2016, Denny terpilih ketiga kalinya sebagai The Best Product Klowledge Security. Ia berhasil menyisihkan 17 sekuriti yang mengikuti ujian dengan nilai mutlak 100. Menurutnya, ujian ini langsung dipantau oleh bagian pengawas dengan mekanisme seleksi yang cukup ketat.

Memang tidak mudah untuk menjadi pemenang. Denny mengakui, semua keberhasilannya ini merupakan hasil ketekunanya belajar dan bertanya tentang tugas dan standar pelayanan seorang sekuriti.

Menurut Denny semua profesi memiliki tantangan yang berbeda-beda. Bagi sekuriti perbankan, menurutnya, tantangan yang harus selalu diwaspadai adalah masalah keamanan. Sebab, bisa jadi tantangan itu muncul dari nasabah yang menjadi pintu masuk penyusupan sehingga harus selalu diantisipasi bagaimana pun ramainya situasi kerja.

Disamping itu perlu diperhatikan ancaman keamanan dari lungkungan bekerja seperti terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik dan sebagainya. Pernah suatu ketika Denny menghadapi insiden kebakaran akibat konsleting listrik pukul 03.00. Dengan sigap ia menjinakkan sumber bahaya menggunakan alat pemadam kebakaran sehingga bisa ditangani dengan baik.

Anggota sekuriti berprestasi dari Riau tahun 2012, 2014 dan 2016 ini juga menegaskan, prestasinya dalam bekerja tak luput dari peran keluarga. Selama ini, lanjutnya,  semangat dan dukungan untuk selalu bekerja keras terus diberikan anak dan istri yang bangga dengan profesinya.

“Itulah yang membuat saya senang bekerja mencari nafkah untuk anak dan keluarga,” ujar pria yang dikaruniai dua anak dari pernikahanya dengan Gusrianita ini.

Untuk menjadi seorang sekuriti professional, pria yang berkecimpung di dunia sekuriti sepuluh tahun lebih ini mengatakan bahwa sekuriti harus memiliki sikap tegas dan bisa mengambil keputusan, serta mampu memberikan pelayanan yang nyaman baik terhadap stakeholder maupun tempatnya bekerja.

Pria kelahiran Riau, 3 April 1977 ini sempat merasakan perjuangan saat Riau dilanda asap tebal. Saat Riau dilanda asap tebal, semua aktivitas diliburkan mulai dari karyawan kantor, pertokoan dan aktivitas sekolah. Namun sekuriti menjadi pengecualian karena harus menjaga harta benda dan aset-aset perusahaan.

Kejadian yang berlangsung selama beberapa bulan  ini menuntut profesi sekuriti meningkatkan kewaspadaanya sebab dimungkinkan akan terjadi tindak kejahatan disaat masyarakat mengungsi ke tempat yang aman.

Baginya, pengalaman di dunia sekuriti ini membuat dirinya semakin yakin bahwa anggota sekuriti memiliki kontribusi yang cukup besar di masyarakat. Disamping tugasnya mengamankan asset perusahaan sekuriti juga berperan dalam menciptakan keamanan di masyarakat sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Menjalani profesi yang cukup mulia ini, Denny merasa bangga bahwa kehadirinya di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman tapi juga kemanfaatan. “Saya tetap bangga menjalani profesi ini dengan segala resiko yang ada, “ pungkasnya. [AH]

19 Dec 2016

Awaloedin Djamin: Kalian Orang Penting di Negara Ini

KSATRIA, (BSP)–Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36 di Mapolda Metro Jaya, pada Minggu (18/12) berlangsung meriah. HUT Satpam tahun ini dimeriahkan dengan Gerak Jalan Satpam dan berbagai hiburan.

Bapak Satpam Indonesia Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A, dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Satpam di seluruh Indonesia dan berharap ke depan Satpam bisa lebih baik membantu pengamanan.

“Setiap ulang tahun saya mengucapkan selamat kepada Satpam yang bertugas dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya lebih dari Polri sendiri,” tutur Awaloeddin.

Menurut mantan Kapolri ke-8 ini, Satpam berperan penting membantu keamanan Polri. Untuk itu, dia berharap agar para Satpam bangga menjalani profesi.

“Negara akan aman dengan Satpam. Pabrik, mall, perkantoran, perkebunan aman karena Satpam. Saudara harus bangga walaupun dianggap bawahan oleh pimpinan tapi kalian pekerja profesional. Kalian orang penting di negara ini,” seru dia seperti dilansir JurnalSecurity.com.

Di kesempatan itu, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI ke-11 ini berharap supaya ada pelatihan dan pendidikan bagi setiap Satpam supaya dapat bekerja lebih profesional. Sehingga di dalam pelaksanaannya tak melanggar ketentuan Polri.

Ia menegaskan, keberadaan Satpam bukan biaya, melainkan investasi untuk menjaga aset perusahaan. Karena itu, Satpam sangat berperan dalam keamanan negeri ini, terutama di daerah Satpam menjalankan tugasnya.

“Kita jaga nama baik Satpam, jaga profesi bersama Polri. 2017 dengan semangat yang baru,” tambahnya. [FR]

 

19 Dec 2016

Dirbinmas Polda Metro: Satpam Harus Bangga dengan Profesinya

KSATRIA, (BSP)–Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Terr Pratiknyo mengapresiasi semangat Bapak Satuan Pengamanan (Satpam), Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA.

Apresiasi tersebut dilontarkan Terr Pratiknyo saat memberi sambutan di depan ratusan peserta lomba gerak jalan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-36. Menurutnya, meskipun Awaloeddin Djamin sudah lanjut usia, namun, semangatnya masih luar biasa.

“Beliau adalah Bapak Satpam, usia hampir 90 tahun tapi semangatnya melebihi usia 50. Beliau sosok yang luar biasa,” ujar Pratiknyo di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Minggu, (18/12/2016).

Pratiknyo menyampaikan, sesuai Undang-Undang 45 bahwa Polri dalam menjalankan tugas keamanan dibantu Pamswakarsa seperti Satpam. Jadi, dalam menjaga keamanan negara peran Satpam sangat penting.

“Bahwa kondisi sekarang ini segala kehidupan bergantung keamanan. Keberadaan Satpam memberikan dinamika kepada masyarakat dan dinamika ekonomi,” kata mantan Dirbinmas Polda Kalimantan Tengah ini.

Menurut Pratiknyo, untuk menjadi Satpam Indonesia yang baik dan profesional maka perlu adanya tiga hal yang perlu diterapkan dan dimiliki dalam diri Satpam. Pertama, harus ada pendidikan, karena menurutnya jika seorang Satpam memiliki pengetahuan luas maka akan pintar dan cerdas dalam menjalankan tugas.

Kedua, selalu aktif berlatih, hal tersebut untuk membangun skill yang hebat dengan latihan rutin. “Ketiga, merubah perilaku, perilaku Satpam yang telah memiliki profesi,” jelasnya

Menurut lelaki yang baru menjabat 2 bulan di Jakarta ini, setiap individu Satpam harus bangga terhadap profesi mereka karena mereka berperan penting dalam menjaga keamanan negara. “Saudara-saudara berikan kebanggan sendiri kepada diri sendiri, keluarga, kepada Polri, kepada Bangsa dan Negara,” pungkasnya. [FR]

 

 

19 Dec 2016

ABUJAPI Jabar Gelar Jalan Sehat Doorpize Sepeda Motor

KSATRIA, (BSP)–Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36 tahun 2016, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) Jawa Barat akan menggelar Jalan Sehat bekerjasama dengan Kimia Farma pada Minggu, 18 Desember 2016.

Ketua Umum ABUJAPI Jabar U. Komaruddin Khalid, SE mengatakan kegiatan jalan sehat ini akan diikuti oleh 3.000 Satpam plus keluarga. “Selain jalan sehat, juga akan disertai bersih-bersih kota Bandung,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity.com, Jumat (16/12)

Komaruddin menjelaskan, start jalan sehat ini akan dimulai dari Polrestabes Bandung dan berakhir di jalan Soekarno-Hatta, jaraknya sekitar 2.5 km. Para peserta adalah Satpam dari berbagai BUJP di wilayah Bandung Raya.

“Rencananya yang akan melepas peserta jalan sehat adalah bapak Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Nana Sujana, M.M,” katanya.

Setelah menggelar jalan sehat keluarga Satpam, juga akan ada donor darah, pemeriksaan kesehatan Satpam gratis, dan hiburan. Panitia juga menyiapkan beragam doorprize, ada perangkat elektronik, kompor gas, kulkas, bahkan sepeda motor.

Dari acara jalan sehat ini, Komaruddin berharap para Satpam lebih menjaga kesehatan, kebersiha dan peduli dengan lingkungannya. “Saya berharap, acara HUT Satpam ke-36 ini benar-benar dirasakan oleh keluarga Satpam di Bandung,” paparnya. [FR]

Translate »
error: Content is protected !!