Bravo Satria Perkasa
29 Nov 2016

TNI Polri Kerahkan 22.000 Pasukan Amankan Kawasan Monas

KSATRIA, (BSP)–Aksi Super Damai Bela Islam III yang akan digelar pada 2 Desember 2016 di kawasan Monas akan dijaga oleh pasukan gabungan TNI-Polri serta Satpol PP sebanyak 22.000 pasukan.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan aparat akan berjaga di ring 1 (kawasan Silang Monas), ring 2 (Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Timur, Jalan Merdeka Selatan) dan ring 3 (Jalan Veteran, Lapangan Banteng, Jalan Thamrin, Jalan Abdul Muis, dan kawasan Tanah Abang).

Pada hari tersebut, Polri bersama TNI akan mensterilkan Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Medan Merdeka Barat sejak pukul 08.00 – 15.00 WIB. “Jalan yang tidak difungsikan, (Jalan) Merdeka Utara dan (Jalan) Merdeka Barat,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/11/2016),

Pihaknya memperkirakan jumlah massa aksi 2 Desember mencapai 150.000  hingga 200.000  orang.

Untuk mengantisipasi membludaknya massa di Monas, pihaknya juga akan memperluas lokasi yang bisa digunakan hingga ke Jalan Merdeka Selatan dan Jalan Merdeka Timur.

Sementara untuk lahan parkir kendaraan akan disediakan di kawasan Lapangan Banteng, sekitar Mesjid Istiqlal dan kawasan Kemayoran PRJ.

Sebelumnya pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan Polri menyepakati bahwa pelaksanaan Aksi Bela Islam III pada 2 Desember akan diadakan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Aksi super damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada 08.00 – 13.00 WIB dengan diisi acara dzikir bersama, tausiah dan salat Jumat dengan Ketua MUI Pusat KH Maruf Amin bertindak sebagai khatib salat Jumat.

Kemudian, setelah selesai salat Jumat, para pimpinan GNPF MUI akan menyapa masyarakat sekitar lokasi. “Setelah itu, petugas akan mengarahkan massa ke bus untuk pulang,” katanya seperti dilansir kantor berita Antara.

Aksi super damai tersebut bertujuan mendesak polisi agar segera menahan tersangka kasus penistaan agama, Basuki T. Purnama. [FR]

26 Nov 2016

Jelang HUT Satpam ke-36, Satpam Apel Konsolidasi di Monas

KSATRIA, (BSP)—Menjelang Hari Ulang Tahun Satpam ke-36, Polda Metro Jaya mengadakan apel konsilidasi satuan pengamanan (Satpam) di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Selaku upacara yakni Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pratiknyo,

Pratiknyo mengatakan, apel gabungan satpam ini dalam rangka harkamtibmas dan untuk memperkuat keamanan di Jakarta.

“Kami mengadakan apel bersama satpam dalam rangka harkamtibmas di lingkungan kerja,” ujar Pratiknyo seperti dikutip jurnalsecurity.com (26/22).

Pratiknyo menambahkan, pihaknya ingin Satpam yang berada di Jakarta bisa bekerjasama dengan kepolisian untuk menjaga keamanan di masing-masing tempat mereka bekerja.

“Kami juga ingin Satpam dapat membantu kepolisian untuk menjaga keamanan,” lanjutnya.

Pihaknya juga ingin Satpam bisa membantu, menjaga keamanan pada 2 Desember 2016 .”kami harapkan juga bisa menjaga keamanan aksi damai 2 Desember 2016 bila dibutuhkan kepolisian,” tutupnya. [FR]

24 Nov 2016

Brimob Siapkan 8700 Pasukan Amankan Aksi 25/11 & 2/12

KSATRIA, (BSP)– Kepala Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail mengatakan, pihaknya menyiapkan setidaknya 87 satuan setingkat kompi (SSK), yang akan mengamankan rencana aksi demo 25 November dan 2 Desember 2016. 1 SSK terdiri dari 100 pasukan Brimob.

“Jadi jumlah anggota Brimob yang akan mengamankan Ibu Kota ada 87 SSK terdiri dari 25 SSK Korps Brimob (Mako Brimob) 12 SSK dari Polda Metro Jaya, dan 50 SSK seluruh 21 Polda,” papar Murad di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Tak hanya itu, rencananya Murad juga akan menambahkan 36 unit satuan anti-anarkis yang akan ditempatkan di tujuh titik di wilayah Ibu Kota pada saat unjuk rasa.

“Tujuh titik yang jelas saya tahu di Istana, Gedung DPR/MPR dan kawasan Semanggi. Yang empat titik saya belum tahu di mana,” ujarnya.

Murad menjelaskan, 50 satuan setingkat kompi (SSK) Brimob didatangkan dari 21 Polda akan ditempatkan di 39 titik wilayah Ibu Kota. “Tapi yang 50 SSK dari daerah berada di 39 titik seperti di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarat Timur dan Jakarta Utara,” ujarnya.

Menurut jenderal bintang dua itu, 50 SSK atau 5000 pasukan Brimob dari 21 Polda ini sejak 16 November sudah beradi di Jakarta. “Setelah HUT Brimob mereka sudah di Jakarta. Brimob itu siaga tanpa ada pencabutan. Brimob selalu siap, kapan saja siap,” tandasnya.

Brimob Hanya Bawa Tameng

Pasukan Brimob yang akan ditugaskan mengawal aksi 25 November dan 2 Desember nanti tidak diperbolehkan menggunakan senjata. Mereka hanya menggunakan tameng saja sebagai alat pertahanan.

“Yang jelas menghadapi unjuk rasa, semua anggota saya tidak pakai senjata,” tegas
Kakor Brimob, Irjen Murad Ismail, Kamis (24/11/2016).

Mantan Kapolda Maluku Utara itu mengatakan lantaran tidak diperbolehkan membawa senjata, maka bekal personelnya hanyalah tameng.[FR]

 

 

 

22 Nov 2016

Sambut HUT Satpam Ke-36, APSI akan Gelar Gerak Jalan Satpam

KSATRIA, (BSP) –Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36, Asosiasi Profesi Sekuriti ndonesia (APSI) kembali akan menggelar lomba Gerak Jalan untuk para Satpam di wilayah Jabodetabek  pada 18 Desember 2016 dengan START/FINISH di halaman POLDA Metro Jaya.

Menurut Ketua Umum APSI, Abdul Azis Said, SE kegiatan ini merupakan salah satu tanda penghormatan terhadap Bapak Satpam Indonesia, Jend. Pol. Purn. Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA dan juga dalam rangka memeriahkan HUT Satpam ke-36 yang jatuh pada tanggal 30 Desember 2016.

“Kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahim antar anggota dan pimpinan Satpam yang bertugas di wilayah Jabodetabek, juga antara personil dan pimpinan Satpam dengan Polri selaku Pembina Teknis Satpam,” ungkapnya Azis seperti dikutip jurnalsecurity.com (22/11).

Peserta lomba gerak jalan adalah Anggota Satuan Pengamanan yang bertugas di perusahaan umum dan di perusahaan Badan Usaha Jasa Pengamanan. Peserta lomba gerak jalan berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Untuk itu, Azis menambahkan, APSI bekerjasama dengan sejumlah pihak guna menjamin agar seluruh pertandingan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak memihak kepada salah satu kelompok yang bertanding. “Proses penilaian dan penjurian lomba gerak jalan dilakukan oleh tim komunitas Gerak Jalan Jakarta yang dibantu oleh Staf Binmas Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Rencananya, peresmian pembukaan pertandingan dan pengibaran bendera start dilakukan oleh Bapak Satpam Indonesia, Jend. Pol. Purn. Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA, Kapolda Metro Jaya, Ketua Umum APSI yang diikuti oleh jajaran pimpinan POLDA Metro Jaya dan APSI.

Kategori lomba Gerak Jalan ada dua macam, perorangan dan jalan beregu. Seluruh Satpam yang ikut harus mengenakan pakaian celana PDL Satpam, sepatu hitam, dan topi Satpam.

Hadiah yang akan diberikan APSI adalah piala tetap juara 1 sampai 3 baik perorangan dan beregu serta uang pembinaan.

Pendaftaran peserta Gerak Jalan Satpam bisa langsung menghubungi Kantor Sekretaria DPP APSI di nomor telpon 021-75919014 atau langsung kirim emal ke [email protected].

“Saya mengajak kepada seluruh Satpam di Jabodetabek bisa mendaftarkan diri untuk memeriahkan Gerak Jalan HUT Satpam ke-36, semoga acara berjalan lancar,” tutur Azis. [FR]

 

21 Nov 2016

Polda Jabar Sosialisasi Sistem Pengamanan Hotel

KSATRIA, (BSP)–Jajaran Polda Jawa Barat bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restorant Indonesia melakukan sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Usaha Akomodasi Pariwisata (Hotel) atau SMPH.

Wadir Pam Obvit Polda Jabar AKBP Sunarya mengatakan sistem ini wajib dilaksanakan oleh semua hotel di seluruh Indonesia, khususnya di Kota Bogor, Jawa Barat.

“Karena ketika ada kejadian pasti yang diperiksa bagaimana sistem keamanannya. Apalagi sekarang sedang marak transaksi narkoba, kita ketahui banyak juga mungkin hotel dijadikan tempat yang aman menurut pengguna narkoba,” ujarnya.

Sunarya berharap adanya kerjasama dengan PHRI Kota Bogor untuk mematuhi sistem ini berdasarkan Peraturan Menteri. “Kita juga dilandasi peraturan Kapolri, tahun 2004, disana dijelaskan setiap usaha perhotelan wajib melaksanakan Sistem Manajemen Pengamanan Usaha Hotel,” ucapnya seperti dilansir inilah.com.

Sinergitas PHRI dan Dinas Pariwisata dalam menerapkan sistem keamaman ini bertujan mengantisipasi tindak kejahatan, bagaimana menanggulangi apabila terjadi kebakaran, tindak pidana. “Didalam sistem pengamanan hotel itu kan sudah ada mencakup bagaimana SOP pengamannya, ada prosedur, namun kadang security kurang memahami, oleh karna Itu maka kita sosialisasikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan akan ada sanksi bagi hotel yang tidak menerapkan sistem keamanan ini di hotelnya. “Tentunya ada sanksi, ketika kita melakukan audit disuatu tempat hotel, tentunya hotel harus sudah melaksanakan penerapan sistem keamanannya,” kata Sunarya. [FR]

 

19 Nov 2016

Musda BPD Abujapi Sumsel Tetapkan Novembriono sebagai Ketua

KSATRIA, (BSP)—Setelah menggelar Musyawarah Daerah atau Musda pemilihan ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Sumsel, akhirnya menghasilkan Novembriono alias Boy selaku Direktur Perisai Guard sebagai ketua masa bakti 2017-2021.

“Ada tiga calon yang maju. Novembriono yang meraih 13 suara, H Bobbi Adhi Gautama Alex (9 suara), dan Sinta (2 suara). Sebelumnya setiap peserta menulis satu nama untuk maju sebagai calon ketua,” ungkap Ketua Panitia Musda I BPD Abujapi Sumsel, Rano Karno dikutip sumeks.co.id, Selasa (15/11).

Ketua Umum BPP Abujapi, Budi Rianto menjelaskan, saat ini total satpam di Sumsel mencapai 7.000 orang. Jika ditinjau dari sisi perputaran roda ekonomi terbilang sebuah angka yang tidak sedikit.

“Seiring dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, berimbas pula kepada kebutuhan akan satpam. Makanya peran seorang satpam yang professional sangat penting, utamanya untuk pengamanan yang berbau industrial,”  paparnya.

Wadir Binmas Polda Sumsel, AKBP Slamet Widodo yang membuka musda I BPD Abujapi Sumsel menyebut peran satuan pengamanan (Satpam) utamanya pada perusahaan perkebunan hingga perumahan saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan dan bukan lagi sebagai pelengkap.

“Yang pertama kali mendatangi TKP itu satpam, makanya selama pendidikan kita juga bekali mereka dengan ilmu-ilmu yang ada di kepolisian, karena mereka akan berhadap-hadapan secara langsung dengan pihak-pihak yang bertikai bahkan penjahat,” tutupnya.

Agenda terdekat BPD Abujapi Sumsel adalah menyukseskan HUT Satpam 30 September mendatang. Akan bentuk kepanitian. Kepanitiaan inilah dijadikan susunan pengurus. “Kita akan lihat loyalitasnya dalam perayaan HUT Satpam,” ujar Boy nama sapaan Novemberiono. [FR]

 

 

19 Nov 2016

5 Agen Rahasia Populer di Amerika Serikat

KSATRIA, (BSP)–Kebanyakan agensi intelejen Amerika Serikat, dibentuk untuk mengatasi permasalahan secara spesifik. Amerika Serikat dengan pemerintahan dan keputusan yang terpusat di Gedung Putih dan Dewan Senator, memiliki beragam cara untuk mengatasi masalah dan mewujudkan kepentingan politik domestik dan bahkan dunia.

Kebanyakan agensi rahasia dan intelejen ini bekerja di dalam kondisi dan situasi yang tidak diduga oleh awam bahkan aparat keamanan lainnya, namun demikian pergerakan mereka tidak selalu tersembunyi dan tidak diketahui.

Beberapa media massa cetak di AS, seperti New York Times dan Times, pernah mengungkapkan keberadaan para agensi rahasia dalam artikel mereka. Berikut 5 rangkuman tentang agen rahasia populer di Amerika Serikat:

  1. Secret Service

Diurutan pertama terdapat nama Secret Service, meskipun bukan merupakan bagian dari sebuah lembaga intelejen lagi, namun Secret Service merupakan agensi intelejen pertama di Amerika Serikat.

Awalnya organisasi ini bernama Secret Service Division, yang pada 18 September 1865 merupakan bagian dari Departemen Keungan Amerika Serikat.

Saat itu tugas Secret Service adalah mengawal berbagai pengiriman baik dokumen ataupun bukti-bukti agar terhindar dari upaya pembajakan pihak-pihak anti pemerintah.

Bahkan sejak 11 April 1874, berbagai aksi kejahatan yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat berhasil digagalkan dan para pelaku mulai dari perampok, bandit, dan pemberontak lainnya dapat ditangkap.

  1. National Security Agency

Nasional Security Agency (NSA), merupakan salah satu agensi intelejen, dan merupakan lanjutan dari Armed Forces Security Agency yang sudah tidak berfungsi lagi. Bahkan NSA didirikan oleh seorang jenderal yang juga turut beperan dalam pembentukan CIA, yakni Walter Bedell Smith.

Ada beberapa agensi rahasia yang berjalan baik dan rapi di dalam pemerintahan Amerika Serikat selain NSA, satu di antaranya adalah Bureau of Ships.

NSA juga sering diplesetkan dengan kepanjangan dari No Such Agency (karena dianggap tidak pernah ada) bahkan para anggotanya dikenal pula sebagai orang-orang yang senantiasa berkata, “never say anything” (tidak pernah mengatakan apapun).

  1. National Reconnaissance Office

Para anggota U.S. Air Force dan Central Intelligence Agency (CIA) membentuk NRO pada 1961 sebagai salah satu kesatuan gabungan. Keberadaanya sangat rahasia, bahkan kepala suratnya pun sangat ekslusif, namun hal tersebut berubah di tahun 1995.

Pertama kali nama NRO mencuat ke permukaan yakni ketika surat kabar New York Times menerbitkan sebuah artikel di tahun 1977. Artikel tersebut mengungkapkan adanya perseteruan di dalam tubuh pemerintahan Jimmy Carter (penguasa Gedung Putih saat itu) akibat pembentukan sebuah lembaga yang disandikan dengan “Intlellegence Czar” (pasukan intelejen czar).

Di dalam artikel New York Times, disebutkan NRO bersama dengan NSA telah memfasilitasi ‘bangsa Amerika’ dengan alat-alat komunikasi, perlengkapan elektronik dan satelit intelejen, sehingga tidak ada informasi yang bocor ke publik. Akibatnya kegiatan NRO pun dibekukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

  1. National Geospatial-Intelligence Agency

Agen Pencitraan dan Pemetaan Nasional (National Imagery and Mapping Agency/ NIMA) ini dibentuk pada 1996, dengan tujuan memberikan gambaran dan penjelasan kepada para mata-mata dan prajurit mengenai situasi dan kondisi yang berlangsung di medan peperangan.

Keberadaan agen pemetaan rahasia ini untuk kali pertama diangkat ke publik melalui majalah Times di tahun yang sama, Tim Wiener dalam artikelnya menyebutkan ada sebuah agen rahasia yang bekerja dengan cara mengabadikan gambar dan peta lokasi dari luar angkasa (citra satelit).

Pada 2003 peranan NIMA sangat sentral sebagai badan itelejen, hingga namanya pun berubah menjadi National Geospital-Intelligence Agency (NGA) layaknya agen tiga huruf lainnya (CIA,FBI dan NSA).

NGA sangat berperan dalam penempatan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak, dan mereka pula yang terus memonitor pergerakan para pemberontak Afghanistan dan Irak, sehingga dengan mudah pasukan Amerika mematahkan serangan lawan dan sebaliknya.

  1. Central Intelligence Agency

Agen rahasia yang terakhir ini adalah yang paling populer di Amerika Serikat, sekaligus di dunia. CIA (Central Intlelligence Agency), merupakan dinas rahasia Amerika Serikat yang dibentuk pada 1947 melalui penandatanganan sebuah kesepamahan keamanan nasional yang dikenal dengan Nasional Security Act (NSA) oleh Presiden Harry S. Truman.

Saat itu orang nomor satu CIA adalah Letjen Hoyt S. Vandenberg. CIA memiliki fungsi memberikan nasehat dan masukan kepada Dewan Keamanan Nasional (National Security Council), termasuk mengevaluasi berbagai informasi intelejen.

Banyak dugaan bahwa CIA memiliki peranan penting dalam berbagai peristiwa politik di dunia, mulai dari kudeta, pemberontakan domestik hingga revolusi nasional di berbagai negara.

Juga dikabarkan banyak para teroris yang juga bekas anggota CIA, maka tidak heran aksi mereka sangat profesional dan cerdas dilengkapi dana dan peralatan yang canggih. [FR]

Sumber : apakabardunia.com

15 Nov 2016

Rakernas APSI Bahas Perbedaan Satpam

KSATRIA, (BSP)—Banyaknya satuan pengamanan atau Satpam yang tidak memiliki keterampilan khusus menjadikan profesi ini dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Hal ini dikarenakan banyak satpam yang diambil secara asal-asalan oleh user.

Menyikapi fenomena ini, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) dalam rapar kerja nasional (Rakernas) pada 3 November 2016 lalu membahas seputar perbedaan dan pembagian satpam dilihat dari area tugasnya. “Kita usulkan kepada Polri hendaknya nama pengamanan dibedakan sesuai area tugasnya,” kata Ketua Umum APSI, Abdul Azis Said, SE.

Azis mengatakan hendaknya ke depan ada pembagian yang jelas area pengamanan nasional. Azis menggambarkan bagaimana satpam yang menjaga rumah disamakan dengan satpam yang menjaga di perkantoran yang mendapatkan pelatihan khusus. Satpam di perumahan bisa saja mengambil orang lalu diberi seragam satpam, sementara kompetensinya jauh dari standar.

Dalam Rakernas ini, Azis mengusulkan ada 4 pembagian area satpam. Pertama, area publik yang selama ini sudah ditangani Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP. Kedua, area sektor kawasan industri atau industrial security yang ditangani oleh Satpam. Ketiga, area publik di lingkungan masyarakat ditangani oleh Pecalang, Siskamling. Keempat, sektor khusus ditangani oleh polisi khusus atau Polsus.

Azis kembali menegaskan, keberadaan satpam yang tidak memiliki skill dan tidak pernah mengikuti pelatihan kesatpaman bisa diakatakan sebagai pengamanan model ketiga yaitu siskamling. “Untuk nama bisa didiskusikan, intinya sebagai pembeda antara satpam yang berpendidikan dengan satpam yang asal-asalan,” katanya. [FR]

 

 

08 Nov 2016

Seminar APSI, Bahas Pengamanan Obyek Vital

KSATRIA, (BSP)–Dimensi ancaman dan gangguan keamanan dari waktu ke waktu kian berkembang dengan beragam risiko dan dampaknya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya kompleksitas persoalan masyarakat telah melahirkan beragam bentuk ancaman dan gangguan keamanan terhadap berbagai obyek vital nasional (obvitnas).

Ancaman dan gangguan keamanan terhadap obvitnas pada akhirnya secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap sistem perekonomian nasional, dan pada tingkatan tertentu juga berdampak terhadap stabilitas politik, sistem penyelenggaraan negara serta keamanan nasional.

apsi-rakernas-1Menyikapi tentang pengamanan obyek vital nasional, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menggelar Rakenas APSI di Jakarta pada 2 sampai 3 November 2016. Rakernas diikuti oleh 65 pengurus dari DPP dan DPW.

Rangkaian Rakernas ini juga digelar Seminar Security dengan tema “Penguatan Strategi Menuju Modernitas Pengamanan Industri dan Obyek Vital Nasional di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI, Abdul Azis Said, SE menyatakan terima kasih kepada seluruh pengurus APSI yang telah berkorban tenaga, pikiran, waktu dan uang atas upaya memajukan APSI di wilayah-wialayah di Indonesia.

“Tidak mudah mengelola asosiasi yang sifatnya volunter, hingga puluhan tahun berjalan. Mudah-mudahan keberadaa kita terus bemanfaat untuk bangsa Indonesia,” paparnya.

Berdasarkan UU No. 2/2002 tersebut, Polri memiliki tugas dan kewenangan menjaga keamanan dalam negeri, termasuk menjaga keamanan obyek-obyek vital nasional yang memiliki peran strategis bagi terselenggaranya pembangunan nasional.

Berdasarkan sifat-sifat ancaman dan dampak keamanan yang disebutkan dalam Keppres di atas, maka sektor-sektor yang dapat dikategorikan sebagai obvitnas adalah: telekomunikasi, transportasi (darat, laut dan udara), jasa keuangan dan perbankan, ketenagalistrikan, minyak dan gas (oil & gas), pasokan air bersih, unit-unit layanan gawat darurat/ emergency services (seperti rumah sakit, kepolisian dan pemadam kebakaran), dan kantor-kantor kegiatan pemerintahan. [FR]

 

 

07 Nov 2016

3.800 Personel Pengamanan Amankan Sidang Interpol

KSATRIA (BSP)–Sidang Interpol dunia digelar di Bali, sejak tanggal 7 hingga 10 Novemver 2016. Sebanyak 2.000 delegasi dari 190 negara di dunia hadir mengikuti gelaran akbar interpol.

Ajang internasional ini merupakan momen langka bagi Indonesia, khususnya Bali. “Sidang Interpol merupakan momen yang langka, kebanggaan itu seharusnya dijaga oleh masyarakat Bali. Karena itu, mari ciptakan kondisi aman dalam Sidang Interpol yang ke-85,” kata Gubernur Bali, Made Mangku Pastika kepada wartawan.

Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto, sudah menggelar seluruh persiapan pengamanan dalam menyambut Sidang Interpol.

Pihaknya telah melaksanakan operasi cipta kondisi, latihan pra-operasi, simulasi keamanan, serta gelar pasukan yang diadakan di Lapangan Renon. “Ini bukan urusan polisi, ini urusan bangsa negara, khususnya Bali di mata dunia,” ucapnya dikutip Antara.

Polda Bali tidak main-main dalam menyambut sidang umum terbesar kedua di dunia dengan mengerahkan kurang lebih 3.800 personel. Pihaknya juga mengajak TNI bersama pecalang dalam operasi pengamanan Sidang Interpol.

Untuk memperlancar lalu lintas, pihaknya telah menmpersiapkan personil yang melakukan pengawalan dalam menjemput para utusan negara menuju penginapan maupun lokasi pertemuan.

Polda Bali telah mengerahkan 92 motor bertenaga 900 cc serta 82 mobil yang siap mengawal para delegasi selama Sidang Interpol berlangsung.

Diketahui, Sidang Interpol ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, sebelumnya pertemuan antar polisi dunia sempat dihelat di negara kecil Eropa yakni Monaco.

Sidang Interpol ke-85 ini fokus mengidentifikasi perubahan ancaman keamanan global yang menjadi perhatian serius kepolisian internasional. Presiden Interpol Mireille Ballestrazzi saat menyampaikan pidato sambutan dalam pembukaan Sidang Umum ke-85 Interpol di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), bahwa pertemuan kali ini diharapkan dapat menciptakan peta global keamanan internasional untuk merespons ancaman keamanan global.

“Akan tetapi untuk merealisasikan rencana ini dari sekadar wacana menjadi aksi nyata memerlukan kerja sama penuh dari semua negara anggota,” katanya.

Dunia internasional, katanya, saat ini tidak hanya dihadapkan dengan kejahatan konvensional, melainkan juga kejahatan yang sudah beragam di antaranya dalam hal terorisme, meningkatnya pejuang teroris asing (FTF) yang kembali dari zona konflik, menjadi salah satu isu hangat dalam konferensi selama empat hari itu.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menambahkan bahwa selain kejahatan terorisme, juga dibahas kejahatan siber dan kejahatan yang terorganisir.

Beberapa kejahatan lintas negara di antaranya pencurian ikan, penyelundupan manusia, narkoba dan pencucian uang juga tidak ketinggalan.

“Membendung paham radikal memerlukan kerja sama di regional ASEAN dan di kawasan ini (Interpol) termasuk kerja sama internasional serta upaya diplomasi,” ucap mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu dalam keterangan lanjutan kepada awak media. [FR]

Translate »
error: Content is protected !!