Bravo Satria Perkasa
23 Jun 2016

Dirut BSP: Dengan Sertifikat ISO, BSP Harus Lebih Maju  

KSATRIA–Bertepatan dengan HUT Kota Jakarta ke 489, manajemen PT Bravo Satria Perkasa (BSP) menorehkan sejarah untuk membawa BSP lebih maju lagi, yaitu penerapan tiga sistem manajemen sekaligus yaitu, Sistem manajemen Mutu ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007.

Acara penyerahan tiga sertifikat sistem manajemen ini berlangsung pada Rabu, 22 Juni 2016 di Kantor Pusat BSP Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Komisaris BSP Drs H. Soeparno, Direktur Utama BSP Joko PN Utomo, Direktur BSP H. Djarot Soeprianto, dan jajaran manajemen dan staf BSP. Sedangkan dari pihak PT. Sigma Bina Solusi (SBS) Budi Setiawan selaku Direktur Operasional SBS dan Adriana Herawati sebagai Konsultan SBS.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo mengatakan, ini sebuah langkah yang luar biasa karena tiga sertifikat manajemen ISO diterima BSP dari PT. Sigma Bina Solusi. “Hendaknya kita lebih mensyukuri atas didapatkannya tiga sertifikat ini, semoga menjadikan BSP lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Dirut BSP menjelaskan bahwa Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 ini mencakup tentang prosedur semua proses penting dalam bisnis, yakni adanya pengawasan dalam proses untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Begitu juga tersimpannya data dan arsip penting dengan baik.

“Sistem ini juga mencakup adanya pemeriksaan unit-unit yang kurang maksimal dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan. Secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan kualitas itu sendiri,” jelas Joko.

Berikutnya adalah Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, di mana seluruh elemen BSP wajib mematuhi standar yang digunakan untuk merancang dan menerapkan sistem pengelolaan lingkungan environmental management system (EMS) dalam upaya meminimalisir dampak negative kegiatan terhadap lingkungan.

ISO-5 ISO-6Sementara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja ISO 18001:2007 mencakup seluruh elemen BSP wajib menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Joko menegaskan, tiga sistem manajemen di atas sejalan dengan tema Rakernas BSP yang diselenggarakan tahun 2016 bertema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Sebagaimana kita tahu, bahwa Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi masyarakat ekonomi Asean (MEA), di mana MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, khususnya BSP dengan transformasi kawasan Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi sekaligus menjadikan kawasan Asean yang lebih dinamis dan kompetitif.

Pemberlakuan MEA, tambah Joko, dapat dimaknai sebagai harapan akan prospek dan peluang bagi kerjasama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara, yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow) barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal.

“Maka sejatinya BSP memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan,” jelasnya.

Joko berharap, dengan adanya tiga sertifikat manajemen bertaraf internasional ini hendaknya seluruh bagian manajemen BSP agar semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas kerja karena BSP telah memiliki sertifikat manajemen berskala internasional.

Slogan ‘Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat guna mewujudkan cita-cita One team, One mission & One goal harus terus menjadi ruh dalam bekerja. Untuk itu, “Bekerja dengan hati untuk menjadikan diri kita berarti,” tuturnya. [fathur]

 

23 Jun 2016

BSP Terapkan ISO Terbaru Bertaraf Internasional

KSATRIA–Kran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah terbuka, kondisi ini menjadi tantangan dan peluang bagi industri di Indonesia, terutama perusahaan jasa pengamanan, seperti PT. Bravo Satria Perkasa (BSP). Untuk itu, BSP menyiapkan perangkatnya, salah satunya dengan menerapkan sistem manajemen ISO bertaraf internasional.

Sebagai langkah maju, BSP telah memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikat manajemen yang baru yaitu, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo mengatakan bahwa tiga sistem manajemen di atas sejalan dengan tema Rakernas BSP yang diselenggarakan tahun 2016 bertema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Pemberlakuan MEA, tambah Joko, dapat dimaknai sebagai harapan akan prospek dan peluang bagi kerjasama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara, yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow) barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal.

“Maka sejatinya BSP memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan,” jelasnya.

ISO-2 ISO-3 ISO-4

Joko berharap, dengan adanya tiga sertifikat manajemen bertaraf internasional ini hendaknya seluruh bagian manajemen BSP agar semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas kerja karena BSP telah memiliki sertifikat manajemen berskala internasional.

Sementara itu Konsultan PT. Sigma Bina Solusi Adriana Herawati mengatakan, banyak perusahaan yang menerapkan sistem manajemen ISO, tapi PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) selangkah lebih maju telah memiliki sistem manajemen bertaraf internasional yang terbaru yaitu ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 serta OHSAS 18001:2007.

Menurut Adriana, penerapan ISO bagi perusahaan jasa keamanan akan menjadi nilai plus untuk kemajuan perusahaan ke depan. Adanya sertifikat ini sebagai salah satu cara memberikan layanan kepada customer sehingga customer puas dengan kinerja perusahaan.

“Saya appreciate banget dengan BSP telah menerapkan sistem ISO bertaraf internasional, ini ISO yang terbaru,” katanya.

Kebijakan Keselamatan Kesehatan kerja (K3) bagi perusahaan bukan hanya menciptakan kerja yag nyaman, tapi lebih dari itu keamanan menjadi poin penting apalagi BSP bergerak di bidang jasa keamanan.

Menurut Adriana, ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 ini merupakan yang terbaru dan bertaraf internasional, jadi lebih komplek dan lebih bagus, “Dengan adanya sertifikat ini, secara brand dan citra semakin bisa mengangkat BSP di dunia bisnis,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Biro Direksi BSP, Eduwin Ardiansyah mengatakan persiapan untuk mendapatkan ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 sudah dilakukan sejak tahun 2015. Sebelum mengajukan sertifikasi, pihaknya telah membangun sistem dengan cara memperbaiki sistem kerja, prosedur, dan lain sebagainya.

Akhirnya setelah merasa cukup, awal tahun 2016 ia melakukan koordinasi dengan konsultan selama tiga bulan, dan akhirnya Juni 2016 BSP berhasil mendapatkan tiga sertifikat manajemen.

“Jadi kita perbaikan di dalam setelah kuat dan berjalan dan kita siap, maka ISO siap kita jalankan,” jelas Eduwin usai penyerahan sertifikat.

Ia menjelaskan, dengan adanya sistem majamen ini semakin jelas kegiatan per masing-masing orang, ke depan jika ada pergantian personil maka tidak akan mempengaruhi karena sistem sudah berjalan.

“Mudah-mudahan dengan adanya ISO ini kita bisa bersaing dalam MEA, kita bisa menggaet investor asing untuk kerjasama dalam keamanan. BSP layak untuk kerjasama karena sudah teruji,” katanya.

Eduwin yakin, BSP adalah perusahaan jasa pengamanan pertama yang menerapkan ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 karena produk ini baru launching pada April tahun ini, “Jadi ini brand new dan Alhamdulillah BSP mendapatkannya,” paparnya. [fathur]

 

15 Jun 2016

Tanggung Jawab Adalah Kehormatanku

 

Oleh: Heru Wibowo, S.Sos.I. MM

Head of Area Jawa II Jawa Tengah & DIY

Pembinaan satpam merupakan strategi modal yang ampuh dalam mengimplementasikan dan memotivasi security dalam mengemban peran tanggung jawab moral secara komprehensif. Untuk itu, Wilayah Jawa Tengah & DIY membiasakan untuk melakukan motivasi kepada para satpam dua kali dalam sebulan. Begitu juga dalam setiap penempatan project maka kami lakukan pembekalan orientasi project seperti di Semarang Medical Center (RS Telogo Rejo) pada tanggal 21-23 Februari 2016 lalu dalam rangka menguatkan makna tanggung jawab security.

Mengapa sikap tanggung jawab diperlukan dalam suatu organisasi terutama dalam menjalankan tugas security? Simaklah beberapa ungkapan berikut ini, “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab atas kepemimpinan itu”. (Al-Hadits, Shahih Bukhari – Muslim).

Begitu juga “Anda tidak bisa lari dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya pada hari ini”. (Abraham Lincoln). Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, “The price of greatness is responsibility” (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Tanggung jawab adalah mutiara hati. Ia adalah salah satu nilai pokok dalam budaya korporat suatu organisasi.

Seperti halnya suatu komitmen, seseorang yang memiliki amanah untuk melakukan pekerjaan tertentu biasanya bersikap hati-hati. Termasuk kalau sedang bekerjasama dengan mitra kerja lainnya. Mengapa demikian? Karena setiap butir kesalahan walau sekecil apapun harus bisa dipertanggung jawabkan. Konteksnya dalam meraih mutu kerja, efektifitas dan efisiensi kerja. Semakin bertanggung jawab dibarengi dengan semakin kuatnya komimen maka semakin berhasil seseorang melaksanakan pekerjaannya sesuai harapan.

Untuk itu, maka pihak manajemen seharusnya mampu mengkondisikan agar setiap karyawan bersikap tanggung jawab. Sistem imbalan atau penghargaan dan hukuman kaitannya dengan tanggung jawab sangat penting diterapkan. Suatu ketika tanggung jawab itu sendiri sudah merupakan bagian dari kebutuhan tiap individu organisasi atau sudah terinternalisasi.

Tenaga security yang andal tidak hanya bermodal badan kekar dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah keamanan. Tapi lebih pada kecakapan untuk menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Untuk itu setiap personel security mesti memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menjadi tenaga profesional yang tidak saja dapat menjalankan fungsi keamanan (security), melainkan juga mampu melaksanakan fungsi keselamatan (safety) dan pelayanan (service). Untuk menciptakan tenaga keamanan yang profesional dibutuhkan dari sisi manusia yang berkualitas serta sistem dan peralatan yang mendukung. Kesemuanya harus saling terintegrasi.

Ini adalah karakter terpenting yang harus dimiliki manusia, dimana tanggung jawab menjadi karakter primer. Tanggung jawab ini erat kaitannya dengan konsep amanah. Konsep amanah lahir dari pengertian bahwa bumi, hidup, anak, keluarga, pekerjaan dan harta yang kita punyai dan jalani sekarang ini bukanlah sepenuhnya milik kita. Karena itu kita harus bertanggung jawab atas semua yang ada didekat kita. Konsep amanah melahirkan tuntutan moral yang disebut tanggung jawab. Bahwa amanah dan tanggung jawab ini adalah dua sisi mata uang yang sama.

Kala kita mengambil tanggung jawab sebenarnya kita sedang melatih diri kita untuk lebih tangguh dan kuat menghadapi tantangan di masa depan yang tidak pernah kita ketahui. Semakin kita terbiasa bertanggungjawab maka tanggung jawab kita akan menguat. Sehingga nantinya sebesar apapun beban yang diamanahkan kepada kita, kita bisa memberi jawab yang tepat.

Mari kita memperkuat tanggung jawab kita dari hari ke hari, mulai dengan mengambil tanggung jawab dari yang kecil yang ada di depan mata terlebih dulu. Dan lebih dalam mempertahankan kekuatan Service  Quality.

“Bukan kesulitan yang membuat kita takut.. tetapi ketakutanlah yang membuat kita sulit” [FR]

 

08 Jun 2016

Komitmen Hasil Rakernas BSP 2016

KSATRIA–Berangkat dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) bertema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat ekonomi Asean (MEA)” selama 3 hari dari tanggal 7-9 Maret 2016 di Kuningan Jawa Barat menghasilkan beberapa komitmen yang akan dijalankan seluruh staf dan pimpinan BSP.

Dari Rakernas yang menjadi kesepakatan bersama adalah seluruh jajaran mulai tingkat staf dan pimpinan di seluruh departemen dan area kerja akan melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dan efektif untuk mengurangi resiko kesalahan dan meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Begitu juga komitmen Departemen Marketing adalah untuk meraih peningkatan penjualan sebesar 20 persen jumlah sekuritinya. Untuk itu, Head of Area akan memperkuat tim sales dan marketing agar pencapaian tersebut bisa dicapai.

Tak hanya itu, tim sales dan marketing juga akan mengadakan rapat tentang product knowledge guna meningkatkan kemampuan tim sales dan marketing di masing-masing area kerja. Untuk itu, prinsip kewaspadaan, kejelian, dan kesepahaman hak dan kewajiban dalam melayani permintaan klien hingga terbentuknya sebuah kerjasama harus diterapkan oleh semua tim.

Selain itu, komitmen dari Departemen Finance adalah dalam Rakernas akan meningkatkan kualitas system keuangan menuju desentralisasi pembuatan dan follow up invoice berbasis internet dengan server terpusat agar lebih efektif. Selain itu, Departemen Finance berkomitmen melakukan penyesuaian pelaporan keuangan dan bukti pendukungnya agar semakin sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan layak audit.

Sementara itu dari Head of Area dan tim operasional akan menyelenggarakan pelatihan Gada Pratama di areanya masing-masing secara regular, begitu juga membuat perencanaan kerja dengan asistensi dan supervise dari Departemen Operasi di Head Office, serta membuat laporan kegiatan operasi secara berkala.

Komitmen berikutnya adalah seluruh staf dan pimpinan di departemen dan area kerja BSP akan mengimplementasikan SOP yang telah disahkan sebagai langkah awal untuk mendukung proses sertifikasi manajemen BSP di pusat maupun di masing-masing area kerja. [FR]

08 Jun 2016

BSP Berangkatkan Umrah Karyawan Gelombang ke-9

Reward umrah bagi karyawan bagian dari menanamkan semangat etos kerja di lingkungan kerja. Harapannya, nilai positif dari berumrah menyebar di lingkungan perusahaan sehingga menjadi nilai plus dalam menjalankan tugasnya. 

KSATRIA–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) kembali memberangkatkan belasan karyawan untuk beribadah ke Tanah Suci, Makkah dan Madinah guna melakukan kegiatan umrah. Pemberangkatan tahun 2016 ini merupakan perjalanan umrah Gelombang ke-9 yang dilakukan BSP sejak tahun 2008 lalu.

Demikian ungkap Abdul Aziz, Fice manager Finance and Accounting BSP saat ditemui Majalah Ksatria di kantornya. Menurut Aziz, tahun 2016 ini BSP kembali memberangkatkan karyawan berumrah, tepatnya pada 10-18 April 2016, sebanyak 12 karyawan.

Aziz menjabarkan, dari 12 karyawan itu, 7 orang dari Head Office, 1 orang dari Area Indonesia Timur, 2 orang dari Area Jawa 3, dan 2 orang dari Area Sumatera. “Setiap tahun rata-rata memberangkatkan sebanyak sepuluh karyawan.

Menurut Aziz bahwa karyawan yang terpilih untuk berangkat umrah ini adalah mereka yang Muslim, minimal sudah bekerja selama 2 tahun, selain itu juga memiliki prestasi dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan penilaian dari pihak manajemen.

Para karyawan yang mendapatkan reward dari perusahaan ini, memperoleh program full paket, mulai dari suntik faksinasi, pembuatan paspor sampai pada uang saku. “Istilahnya mereka hanya bawa badan saja, karena semua sudah diurusi oleh perusahaan,” ujar Ketua Panitia Program Umrah Karyawan.

Program umrah gratis yang digelar perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia ini dimulai sejak tahun 2008. Waktu itu, para direksi yang berangkat, lalu tahun berikutnya perusahaan memberikan kebijakan memberikan hadiah umrah untuk karyawan.

Biasanya, tambah Aziz, pengocokan umrah dilakukan empat bulan sebelum keberangkatan. “Jika dijumlahkan, seluruh karyawan yang mendapatkan hadiah umrah dari perusahaan sudah mencapai seratus karyawan,” paparnya.

Menurutnya, program umrah ini bertujuannya untuk meningkatkan kualitas iman dan kinerja karyawan sekembalinya dari Makkah dan Madinah. Lebih jauh, Aziz menambahkan, agar selama perjalanan para jamaah umrah dapat menjaga diri dengan baik dan kembali ke Tanah Air sebagai individu yang baik, maka pengaruhnya juga akan dirasakan oleh perusahaan.

“Orang jika ibadahnya baik pasti perilakunya juga baik, yang ini akan berdampak pada perilaku akan tumbuh baik di lingkungan tempat bekerja, yaitu di BSP,” tegasnya. [FR]

07 Jun 2016

BSP Siap Menghadapi MEA dengan Meningkatkan Produktivitas

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah bergulir, setiap orang atau perusahaan dituntut bisa menghadapi MEA ini dengan sebaik-baiknya, sehingga produktivitas tetap terjaga dan layanan tetap maksimal. Rakernas BSP 2016 membahas kesiapan BSP di era perdagangan bebas. Berikut laporannya.

KSATRIA–Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bergulir sejak tahun 2015, perusahaan dituntut lebih mampu mengelola sumber daya manusianya untuk dapat bersaing di era pasar bebas seperti sekarang ini.

Kehadiran MEA mengharuskan perusahaan tidak hanya mampu bersaing di pasar luar negeri tetapi juga harus mampu bersaing di dalam negeri dengan mengandalkan potensi unggulan yang mereka miliki.

Perusahaan dituntut untuk menguatkan sumber daya manusia, selain meningkatkan kualitas layanan, barang dan jasa, terlebih lagi meningkatkan keahliannya agar tidak terdesak dengan SDM dari luar.

Kemampuan adaptasi harus dimiliki oleh setiap orang maupun perusahaan, baik perusahaan sekala kecil ataupun besar. Karena itulah, MEA menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi perusahaan dalam negeri.

Untuk mengatur langkah menghadapi MEA ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) salah satu perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 Maret 2016 di Kuningan Jawa Barat. Dengan tema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean”.

Dalam Rakernas ini, hadir para komisaris, direksi, manajemen serta para manajer area untuk melakukan rapat selama tiga hari. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi dan misi perusahaan dalam melangkah menghadapi MEA yang sedang berjalan ini.

Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo sebelum memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernas, membangun semangat dengan cara meneriakkan yel-yel, “BSP, yess…!, BSP, yess…!, BSP, yess…! Bravo, luar biasa!”

Dokumentasi BSP
Dokumentasi BSP

Suasana gedung rapat pun makin diselimuti aura semangat untuk membahas segala persoalan dalam menjalankan BSP selama ini. Sekaligus mengevaluasi untuk mencari solusinya terhadap persoalan yang ada.

Joko menjelaskan, genap setahun tepatnya pada April tahun 2015, BSP menggelar Rakernas 2015 bertema “Memperkuat koordinasi dan komunikasi setiap lini di pusat maupun area untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis baik secara kualitas, kuantitas, serta profitabilitas perusahaan yang signifikan dan terukur”.

Menurut Joko, jika kita melihat, mereview, bahkan mengevaluasi implementasi rumusan rakernas tahun lalu hingga saat ini, secara garis besar hasilnya cukup signifikan, “Saya menilai hasilnya cukup memuaskan tetapi masih belummencapai sasaran yang ingin kita capai,” ujarnya.

Dalam pencapaian kinerja yang kita harapkan, baik di pusat, area maupun sektor kerja, masih terjadi beberapa kendala yang menghambat kinerja kita. Sesungguhnya tema rakernas tahun ini juga masih erat kaitannya dengan Rakernas tahun lalu, yaitu: “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Joko menjelaskan, tema ini menjadi tujuan pokok penting dalam penyelenggaraan Rakernas kali ini. Artinya, konsentrasi atau penitik-beratan perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level jabatan atau jajaran dari hulu hingga hilir, adalah merupakan tuntutan yang tidak dapat dilepas-pisahkan lagi sebagai landasan dalam kinerja tata kelola perusahaan kita.

“Dipilihnya tema tersebut, ini menunjukkan realita yang terjadi saat ini bahwa produktivitas manajemen kita harus terus ditingkatkan, lebih dibangun lagi dan bahkan sepatutnya menjadi tolak ukur kinerja dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegasnya.

Semangat budaya etos kerja harus tetap dijiwai dengan semangat dan kerja sama yang solid, saling mendukung, bahu membahu, saling mengisi dan tidak saling meniadakan, semangat “One team, One mission, and One goal” harus terus menjadi acuan dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Joko, karena prinsip dasar manajemen adalah penegakan sistem yang harus disepakati bersama dipatuhi bersama, serta dilaksanakan secara konsekuen bersama-sama pula. Dengan demikian maka perusahaan diharapkan dapat terwujud menjadi apa yang disebut sebagai ‘Good Corporate Governance’ yaitu dengan prinsip-prinsip dasar: akuntabilitas; pertanggung-jawaban; keterbukaan; kewajaran; serta kemandirian.

Joko memaparkan di hadapan peserta Rakernas 2016, bahwa dinamika perkembangan ekonomi global akhir-akhir ini memberikan sinyal akan pentingnya peningkatan daya saing, di tingkat regional, Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi MEA, MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya PT. Bravo Satria Perkasa dengan transformasi kawasan Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi, sekaligus menjadikan kawasan Asean yang lebih dinamis dan kompetitif.

Pemberlakuan MEA dapat pula dimaknai sebagal harapan akan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow): barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal.

Maka dari itu, sejatinya Bravo Satria Perkasa memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan.

Namun sebaliknya, pemberlakuan MEA 2015 dapat menjadikan kita sebagai pecundang belaka, yang ditandai dengan menjadi pasar impor belaka, dan terjebak menjadi negara berpendapatan menengah (middle income trap), produk dalam negeri tak laku di pasaran, kita akan dengan mudah terjebak dalam kemunduran bisnis apabila tanpa persiapan yang matang dari segenap jajaran management dan seluruh lini dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.

“Maka dengan ini, kita tidak boleh sedikitpun lengah atau terlena dengan keadaan kita sendiri, sedangkan ribuan kompetitor yang sejenis di bidang usaha kita baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Melihat kenyataan yang ada, maka sudah selayaknya kita memaknai pentingnya peningkatan produktivitas dari seluruh elemen dan jajaran perusahaan, baik di pusat maupun di area. Masih banyak tantangan dan pengembangan yang harus kita selesaikan.

Joko menegaskan, ada dua spirit yang harus tetap menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan di tahun ini. Pertama, sebuah teamwork yang kuat dan solid, adanya satu misi yang sama dan tentu saja capaian sasaran atau target kita yang kita ingat dalam semboyan “One team, One Mission, One Goal”.

Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respon yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan “Bekerja keras, Bergerak cepat dan Bertindak tepat”.

“Dengan adanya Rakernas 2016 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid,” harapnya. [fathur]

07 Jun 2016

BSP Siap Menghadapi MEA dengan Meningkatkan Produktivitas

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah bergulir, setiap orang atau perusahaan dituntut bisa menghadapi MEA ini dengan sebaik-baiknya, sehingga produktivitas tetap terjaga dan layanan tetap maksimal. Rakernas BSP 2016 membahas kesiapan BSP di era perdagangan bebas. Berikut laporannya.

KSATRIA–Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bergulir sejak tahun 2015, perusahaan dituntut lebih mampu mengelola sumber daya manusianya untuk dapat bersaing di era pasar bebas seperti sekarang ini.

Kehadiran MEA mengharuskan perusahaan tidak hanya mampu bersaing di pasar luar negeri tetapi juga harus mampu bersaing di dalam negeri dengan mengandalkan potensi unggulan yang mereka miliki.

Perusahaan dituntut untuk menguatkan sumber daya manusia, selain meningkatkan kualitas layanan, barang dan jasa, terlebih lagi meningkatkan keahliannya agar tidak terdesak dengan SDM dari luar.

Kemampuan adaptasi harus dimiliki oleh setiap orang maupun perusahaan, baik perusahaan sekala kecil ataupun besar. Karena itulah, MEA menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi perusahaan dalam negeri.

Untuk mengatur langkah menghadapi MEA ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) salah satu perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 Maret 2016 di Kuningan Jawa Barat. Dengan tema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean”.

Dalam Rakernas ini, hadir para komisaris, direksi, manajemen serta para manajer area untuk melakukan rapat selama tiga hari. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi dan misi perusahaan dalam melangkah menghadapi MEA yang sedang berjalan ini.

Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo sebelum memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernas, membangun semangat dengan cara meneriakkan yel-yel, “BSP, yess…!, BSP, yess…!, BSP, yess…! Bravo, luar biasa!”

Dokumentasi BSP
Dokumentasi BSP

Suasana gedung rapat pun makin diselimuti aura semangat untuk membahas segala persoalan dalam menjalankan BSP selama ini. Sekaligus mengevaluasi untuk mencari solusinya terhadap persoalan yang ada.

Joko menjelaskan, genap setahun tepatnya pada April tahun 2015, BSP menggelar Rakernas 2015 bertema “Memperkuat koordinasi dan komunikasi setiap lini di pusat maupun area untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis baik secara kualitas, kuantitas, serta profitabilitas perusahaan yang signifikan dan terukur”.

Menurut Joko, jika kita melihat, mereview, bahkan mengevaluasi implementasi rumusan rakernas tahun lalu hingga saat ini, secara garis besar hasilnya cukup signifikan, “Saya menilai hasilnya cukup memuaskan tetapi masih belummencapai sasaran yang ingin kita capai,” ujarnya.

Dalam pencapaian kinerja yang kita harapkan, baik di pusat, area maupun sektor kerja, masih terjadi beberapa kendala yang menghambat kinerja kita. Sesungguhnya tema rakernas tahun ini juga masih erat kaitannya dengan Rakernas tahun lalu, yaitu: “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Joko menjelaskan, tema ini menjadi tujuan pokok penting dalam penyelenggaraan Rakernas kali ini. Artinya, konsentrasi atau penitik-beratan perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level jabatan atau jajaran dari hulu hingga hilir, adalah merupakan tuntutan yang tidak dapat dilepas-pisahkan lagi sebagai landasan dalam kinerja tata kelola perusahaan kita.

“Dipilihnya tema tersebut, ini menunjukkan realita yang terjadi saat ini bahwa produktivitas manajemen kita harus terus ditingkatkan, lebih dibangun lagi dan bahkan sepatutnya menjadi tolak ukur kinerja dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegasnya.

Semangat budaya etos kerja harus tetap dijiwai dengan semangat dan kerja sama yang solid, saling mendukung, bahu membahu, saling mengisi dan tidak saling meniadakan, semangat “One team, One mission, and One goal” harus terus menjadi acuan dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Joko, karena prinsip dasar manajemen adalah penegakan sistem yang harus disepakati bersama dipatuhi bersama, serta dilaksanakan secara konsekuen bersama-sama pula. Dengan demikian maka perusahaan diharapkan dapat terwujud menjadi apa yang disebut sebagai ‘Good Corporate Governance’ yaitu dengan prinsip-prinsip dasar: akuntabilitas; pertanggung-jawaban; keterbukaan; kewajaran; serta kemandirian.

Joko memaparkan di hadapan peserta Rakernas 2016, bahwa dinamika perkembangan ekonomi global akhir-akhir ini memberikan sinyal akan pentingnya peningkatan daya saing, di tingkat regional, Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi MEA, MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya PT. Bravo Satria Perkasa dengan transformasi kawasan Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi, sekaligus menjadikan kawasan Asean yang lebih dinamis dan kompetitif.

Pemberlakuan MEA dapat pula dimaknai sebagal harapan akan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow): barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal.

Maka dari itu, sejatinya Bravo Satria Perkasa memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan.

Namun sebaliknya, pemberlakuan MEA 2015 dapat menjadikan kita sebagai pecundang belaka, yang ditandai dengan menjadi pasar impor belaka, dan terjebak menjadi negara berpendapatan menengah (middle income trap), produk dalam negeri tak laku di pasaran, kita akan dengan mudah terjebak dalam kemunduran bisnis apabila tanpa persiapan yang matang dari segenap jajaran management dan seluruh lini dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.

“Maka dengan ini, kita tidak boleh sedikitpun lengah atau terlena dengan keadaan kita sendiri, sedangkan ribuan kompetitor yang sejenis di bidang usaha kita baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Melihat kenyataan yang ada, maka sudah selayaknya kita memaknai pentingnya peningkatan produktivitas dari seluruh elemen dan jajaran perusahaan, baik di pusat maupun di area. Masih banyak tantangan dan pengembangan yang harus kita selesaikan.

Joko menegaskan, ada dua spirit yang harus tetap menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan di tahun ini. Pertama, sebuah teamwork yang kuat dan solid, adanya satu misi yang sama dan tentu saja capaian sasaran atau target kita yang kita ingat dalam semboyan “One team, One Mission, One Goal”.

Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respon yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan “Bekerja keras, Bergerak cepat dan Bertindak tepat”.

“Dengan adanya Rakernas 2016 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid,” harapnya. [fathur]

07 Jun 2016

BSP Raih Penghargaan dari Dirjen Pajak  

Kedisiplinan dalam membayar pajak, membuat Kementerian Keuangan  Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur memberikan penghargaan kepada PT. Bravo Satria Perkasa atas Kontribusi Penerimaan Pajak Negara tahun 2015. Berikut laporannya.

KSATRIA–Dedikasi dan komitmen tidak akan diperoleh hasilnya secara instant. Butuh waktu, butuh proses dan butuh kontinuitas. Begitu juga apa yang telah ditorehkan PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang aktif membayar pajak tepat waktu. Maka tagline ‘Orang bijak taat pajak’ menjadikan BSP bagian dari perusahaan yang bijak dalam membayar pajak.

Baru-baru ini, BSP sebagai perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan  Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur atas Kontribusi Penerimaan Pajak Negara tahun 2015, di mana target penerimaan pajak tahun 2015 sebesar Rp. 1.489,3 Triliun.

Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur kepada PT. Bravo Satria Perkasa pada saat pelaksanaan acara Tax Payer Gathering yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur Selasa, 05 April 2016.

Penghargaan ini didasari atas komitmen serta kontribusi BSP sebagai salah satu wajib pajak yang taat pada peraturan pemerintah dalam hal ini pada peraturan perpajakan. “Kami memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang taat membayar pajak tepat waktu,” ungkap Direktur PT. Bravo Satria Perkasa.

Sejalan dengan diberikannya penghargaan ini, BSP telah membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan yang menerapkan Good Coorporate Governance.  Dimana prinsip–prinsip GCG seperti transparency, accountability, responsibility telah diakui oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak.

Transparency yaitu suatu keterbukaan informasi baik fiscal maupun nonfiscal perusahaan telah dipenuhi oleh BSP sebagai wajib pajak yang patuh terhadap pemerintah.

Accountability yaitu suatu bentuk rasa tanggung jawab BSP dalam hal membagun kemajuan bangsa dan Negara Indonesia dalam hal kontribusi penerimaan pajak Negara.

Responsibility merupakan suatu kesesuaian atau kepatuhan dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip – prinsip korporasi yang sehat serta peraturan pemerintah dan perundangan yang berlaku .

Sementara itu Abdul Aziz Head of Finance dan Accounting BSP megatakan, penghargaan ini dalam sudut pandang yang lebih luas adalah juga penghargaan untuk semua stakeholder kami, yaitu para klien yang mempercayakan pengelolaan pengamanannya kepada PT Bravo Satria Perkasa, para supplier barang maupun jasa yang mendukung layanan kami, dan para sekuriti yang setia bernaung dalam manajemen ini.

Untuk itu, manajemen BSP mengajak kepada seluruh elemen memandang pencapaian ini sebagi sebuah pijakan dan dorongan untuk dapat menjadikan perusahaan dan kerjasama ini lebih berprestasi lagi dan mampu menjadi korporasi yang memberikan kontribusi secara nyata baik untuk pemerintah maupun masyarakat bangsa Indonesia.[FR]

06 Jun 2016

Dirut BSP: Kantor Baru Harus lebih Semangat dan Produktif

KSATRIA–Kamis siang di Kota Medan, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2016 menjadi hari bersejarah bagi seluruh tim Keluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) pasalnya momen tersebut peresmian kantor baru BSP Area Sumatera 1, tepatnya di jalan Perjuangan, Komplek Elit 2 Medan Sunggal, Medan.

Ruko dua lantai dengan ornament khas Bravo yaitu memiliki warna abu-abu, merah dan hitam menjadi warna yang dominan di setiap sudut kantor. Kantor baru dengan semangat baru harus menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja dalam menjalankan amanah.

Dalam peresmian kantor baru ini, hadir para komisaris, direksi dan staf dari Jakarta. Selain itu hadir juga para tamu undangan, seperti dari jajaran Polda, Polsek, Koramil dan tokoh masyarakat untuk menyaksikan peresmian kantor BSP yang baru.

Dalam sambutannya, Joko berharap kantor Area Sumatera 1 yang baru ini akan membuat kinerja seluruh karyawan khususnya segenap jajaran di Area Sumatera 1 menjadi lebih efektif, fokus dan lebih terarah. Dengan demikian, hasil yang didapatkan pun dapat semakin optimal dan profesional. Di mana hal ini sejalan dengan tema Rakernas BSP “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomt Asean (MEA)”.

Peresmian kantor-1Joko menambahkan, perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level, jabatan dan jajaran dari hulu hingga hilir, merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan oleh segenap team, manajemen dan board of directors BSP.

“Dengan peresmian kantor yang baru ini semoga dapat menjadi penyemangat kita semua, khususnya seluruh jajaran di Area Sumatera 1, untuk dapat bekerja dengan optimal, profesional dan semakin produktif di segala fungsi dan bidang pekerjaan. Produktivitas seluruh karyawan harus terus meningkat, sehingga BSP mampu berkembang semakin besar dan terus bersaing dengan para kompetitor di dunia Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), yang semakin hari semakin kompetitif,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Joko juga menyampaikan tentang spirit BSP, di mana spirit BSP ini menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan. Pertama, sebuah team-work yang kuat dan solid; adanya satu misi yang sama; dan tentu saja pencapaian sasaran atau target kita, yang kita ingat dengan semboyan: “One team, One mission and One goal“.

Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respons yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan: “Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat”. Hal ini merupakan sikap yang diambil oleh BSP dalam menghadapi implementasi MEA untuk memacu semangat BSP dalam mewujudkan impian, target serta tujuan yang telah di tetapkan bersama.

“Akhirnya dengan diadakannya peresmian kantor Area Sumatera 1 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil yang optimal demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid. Mari kita merapatkan barisan menuju satu tujuan mulia yaitu kemajuan dan produktivitas perusahaan kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Head of Area Sumatera 1, Yudhi Erlambang mengatakan, dirinya berterima kasih atas petunjuk dari pusat, Sumatera 1 bisa menempati kantor barunya. “Kami bersyukur, karena adanya kantor baru ini semakin tertantang untuk membesarkan BSP di wilayah Sumater 1,” paparnya.

Wilayah Sumatera 1 berdiri pada Juli 2006 lalu. Kini, seluruh personel yang terlibat di BSP Sumatera 1 ada 700 anggota, di mana sebagian besar dari kliennya adalah perbankan.

Yudhi dengan seluruh timnya bertekad untuk meningkatkan kinerjanya dalam mewujudkan komitmen bersama selama Rapat Kerja Nasional di Kuningan beberapa waktu lalu, di mana salah satunya adalah meningkatkan jumlah personil dank lien. Selain itu mengoptimalkan laporan yang accountable sesuai dengan arahan kantor pusat. [FR]

 

 

06 Jun 2016

Dirut BSP: Kantor Baru Harus lebih Semangat dan Produktif

KSATRIA–Kamis siang di Kota Medan, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2016 menjadi hari bersejarah bagi seluruh tim Keluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) pasalnya momen tersebut peresmian kantor baru BSP Area Sumatera 1, tepatnya di jalan Perjuangan, Komplek Elit 2 Medan Sunggal, Medan.

Ruko dua lantai dengan ornament khas Bravo yaitu memiliki warna abu-abu, merah dan hitam menjadi warna yang dominan di setiap sudut kantor. Kantor baru dengan semangat baru harus menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja dalam menjalankan amanah.

Dalam peresmian kantor baru ini, hadir para komisaris, direksi dan staf dari Jakarta. Selain itu hadir juga para tamu undangan, seperti dari jajaran Polda, Polsek, Koramil dan tokoh masyarakat untuk menyaksikan peresmian kantor BSP yang baru.

Dalam sambutannya, Joko berharap kantor Area Sumatera 1 yang baru ini akan membuat kinerja seluruh karyawan khususnya segenap jajaran di Area Sumatera 1 menjadi lebih efektif, fokus dan lebih terarah. Dengan demikian, hasil yang didapatkan pun dapat semakin optimal dan profesional. Di mana hal ini sejalan dengan tema Rakernas BSP “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomt Asean (MEA)”.

Peresmian kantor-1Joko menambahkan, perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level, jabatan dan jajaran dari hulu hingga hilir, merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan oleh segenap team, manajemen dan board of directors BSP.

“Dengan peresmian kantor yang baru ini semoga dapat menjadi penyemangat kita semua, khususnya seluruh jajaran di Area Sumatera 1, untuk dapat bekerja dengan optimal, profesional dan semakin produktif di segala fungsi dan bidang pekerjaan. Produktivitas seluruh karyawan harus terus meningkat, sehingga BSP mampu berkembang semakin besar dan terus bersaing dengan para kompetitor di dunia Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), yang semakin hari semakin kompetitif,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Joko juga menyampaikan tentang spirit BSP, di mana spirit BSP ini menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan. Pertama, sebuah team-work yang kuat dan solid; adanya satu misi yang sama; dan tentu saja pencapaian sasaran atau target kita, yang kita ingat dengan semboyan: “One team, One mission and One goal“.

Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respons yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan: “Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat”. Hal ini merupakan sikap yang diambil oleh BSP dalam menghadapi implementasi MEA untuk memacu semangat BSP dalam mewujudkan impian, target serta tujuan yang telah di tetapkan bersama.

“Akhirnya dengan diadakannya peresmian kantor Area Sumatera 1 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil yang optimal demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid. Mari kita merapatkan barisan menuju satu tujuan mulia yaitu kemajuan dan produktivitas perusahaan kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Head of Area Sumatera 1, Yudhi Erlambang mengatakan, dirinya berterima kasih atas petunjuk dari pusat, Sumatera 1 bisa menempati kantor barunya. “Kami bersyukur, karena adanya kantor baru ini semakin tertantang untuk membesarkan BSP di wilayah Sumater 1,” paparnya.

Wilayah Sumatera 1 berdiri pada Juli 2006 lalu. Kini, seluruh personel yang terlibat di BSP Sumatera 1 ada 700 anggota, di mana sebagian besar dari kliennya adalah perbankan.

Yudhi dengan seluruh timnya bertekad untuk meningkatkan kinerjanya dalam mewujudkan komitmen bersama selama Rapat Kerja Nasional di Kuningan beberapa waktu lalu, di mana salah satunya adalah meningkatkan jumlah personil dank lien. Selain itu mengoptimalkan laporan yang accountable sesuai dengan arahan kantor pusat. [FR]

 

 

Translate »
error: Content is protected !!