KSATRIA–Di ujung sana, tepatnya di ujung barat pulau Sumatera, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) berdiri kokoh menjaga kemanan industry wilayah barat Indonesia. Bukan tanpa tantangan berada di ujung barat negeri ini. Namun semua tantangan menjadi motivasi tim BSP untuk bisa eksis dan berkembang di wilayah Sumatera.

Waktu itu, tahun 2009. Head of Area Yudhi Erlambang memiliki pengalaman yang tak bisa dilupakan saat berkunjung ke wilayah Meulaboh setelah dilanda bencana besar Tsunami tahun 2004. Perjalanan itu penuh dengan rintangan, dengan semangat untuk menjaga semangat loyalitas akhirnya berhasil ke Meulaboh.

“Dengan letak geografis yg sangat beragam dan memiliki tantangan tersendiri tidak menyurutkan antusiasme kami dalam mengepakkan sayap sang angsapati,” kisahnya kepada Majalah Ksatria.

Kegiatan giat operasional ke salah satu user di salah satu kabupaten di provinsi Aceh setelah dilanda bencana gelombang tsunami, merupakan kewajiban yang biasa namun jarak tempuh dengan kondisi jalan yang masih porak poranda menjadikan perjalanannya menjadi luar biasa.

Semangat tim untuk terus menaklukan medan terjal, melintasi Lamno, Aceh Jaya (Calang) serta melakukan penyeberangan sungai dengan bantuan rakit, melintasi jalan yang berlumpur dan melewati jembatan darurat hingga akhirnya sampai di kota tujuan yaitu Meulaboh.

“Rasanya sulit dipercaya merasakan eksistensi sang Angsapati di kota ini, salah satu kota yang mengalami dampak tsunami cukup parah,” ujarnya.

Perjalanan penuh dengan tantangan ini hendaknya bis amenjadi pelajaran berharga agar tim BSP menyadari bahawasannya setiap usaha yang keras pasti menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan tentunya diiringi niat yang suci dan tulus.

“Semoga dari apa yang saya paparkan ini bermanfaat bagi kita semua untuk lebih mencintai perusahaan dimana kita bernaung, menjaga kekompakan satu sama lain atas nama Bravo Satria Perkasa. Salam hangat kami dari ujung barat Sumatera. BRAVO!” tegasnya.

Sementara itu pada tanggal 16 November 2015, Wilayah Sumatera 1 mendapatkan kunjungan dari Direktur Utama BSP Bapak Joko PN Utomo di Banda Aceh. Adapun agenda kedatangan Pak Joko adalah untuk bersilaturahim dengan Busra Abdullah, Direktur Utama PT Bank Aceh.

Menurut Yudhi, pertemuan diawali dengan jamuan makan siang dan membicarakan keberadaan BSP sebagai pengelola pengamanan di lingkungan Bank Aceh yang telah berjalan 2 tahun. “Semoga jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan saling menguntungkan kedua belah pihak,” papar Yudhi. [FR]