Bravo Satria Perkasa
31 May 2016

16 Tips Terhindar dari Begal Motor

KSATRIA–Maraknya aksi pembegalan di jalanan membuat keselamatan pengendara motor terancam. Ini beberapa tips dari polisi agar terhindar dari aksi pembegalan.

Ada 16 tips yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, seperti begal ketika sedang di jalanan. Berikut tips dari Kombes Pol Martinus Sitompul saat masih menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya.

  1. Taati peraturan lalu lintas di jalanan dan lengkapi persyaratan kenderaan.
  2. Informasikan perjalanan ke keluarga atau teman.
  3. Perhatikan keadaan sekeliling saat berkendara.
  4. Simpan barang-barang berharga, seperti cincin, kalung dan jam mewah yang berkilau di dalam tas.
  5. Hindari melintas di jalanan yang sepi dan gelap.
  6. Ingatkan teman apabila berboncengan untuk selalu bersikap waspada dan berhati hati.
  7. Upayakan selalu bersama teman saat hendak mengendarai sepeda motor, minimal berdua.
  8. Simpanlah nomor ponsel atau kontak polisi agar bisa cepat menghubungi jika terjadi sesuatu di jalan.
  9. Jangan menelepon saat sedang berkendara.
  10. Ketahuilah kondisi rute jalan yang akan dilalui.
  11. Bila ingin bertemu atau bercengkrama dengan teman, pilihlah tempat-tempat yang ramai.
  12. Apabila dibuntuti oleh empat orang atau lebih saat berkendara, waspadailah orang-orang tersebut.
  13. Menepilah di tempat keramaian saat laju kendaraan diberhentikan oleh yang tidak dikenal.
  14. Amati wajah dan ciri orang yang memberhentikan itu untuk menghindari terjadinya hal di luar kendali.
  15. Jika takut untuk berhenti saat dihentikan oleh orang tidak dikenal, melajulah dengan kencang meninggalkan orang tersebut.
  16. Laporkan bila melihat, mendengar, mengetahui, atau bahkan mengalami ada aksi begal agar dapat ditindaklanjuti.
31 May 2016

Kunci

Oleh: YB KRISNAWAN

Head of Operation & Business Development Division PT. Bravo Satria Perkasa

Penuntun Satuan Pengamanan yang keempat, “Kami Anggota Satuan Pengamanan Senantiasa bersikap OPEN, tidak menganggap remeh sesuatu yang terjadi di lingkungan kerja”. Berangkat dari salah satu prinsip penuntun Satuan Pengamanan yang ada di Indonesia, maka berikut ini penulis mengulas sekelumit kisah tentang Kunci dan ketiga anaknya.

Pernahkah Anda memperhatikan saat membeli gembok atau kunci, baik itu kunci pintu rumah, lemari, pagar, anak kuncinya selalu ada tiga buah? Banyak masayarakat tidak memahami mengapa anak kuncinya pasti berjumlah tiga. Sebenarnya, hal yang demikian itu merupakan standar internasional, bahwa pengamanan kunci itu ada tiga buah, dengan maksud peruntukan penggunaannya, yaitu satu anak kunci untuk digunakan sebagaimana mestinya, satu anak kunci sebagai cadangan dan satu anak kunci lagi digunakan sebagai backup cadangan. Ini sebenarnya bentuk simpel dari yang disebut business continuity plan.

Di luar negeri, seseorang yang akan menduplikasi anak kunci tidak serta merta mudah untuk melakukannya, ada proses pencatatan yang harus dilakukannya atau semacam catatan kronologis, dan pelaku duplikasi atau tukang duplikat kunci tersebut juga harus terdaftar di lembaga pengamanan yang ada (Kepolisian-red). Sementara di negeri ini menduplikasi kunci bisa ke tukang kunci yang ada di pinggiran jalan tanpa terdaftar dalam kepolisian, dan hanya dibutuhkan waktu yang relatif singkat untuk melakukan duplikasi yang dimaksud.

Seperti di Singapura, perusahaan yang menawarkan jasa duplikat kunci harus terdaftar secara resmi di kepolisian. Fakta di dunia pengamanan, banyak sekali terjadi serah terima jaga dan serah terima dari petugas lama ke petugas baru (apabila menggunakan tenaga keamanan outsourcing). Jarang sekali ada catatan kronologis anak kunci yang diikutsertakan dalam proses serah terima tersebut. Padahal ini sangat mendasar.

Pentingnya kunci ini sudah banyak digambarkan dengan adanya ikon-ikon kunci sebagai bentuk pengamanan. Di luar negeri, ketika kehilangan sebuah satu anak kunci harus membuat catatan kronologis. Jadi yang dicatat bukan sekedar fisik kuncinya saja, termasuk catatan di mana tempat pembelian kunci dan pernah diduplikasi berapa kali, biasanya ketika tidak termonitor dengan baik mengenai catatan kronologis kunci ini, solusi terbaik pada saat serah terima tanggung jawab keamanan kepada pihak yang baru adalah dilakukan penggantian kunci dan anak kuncinya, namun ini jadi tidak efisien dan terkesan boros.

Di luar negeri banyak cerita tentang pengamanan yang berkaitan kunci. Misalnya kasus pembobolan di suatu objek pengamanan. Ketika polisi datang untuk olah TKP ternyata pelakunya adalah orang dalam, sebagai indikasinya karena kuncinya tidak rusak. Lalu ditelusuri siapa yang pernah memegang kunci ini dan berapa kali digandakan dan lain sebagainya. Catatan kronologis membuktikan bahwa bisa mempermudah proses telusur ketika kejahatan terjadi di suatu obyek pengamanan.

Bisa dibilang ini persoalan sepele, dan biasanya juga permasalahan–permasalahan timbul karena menyepelekan sesuatu hal yang dianggap sepele. Seorang petugas sekuriti yang baik akan menjalankan protap dengan baik dan benar, dan sebaiknya juga ada serah terima kronologi tentang anak kunci untuk membantu mengantisipasi kejahatan.

Penyadaran kepada setiap petugas keamanan tentang pentingnya memahami kunci dan anak kunci untuk pengamanan adalah mutlak. Memahami tentang Kunci itu sendiri ada ilmunya, atau istilahnya “Key Managemen System” namun coba penulis sampaikan disini secara simpel yaitu :

3 Hal mengenai Kunci adalah : Apa yang kita punya, Apa yang kita tahu, dan apa kita ini, berikut ilustrasinya. Pertama, Apa yang kita punya, maksudnya apa yang kita miliki untuk bisa membuka sebuah kunci, misal anak kunci. Kedua, Apa yang kita tahu, dalam upaya membuka sebuah kunci, kadang kita diminta mengingat sebuah kombinasi angka dan huruf sebagai alat pembukanya, atau kita biasa mengenalnya dengan PIN (Personal Identification Number) selain mungkin anak kunci itu sendiri (biasanya sistem ini digunakan untuk mengamanakan sebuah obyek yang level keamanannya lebih tinggi, misal brankas dan semacamnya.

Ketiga, Apa kita ini, maksudnya sistem pengamanan yang terkait kunci dengan cara membuka menggunakan rekaan dari tubuh si pembuka, biasanya dengan indera seperti retina, scan sidik jari dan semacamnya. Lalu kapan sistem–sistem kunci ini di aplikasikan? Ya disesuaikan dengan kepentingan masing–masing obyek yang akan diamankan, juga disesuaikan dengan tingkat keamanan itu sendiri dan tidak lepas disesuaikan dengan biaya.

Di Indonesia, masalah ini tidak pernah disinggung dalam pelatihan atau serah terima petugas lama ke petugas baru, padahal ini sangat penting. Di Indonesia, satpam terkait dengan pengamana fisik, belum pada pengamanan sistem. Dalam filosofinya, keamanan adalah faktor psikologi. Secara garis besar pengamanan harus melibatkan semua unsur yang ada di objek yang akan diamankan antara lain terkait fisik, barometer yang diamankan, situasi alam yang akan diamankan, demografi dan mobilitas yang juga menjadi pertimbangan. Masalah pencahayaan pun menjadi pertimbangan sehingga seorang sekuriti harus bisa mengaplikasikan semua itu sehingga menjadi satu sistem pengamanan objek.

Keamanan adalah faktor psikologi? Apakah itu? Insyaallah dalam edisi berikutnya penulis akan mengulas hal – hal yang menarik seputar Keamanan.

Kembali pada pengamanan anak kunci, banyak kejadian kriminal yang melibatkan orang dalam. Ini bisa terjadi karena keteledoran tentang pengamanan anak kunci. Padahal dalam standar pengamanan anak kunci, harus tercatat dimana beli kuncinya, apakah pernah diduplikasi dan bagaimana otorisasinya.

Dalam otorisasi anak kunci ini harus ada catatan berapa kali anak kunci dibawa pulang seorang karyawan yang berwenang membawanya. Hal ini untuk mengidentifikasi apakah anak kunci pernah diduplikasi atau tidak. Sebab dengan tiga anak kunci yang sudah disiapkan oleh produsennya, tidak perlu adanya duplikasi lagi. Sayangnya, selama ini jarang sekali manajemen keamanan yang memikirkan persoalan serah terima kunci dengan catatan kronologisnya.

Untuk penyimpanan tiga anak kunci ini, kembali pada orititas keperluan masing-masing pengguna. Seperti di rumah, seorang suami menaruh kunci yang bisa dipakai siapa saja baik istri, anak dan pembantu. Satu lagi dipegang anak atau istri, dan satu lagi harusnya hanya terbatas orang yang tahu. Jadi, dari tiga anak kunci ini tidak boleh disepelekan penggunaannya. Untuk personel yang menjaga harus mengetahui secara benar alur penggunaan kunci di masing-masing tempat ia bertugas. Jangan lupa, ketika serah terima dari petugas lama, tanyakan riwayat kunci dalam bentuk kronologi.

Ingat, kejahatan tidak disebabkan karena niat saja tapi karena adanya kesempatan di depan mata.[]

31 May 2016

Bangun Sinergi, Ksatria Bravo Outbound di Malang

KSATRIA–29 Oktober 2015. Para Ksatria melakukan traveling menuju Kota Apel, Malang. Sebanyak 29 orang bersama dalam satu gerbong menjadi pengalaman yang mengasyikan. Rasa kekeluargaan, kebersamaan dalam One Team, One Mision, One Goal penuh keceriaan berangkat dari Stasiun Pasar Senin pukul 18.30 menggunakan Kereta Api Majapahit.

Gerbong besi bergerak, suara gesekan roda besi dengan rel kereta menjadi alunan yang khas saat berada di dalam gerbong. Sua nostalgia sesama penumpang yang satu perusahaan menjadi momen paling berkesan selama dalam perjalanan.

Majapahit, nama kereta itu mengingatkan akan kebesaran kerajaan yang ada di Jawa dengan patihnya bernaman Gajah Mada. Gerbong kereta ibarat kerajaan kecil yang di dalamnya para Ksatria yang sedang menyusun strategi dalam mengelola kerajaan. Karena itu, kebersamaan, loyalitas, dedikasi dan komitmen menjadi keniscayaan untuk membesarkan kerajaan.

Kereta Majapahit terus bergerak meluncur melewati kota-kota dalam kegelapan malam. Sepekat apapun malam terus diterjang untuk sampai tujuan. Akhirnya kereta berhenti di Stasiun Tawang, Semarang. Di sinilah gerbong yang masih nampak kosong bertambah 20 orang, mereka adalah Ksatria dari Wilayah Jawa 2. Jadi total Kstaria yang ada di ‘kerajaan majapahit’ adalah Jawa 1 berjumlah 29 orang dan Jawa 2 sebanyak 20, total 49 orang.

30 Oktober 2015. Sinar matahari sudah terasa panas menyengat, ketika Kereta Api Majapahit tiba di Stasiun Malang. Seperti biasa, jadwal kedatangan kereta molor hampir satu jam, yang awalnya dijadwalkan pukul 09.55 tiba, ternyata sampai Malang pukul 10.30.

Setibanya di Malang, para Ksatria dari Jawa 1 dan Jawa 2 disambut hangat oleh para Ksatria dari Jawa 3 yang berjumlah 16 orang. Sehingga total peserta outbound ini adalah 65 orang dengan perincian 5 wanita dan 60 pria. Karena hari itu Jum’at, maka peserta langsung diarahkan menuju masjid di daerah Rampal dengan menggunakan transportasi bus.

Usai menjalani shalat Jum’at, peserta diajak mengenal sejarah angkutan transportasi yaitu di Museum Angkut yang saat ini menjadi ikon Kota Malang. Sekitar pukul 15.00 peserta sudah tiba di Museum Angkut, dan disuguhi haloween party sehingga banyak setan jadi-jadian bergentayangan menemui para Ksatria.

Tepat pukul 17.00 setan jadi-jadian melakukan parade mengelilingi area museum. Setelah puas melihat setan jadi-jadian, pukul 19.00 peserta menuju ke lokasi outbound yaitu di Hotel Pujon View yang jarak tempuh sekitar 30 menit dari Museum Angkut.

Tiba di lokasi outbound maka acara berlanjut dengan jam komandan, yaitu serah terima peserta outbound dari direksi yang diwakili oleh direktur utama ke event organizer. Selesai acara jam komandan dilanjutkan dengan makan malam dan pembagian tenda, setelah itu peserta istirahat.

31 Oktober 2015. Malang di pagi hari nampak dingin. Sekilas kabut tipis masih nampak menyelimuti beberapa wilayah di Malang. Tepat pukul 06.00 acara dimulai dengan olahraga bersama. Setelah menjalani bersih-bersih seperti mandi dan sarapan, maka dimulailah game outbound yang terdiri dari:

  1. Senam otak yaitu menggunakan gerakan tangan kanan dan kiri secara bergantian.
  2. Lempar bola kecil berantai yaitu melempar bola kecil dari tangan kanan dan kiri berantai ke orang yang ada disebelahnya.
  3. Jaring laba-laba yaitu memindahkan teman menyeberangi jaring tanpa menyentuh jarring tersebut.
  4. Menjatuhkan diri yaitu menjatuhkan diri ke jaring yang ada dengan dipegangi oleh anggota team.
  5. Memindahkan pipa yaitu memindahkan pipa paralon melewati bawah jaring tanpa menyentuh tanah dengan menggunakan tali dan tidak boleh disentuh tangan pipa.
  6. Lingkaran bom yaitu memindahkan teman dari luar lingkaran ke dalam lingkaran tanpa menyentuh bom waktu yang berada di dalam lingkaran.
  7. Dinamika perintah yaitu melaksanakan perintah berantai dengan membangun bangunan yang terdiri dari telur, kertas, balon dan sedotan dengan perintah telur tidak boleh pecah saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter.
  8. Mengambil bola di air yaitu mengambil bola-bola di air dengan titik dan jarak tertentu dan diambil secara kerjasam team.

Setelah melakukan berbagai game, akhirnya menjelang pukul 17.00 acara game selesai dan peserta beristirahat di kamarnya masing-masing dan dilanjutkan dengan makan malam. Kurang lebih pukul 19.00 dilanjutkan dengan acara live music oleh Band Performance dari Surabaya.

Lagu-lagu top 40 terlantun merdu dari pemain band. Untuk kegembiraan acara itu, para peserta ikut menari semampunya. Acara live music ini bersamaan dengan barbeque party yaitu sajian kambing guling, sembari menikmati acara api unggun yang dibimbing langsung oleh Heru Wibowo dengan suasana syahdu, tidak sedikit peserta meneteskan air mata dan ditutup dengan lagu kemesraan. Selesai acara api unggun dilanjutkan dengan live music lagi. Semua bergembira sehingga acara berakhir hingga pukul 23.00.

1 November 2015. Pagi penuh semangat membakar para Ksatria untuk berolahraga. Setelah berolahraga, para peserta menuju puncak bukit tempat start olahraga paralayang. Di bukit inilah, para peserta dibuat takjub akan kebesaran ciptaan Allah, berupa sajian kota Malang dilihat dari atas bukit.

Setelah menikmati pemandangan kota Malang, peserta mengikuti game menaikkan bendera, dengan peralatan 2 pipa, tali rafia dan pasak. Peserta dituntut bisa bekerjsama menaikkan bendera. Setelah bendera naik semua peserta mengelilingi dan melakukan penghormatan. Acara tersebut dilanjutkan dengan penutupan yang dipimpin oleh direksi dan penyerahan secara simbolis dari EO ke management BSP yang dalam hal ini diwakili oleh direktur.

Tepat pukul 11.00, seluruh peserta cek out dari lokasi outbound menuju ke tempat oleh-oleh khas Kota Malang. Mereka pun mencari jajanan khas Malang untuk keluarganya di rumah. Mulai dari susu sapi, kripik tempe, kripik apel dan lain sebagainya. Setelah belanja oleh-oleh, seluruh peserta menuju ECO green yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Batu. Di ECO green peserta disuguhi keindahan aneka satwa dan tumbuh-tumbuhan. Hingga akhirnya tiba waktu berpisah, para Ksatria menuju stasiun Malang menaiki Kereta Api Majapahit pukul 18.20. Sayonara…sampai jumpa kembali di event yang berbeda dalam kebersamaan.

Winantyo Nugroho
Head of Area Jawa 3

 

 

 

31 May 2016

BSP Indonesia Timur Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan

KSATRIA–Lagi-lagi dedikasi akan berbuah prestasi. PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Indonesia Timur menorehkan tinta emas karena telah mendapatkan penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Utama Makassar atas ketertiban dalam menginput data melalui Elektronik Badan Usaha (E-DABU).

Penghargaan diberikan BPJS Kesehatan kepada BSP pada Kamis, 19 November 2015. Menurut Head of Area Indonesia Timur Sarwo Hadi bahwa penghargaan ini ia dapatkan setelah melewati berapa tahapan yang cukup ketat, akhirnya BPJS Kesehatan memutuskan BSP sebagai perusahaan keamanan yang terpilih.

Menurut Sarwo, BSP dalam hal ini telah melakukan tugasnya dengan baik dalan menginput tenaga kerja masuk, tertib dalam penginputan penonaktifan tenaga kerja keluar, tertib dalam penginputan penambahan anggota keluarga tenaga kerja. “Yang menginput data adalah staf admin bernama Lisdarianti,” ujarnya.

Sarwo berharap, ke depan seluruh tim yang ada di Indonesia Timur terua akan meningkatkan kinerjanya sehingga BSP menjadi perusahaan yang bisa dibanggakan dan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia ini. [FR]

26 May 2016

Membangun Jiwa Pemimpin Lewat Pelatihan Leadership

KSATRIA–Divisi Media Komunitas Media Indonesia bekerja sama dengan salah satu perusahan penyedia jasa keamanan PT Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar pelatihan kepemimpinan di gedung PT BSP, Jakarta Timur, Senin (18/4). Pelatihan in house bertemakan ‘Comprehensive Managing People’ ini diikuti para manajer area PT BSP dari seluruh indonesia dan berlangsung selama dua hari hingga Selasa (19/4).

Direktur PT BSP Djarot Soeprianto pada acara itu mengutarakan pentingnya pelatihan semacam ini guna meningkatkan kemampuan memimpin para peserta. Di masa depan para peserta diharapkan mampu mendorong eksistensi perusahaan agar semakin solid dan terus berkembang. Mengingat persaingan perusahaan sejenis amatlah ketat.

Selaras dengan tujuan pelatihan tersebut, Media Komunitas pun menggandeng Lilik Agung sebagai instruktur. Lilik sudah malang melintang memberikan pelatihan di sejumlah perusahan besar. Lilik menganalogikan pelatihan kepemimpinan ini seperti akar, yang nantinya akan menentukan bagaimana individu itu tumbuh berkembang hingga membuahkan hasil.

Bagi para peserta, pelatihan ini memberikan pandangan baru perihal leadership. Tidak saja diingatkan akan manajerial, tapi jiwa kepemimpinan mereka pun dimatangkan.

Peserta dapat belajar cara berkomunikasi yang baik dengan tim, menyampaikan visi mereka, bekerjasama dengan solid, memotivasi serta memberdayakan tim demi kemajuan perusahaan.

Berikut link videonya: http://www.mediaindonesia.com/video/watch/36/membangun-jiwa-pemimpin-lewat-pelatihan-leadership/2016-04-18#sthash.vF8UXVwP.dpuf

24 May 2016

Abu Rumakat, Inspirasi Dari Satpam Terbaik Se-Papua

 

 

Dedikasi dalam menjalankan tugas, akhirnya menuai hasil. Ketika Bank Papua menyeleksi para satpam yang memiliki kualitas dalam menjalankan tugas. Abu Rumakat, namanya terangkat sebagai Satpam terbaik dari Bank Papua. Berikut kisahnya.

KSATRIA–Abu Rumakat sedikit dari sekian banyak satpam yang berhasil mengharumkan nama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) di wilayah Indonesia bagian timur tersebut, anggota satpam yang selalu tampil rapi ini meraih penghargaan sebagai satpam terbaik se Papua dari Bank Papua.  Acara penganugrahan satpam berprestasi ini berlangsung di Lapangan Gor Cendrawasih Jayapura Papua pada 12 Januari 2016 lalu.

Dihadapan sejumlah tokoh dan lembaga yang menyelenggarakan penganugrahan security berprestasi, Rumakat dianugrahi sebagai satpam terbaik tahun ini. Di atas panggung, Rumakat tak bisa menyembunyikan kegembiraannya meraih hadiah dan sertifikat dari para penyelenggara. “Saya bersyukur bisa mengharumkan nama Bravo yang mendidik dan membina selama ini,” tutur pria berbadan tegap ini.

Penghargaan ini diberikan dengan berbagai petimbangan. Rumakat mengaku, untuk memperoleh penghargaan itu, banyak syarat yang harus dipenuhi dan melewati seperti ujian dan seleksi ketat. Setidaknya, integritas penilaian ini juga dapat dipertanggung jawabkan karena melibatkan tim khusus dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua serta Badan Usaha Jasa Pengamanan se-Papua.

Proses penilaian ini berlangsung selama satu tahun. Dewan juri menilai berdasarkan penampilan fisik, kedisiplinan dan pelayanan. Penilaian yang dilakukan secara tertutup ini juga tidak diketahui oleh anggota security. “Penilaian tersebut sangat ketat dan tertutup tanpa diketahui kita,” paparnya.

Dalam seleksi tersebut, Rumakat berhasil menyisihkan peserta dari seluruh anggota security yang berada di wilayah Papua. “Ini penghargaan dan prestasi yang pertama kalinya,” papar Rumakat dengan penuh bangga.

Secara umum, keberhasilan Rumakat juga berkat kerjakeras, serta arahan dan bimbingan dari chief di Bravo Satria Perkasa. Menurutnya, keberhasilannya ini bisa menjadi inspirasi bagi anggota security yang lain. Terutama dalam hal kedisiplinan, kerapian, penampilan, pelayanan dan loyalitas kepada perusahaan.

Pria yang sudah dikaruniai satu anak ini bekerja sehari-hari hanya  untuk perusahaan tempatnya bekerja. Ia tidak pernah berpikir bahwa apa yang dikerjakan sehari-hari ini bisa mengantarkannya terpilih sebagai security terbaik se-Papua. Dengan penghargaan itu Rumakat semakin termotifasi untuk lebih giat bekerja. “Iya saya lebih giat bekerja,” paparnya.

Rumakat tergabung dalam anggota satpam yang berkantor pusat di Jakarta ini sejak tanggal 3 Agustus 2011 – 3 Agustus 2013. Pada tahun 2015, posisinya berubah dari anggota menjadi Danru (Komndan Regu). Setiap hari, Rumakat bersiap menghadapi tantangan dan kendala dalam tugasnya. Misalnya ketika ada anggota yang tidak hadir dalam bertugas karena ijin. Tanpa berkeluh kesah Rumakat mengisi pos-pos yang kosong. “Sebagai Danru saya harus bertanggung jawab mengisi pos sambil mengontrol anggota di pos-pos yang lainnya,” tuturnya.

Menurutnya,  semua anggota memiliki tanggung jawab yang sama karena tugas tersebut menjadi tanggung jawab satu tim. Soal kedisiplinan, kelancaran bertugas dan jenjang karir semua tergantung dari pribadi masing-masing.

Pria kelahiran Garogos , 14 September 1982 ini menjalankan tugas pengamanan segabaimana tugas itu diamanahkan kepada security sebagai mitra polisi agar lebih maksimal mengemban tugas sebagai pamswakarsa. Agar tugas ini lebih maksimal, menurutnya harus ada aturan dari BUJP terhadap anggota security. Kedua, lebih sering mengadakan pelatihan dasar dan pelatihan pelayanan kepada anggota sekuriti sehingga selalu siap menghadapi situasi di lapangan.

Suami dari Fatmi Rupo ini menyadari pentingnya pendidikan dan pembinaan bagi seorang satpam. Dalam hal ini ia pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Gada Pratama pada Tahun 2014. Hasilnya, dirinya tidak hanya memiliki wawasan yang meningkat tapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. “Semangat kita bekerja keras dan bekerja ikhlas,” ujar pria yang memiliki moto hidup bekerja dan bekerja ini. [AM]

24 May 2016

Sarwo Hadi Sidak Selama Sepekan di Wilayah Indonesia Timur

KSATRIA–Dalam rangka meningkatkan kinerja tim PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Head of Area Indonesia Timur Sarwo Hadi melakukan kunjungan sidak ke beberapa area sector di Wilayah Indonesia Timur.

Kunjungan dimulai pada tanggal 6 sampai 13 November 2015. Adapun wilayah yang menjadi kunjungan HOA Indonesia Timur selama 7 hari adalah Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik dari semua jajaran, terutama dari personil yang bertugas di lokasi yang sangat jauh dari perkotaan. Meraka sangat bersyukur dengan adanya kunjungan seperti ini karena mereka dapat bertemu langsung dengan HOA,” papar Sarwo Hadi.

Salah satunya ketika mengadakan kunjungan kerja gabungan luar kota bersama user PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk Wilayah Indonesia Timur yang diwakili oleh Staf CSM Region Indonesia Timur.

Menurut Sarwo, kunjungan ini dalam rangka melihat kesiapan, kelengkapan anggota dan memberi pemahaman kepada anggota tentang tugas pokok satpam, selain itu berinteraksi langsung dengan anggota di lapangan mengenai kendala apa yang terjadi serta melakukan koordinasi langsung dengan user tentang kendala apa saja yang dihadapi di lapangan dan pembenahan yang perlu dilakukan.

Meskipun perjalanan dilakukan selama lebih dari sepekan, namun tetap berjalan dengan baik. Pasalnya, semua yang dijalankan dijalani dengan ikhlas, membawa rasa senang dalam perjalanan itu membuat tim tetap semangat.

“Pihak user maupun anggota sangat antusias menyambut kunjungan HOA Indonesia Timur karena sebelumnya tidak pernah ada kunjungan seperti ini,” paparnya.

Adanya kunjungan ke para anggota ini, mereka merasa diperhatikan meskipun wilayahnya berada di wilayah terpencil. Mereka bersyukur karena tidak merasa lagi diabaikan atau dianak tirikan sehingga penampilan dan kerja mereka diperhatikan.

“Kunjungan seperti ini mereka harapkan dapat  rutin dilakukan oleh HOA sebagai penyemangat mereka dalam menjalankan tugas,” tegasnya. [FR]

 

24 May 2016

BSP Kalimantan Terus Jalin Hubungan Baik dengan Customer

KSATRIA–PT Bravo Satria Perkasa (BSP) besar karena kepercayaan customer dalam memakai jasa pengamanan BSP. Untuk itu, BSP mengedepankan layanan prima kepada seluruh customer yang memakai jasa BSP.

Salah satunya kegiatan silaturahim yang dilakukan BSP kepada salah satu user, yakni BNI Cabang Samarinda yang diwakili Tedy Kepala Bagian Hubungan Masyarakat bersama Komandan Sektor BSP Samarinda Bambang Harijono.

Menurut Aris Wahyono, Head of Area Kalimantan mengatakan menjalin hubungan baik dengan para customer merupakan salah satu langkah BSP dalam memberikan layanan kepada customernya.

Dalam silaturahim dengan BNI Cab. Samarinda yang bergabung dengan BSP tahun 2012, BSP mendapatkan banyak masukan positif terkait masalah layanan atau service anggota BSP. Dalam silaturahim itu, pihak BSP berjanji akan meningkatkan kualitas anggota sekuritinya yang berjumlah 63 personil dalam menjalankaan tugas di lapangan.

User berharap agar BSP menjaga pola kontrol dan pembinaan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta kunjungan ke user dapat terjaga agar dapat mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Aris mengatakan Satpam perbankan berbeda dengan satpam pada umumnya, menjaga di bank dituntut untuk dapat memberikan service excelent, Satpam bank menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Satpam bank tidak dipandang sebagai tenaga outsourching sehingga rasa memilikinya menjadi lebih besar dan lebih bertanggung jawab.

Sementara itu, untuk meningkatkan performa anggota satpam, Komandan Sektor Balikpapan Nur Hasnawi menggelar pembinaan dan latihan rutin setiap bulan dalam ketangkasan senam borgol yang diikuti oleh anggota BSP di Lapangan Merdeka Balikpapan.

Menurut Nur, kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas anggota satam di lapangan sekaligus untuk lebih mendekatkan diri antaranggota satpam di sector Balikpapan. Kebersamaan dalam menjalankan tugas adalah kunci tugas itu akan mudah dijalani. [FR]

24 May 2016

BSP menjadi Panitia HUT Satpam ke-35 di Balikpapan

KSATRIA–Sebagai bentuk komitmen PT Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam dunia pengamanan, BSP ikut serta dalam memeriahkan acara Hari Ulangtahun (HUT) Satpam ke-35 tahun 2015. Bahkan BSP juga ikut andil dalam kepengurusan pelaksanaan HUT ke-35 Satpam di Balikpapan.

Menurut Aris Wahyono Head of Area Kalimantan, BSP selama ini selalu ikut berperan aktif memeriahkan kegiatan yang digelar oleh kepolisian setempat, dalam hal ini perayaan HUT Satpam ke-35 tahun 2015.

Aris mengatakan, keikutsertaan ini sebagai bentuk kepedulian BSP dalam menjaga hubungan baik dengan aparat keamanan di wilayah BSP berada. “Kepolisian adalah mitra kerja kita dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman,” papar Aris.

Tahun ini, BSP menjadi salah satu pengurus pelaksanaan HUT Satpam ke-35, tepatnya bagian Bendahara panitia. Pelaksanaan yang digelar pada tanggal 31 Desember 2015 berjalan dengan lancar dan meriah. [FR]

 

 

 

18 May 2016

Angsapati di Ujung Barat NKRI

KSATRIA–Di ujung sana, tepatnya di ujung barat pulau Sumatera, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) berdiri kokoh menjaga kemanan industry wilayah barat Indonesia. Bukan tanpa tantangan berada di ujung barat negeri ini. Namun semua tantangan menjadi motivasi tim BSP untuk bisa eksis dan berkembang di wilayah Sumatera.

Waktu itu, tahun 2009. Head of Area Yudhi Erlambang memiliki pengalaman yang tak bisa dilupakan saat berkunjung ke wilayah Meulaboh setelah dilanda bencana besar Tsunami tahun 2004. Perjalanan itu penuh dengan rintangan, dengan semangat untuk menjaga semangat loyalitas akhirnya berhasil ke Meulaboh.

“Dengan letak geografis yg sangat beragam dan memiliki tantangan tersendiri tidak menyurutkan antusiasme kami dalam mengepakkan sayap sang angsapati,” kisahnya kepada Majalah Ksatria.

Kegiatan giat operasional ke salah satu user di salah satu kabupaten di provinsi Aceh setelah dilanda bencana gelombang tsunami, merupakan kewajiban yang biasa namun jarak tempuh dengan kondisi jalan yang masih porak poranda menjadikan perjalanannya menjadi luar biasa.

Semangat tim untuk terus menaklukan medan terjal, melintasi Lamno, Aceh Jaya (Calang) serta melakukan penyeberangan sungai dengan bantuan rakit, melintasi jalan yang berlumpur dan melewati jembatan darurat hingga akhirnya sampai di kota tujuan yaitu Meulaboh.

“Rasanya sulit dipercaya merasakan eksistensi sang Angsapati di kota ini, salah satu kota yang mengalami dampak tsunami cukup parah,” ujarnya.

Perjalanan penuh dengan tantangan ini hendaknya bis amenjadi pelajaran berharga agar tim BSP menyadari bahawasannya setiap usaha yang keras pasti menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan tentunya diiringi niat yang suci dan tulus.

“Semoga dari apa yang saya paparkan ini bermanfaat bagi kita semua untuk lebih mencintai perusahaan dimana kita bernaung, menjaga kekompakan satu sama lain atas nama Bravo Satria Perkasa. Salam hangat kami dari ujung barat Sumatera. BRAVO!” tegasnya.

Sementara itu pada tanggal 16 November 2015, Wilayah Sumatera 1 mendapatkan kunjungan dari Direktur Utama BSP Bapak Joko PN Utomo di Banda Aceh. Adapun agenda kedatangan Pak Joko adalah untuk bersilaturahim dengan Busra Abdullah, Direktur Utama PT Bank Aceh.

Menurut Yudhi, pertemuan diawali dengan jamuan makan siang dan membicarakan keberadaan BSP sebagai pengelola pengamanan di lingkungan Bank Aceh yang telah berjalan 2 tahun. “Semoga jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan saling menguntungkan kedua belah pihak,” papar Yudhi. [FR]

 

 

Translate »
error: Content is protected !!